Warga Protes Park and Ride di Jalan MH Thamrin Ditutup

Kompas.com - 06/09/2019, 19:18 WIB
Kondisi park and ride MH Thamrin, Jakarta Pusat yang akan ditutup, Jumat (6/9/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAKondisi park and ride MH Thamrin, Jakarta Pusat yang akan ditutup, Jumat (6/9/2019).
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana segera menutup park and ride yang ada di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Hal itu mendapat respon negatif dari sejumlah pengguna area itu untuk menitipkan kendaraannya. 

Seperti salah satunya, Yuliarto Surya Putra (39), karyawan swasta di Cipete. Ia mengatakan, apabila park and ride ditutup akan menambah biaya transportasi yang dikeluarkan.

Sebab, biasanya ia hanya mengeluarkan biaya Rp 5.000 untuk parkir di park and ride seluas 8.710 meter itu.

“Kalau saya tidak setuju sih. Nanti kalau tempat ini ditutup kita parkir di mana dong? Malah jadi mahal ya kalau parkir di gedung-gedung lainnya bisa Rp 50.000 sendiri,”ujar Yuliarto di MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2019).

Baca juga: BERITA FOTO: Menengok Park and Ride MH Thamrin yang Akan Ditutup

Yuliarto mengatakan, wilayah park and ride ini sudah sangat strategis dan mudah dijangkau untuk beralih ke transportasi lainnya.

Biasanya, ia kerap parkir di park and ride MH Thamrin jika hendak menggunakan MRT (Moda Raya Terpadu) saat mobilnya terkena ganjil genap.

“Kan kalau pelat saya kena ganjil genap bisa diparkir di sini dulu baru saya naik MRT ke kantor. Kalau saya mau parkir mobil di mana lagi dong, ini sudah bagus kayak begini,” kata Yuliarto.

Sama halnya dengan Renny Wahyu (26), warga yang bekerja di kawasan Lebak Bulus ini juga tak menyetujui kebijakan pemerintah untuk menutup park and ride itu.

Baca juga: Park and Ride Thamrin Akan Ditutup dan Diubah Jadi Pusat Kuliner

Menurut dia, akan lebih baik jika park and ride MH Thamrin ini akan diperbaiki atau direnovasi menjadi yang bertingkat ala luar negeri.

“Nah bisa digabung sekalian sama pusat kulinernya deh nanti. Lagian juga di samping park and ride ini juga ada tempat makan enak juga sih, buat pusat kuliner,” ucap dia.

Kemudian, Sukarno, sopir bus antar kota yang parkir di kawasan itu mengaku kecewa dengan rencana pemerintah hendak menutup park and ride.

Ia mengatakan, jika park and ride dihapus, maka tak ada lagi tempat parkir bus antar kota di Jalan MH Thamrin. Sebab, tempat biasa bus ini parkir di Masjid Istiqlal tengah direnovasi.

“Saya sebenarnya mah tidak setuju. Tapi kalau saya tidak setuju pun pasti tidak mengubah keputusan pemerintah juga kan,” ucap dia tersenyum.

Baca juga: Pemprov DKI Akan Tutup Park and Ride Thamrin

Menurut dia, dengan ditutupnya park and ride MH Thamrin tak juga mengurangi pengendara yang bawa kendaraan.

“Tidak mengubah juga ya Mbak. Harusnya biarkan saja atau bagusin saja dulu ini park and ride dibanding jadi pusat kuliner, toh kita seringnya makan di warung samping,” tuturnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, park and ride itu akan ditutup agar mendorong masyakarat menggunakan transportasi umum.

"Kami ingin lebih mendorong masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum. Nah, salah satunya adalah dengan memberi insentif, disinsentif," kata Anies di Blok G, Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019).

