Kasus Pelemparan Batu di Pluit Village Sudah 7 Bulan, Mengapa Polisi Baru Rekonstruksi?

Kompas.com - 08/09/2019, 13:19 WIB
Rekonstruksi adegan pelemparan batu di Mal Pluit Village yang mengenai kepala seorang pengunjung. Rekonstruksi berlangsung pada Jumat (6/9/2019) KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIRekonstruksi adegan pelemparan batu di Mal Pluit Village yang mengenai kepala seorang pengunjung. Rekonstruksi berlangsung pada Jumat (6/9/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kanit III Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Herman Edco mengatakan, polisi melakukan rekonstruksi adegan pelemparan batu di Mal Pluit Village, Penjaringan, Jakarta Utara setelah menetapkan tersangka.

Untuk diketahui, peristiwa pelemparan batu yang melukai seorang pengunjung di Mal Pluit Village itu terjadi pada 16 Februari 2019. Sementara, rekonstruksi baru dilakukan pada Jumat (6/9/2019) lalu.

"Penetapan tersangka sekitar 2 atau 3 minggu lalu," kata Herman melalui pesan singkatnya kepada Kompas.com Minggu (8/9/2019).


Menurut dia, sejak kasus ini dilaporkan, polisi terus melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Bahakan polisi sebelumnya juga sempat melakukan rekonstruksi adegan.

Baca juga: Polisi: Pelaku Melempar Batu di Mal Pluit Village karena Tak Suka Salah Satu Perusahaan Mobil

"Rekon kedua setelah naik tersangka. Rekon pertama masih status saksi semua," ujarnya.

Adapun, polisi telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini. Tersangka pertama merupakan seorang pemuda berinisial L (19) yang melakukan pelemparan batu.

Diduga, L melempar batu karena kesal dengan salah satu produsen mobil. Namun lemparannya dari lantai 1 menuju lantai dasar Mal Pluit Village justru mengenai kepala seorang pengunjung yang mengakibatkan luka robek.

Baca juga: Pelaku Pelemparan Batu di Mal Pluit Village Diduga Autis

Berdasarkan pengakuan keluarga, L mengidap Autis. Namun polisi tengah menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan dari korban menindak lanjuti pengakuan tersebut.

Manager on Duty Mal Pluit Village bernama Tito Omiarto juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini karena dianggap melakukan kelalaian. Kelalaian yang dimaksud yakni pengamanan dari pihak mal dan tidak langsung memberi penanganan medis kepada korban.

Terhadap L, polisi menyangkakan Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan, sementara Tito dikenakan Pasal 360 KUHP Tentang Kelalaian yang Menyebabkan Luka, dan pasal tentang membiarkan seseorang dalam kesengsaraan.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X