Menurut dia, saat ini slot parkir mobil di sepanjang wilayah Jalan Sudirman - MH Thamrin berjumlah lebih dari 70.000 slot. Untuk itu, Anies ingin agar jumlah tersebut berkurang dengan ditutupnya park and ride.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Orangtua Pusing Ajari Anak Selama Pandemi Corona, Kak Seto: Jangan Posisikan Diri Seperti Guru

Orangtua Pusing Ajari Anak Selama Pandemi Corona, Kak Seto: Jangan Posisikan Diri Seperti Guru

Megapolitan
Selama Pandemi Corona, Kak Seto Sebut RT RW Harus Kreatif Cegah Anak-anak Beraktivitas di Luar Rumah

Selama Pandemi Corona, Kak Seto Sebut RT RW Harus Kreatif Cegah Anak-anak Beraktivitas di Luar Rumah

Megapolitan
Keluarganya Positif Covid-19, Dua Anak di Sawah Besar Isolasi Mandiri

Keluarganya Positif Covid-19, Dua Anak di Sawah Besar Isolasi Mandiri

Megapolitan
Ramayana Depok Buka Kemungkinan Rekrut Kembali Karyawan yang Kena PHK di Tengah Pandemi Corona

Ramayana Depok Buka Kemungkinan Rekrut Kembali Karyawan yang Kena PHK di Tengah Pandemi Corona

Megapolitan
Cegah Penyebaran Virus Corona, Sudinhub Jakbar Kurangi Petugas di Lapangan

Cegah Penyebaran Virus Corona, Sudinhub Jakbar Kurangi Petugas di Lapangan

Megapolitan
Diprotes Warga, Lippo Pastikan RS Covid-19 Dekat Apartemen Tak Bahayakan Penghuni

Diprotes Warga, Lippo Pastikan RS Covid-19 Dekat Apartemen Tak Bahayakan Penghuni

Megapolitan
Banyak Orangtua Kerja di Rumah, Kak Seto Sebut Itu Kesempatan Mahal untuk Akrab dengan Anak

Banyak Orangtua Kerja di Rumah, Kak Seto Sebut Itu Kesempatan Mahal untuk Akrab dengan Anak

Megapolitan
Andalkan Kebijakan yang Telah Berjalan, Bekasi Belum Ajukan PSBB

Andalkan Kebijakan yang Telah Berjalan, Bekasi Belum Ajukan PSBB

Megapolitan
Pedagang Ayam Potong di Kramatjati Terima Banyak Pesanan Online Saat Pandemi Covid-19

Pedagang Ayam Potong di Kramatjati Terima Banyak Pesanan Online Saat Pandemi Covid-19

Megapolitan
Dituduh Curi Dompet dan HP, Seorang Transgender Tewas Dibakar di Cilincing

Dituduh Curi Dompet dan HP, Seorang Transgender Tewas Dibakar di Cilincing

Megapolitan
Wali Kota: 38 Jenazah di Bekasi Dimakamkan dengan Protokol Pemulasaraan Jasad Pasien Covid-19

Wali Kota: 38 Jenazah di Bekasi Dimakamkan dengan Protokol Pemulasaraan Jasad Pasien Covid-19

Megapolitan
Riza Patria Diminta Tambal Hubungan Balai Kota-Istana yang 'Kurang Akur'

Riza Patria Diminta Tambal Hubungan Balai Kota-Istana yang "Kurang Akur"

Megapolitan
Tak Sampai 3 Tahun Jabat Wagub DKI, Riza Patria Diragukan Mampu Berbuat Banyak

Tak Sampai 3 Tahun Jabat Wagub DKI, Riza Patria Diragukan Mampu Berbuat Banyak

Megapolitan
Dampak Covid-19, Sebanyak 120 Pegawai di Ramayana Depok Kena PHK

Dampak Covid-19, Sebanyak 120 Pegawai di Ramayana Depok Kena PHK

Megapolitan
[UPDATE]: Depok Tambah 1 Pasien Positif Covid-19 dan 3 Suspect Wafat

[UPDATE]: Depok Tambah 1 Pasien Positif Covid-19 dan 3 Suspect Wafat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X