Polisi Perketat Barang Bawaan Saat Indonesia vs Thailand di GBK

Kompas.com - 08/09/2019, 13:35 WIB
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan seusai aksi massa kawal sidang MK di Patung Kuda, Jumat (14/6/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DKapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan seusai aksi massa kawal sidang MK di Patung Kuda, Jumat (14/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi akan memeriksa barang bawaan suporter yang ingin menonton pertandingan lanjutan Kualifikasi Piala Dunia, Indonesia VS Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (10/9/2019) depan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes (Pol) Harry Kurniawan mengatakan, pemeriksaan dilakukan guna memastikan tidak ada penonton yang membawa barang yang membahayakan saat menonton pertandingan.

"Di pintu stadion koordinasi dengan pamdal dan panitia untuk melakukan pemeriksaan barang bawaan yang tidak boleh dibawa masuk stadion," ujar Harry saat dihubungi, Minggu (8/9/2019).

Baca juga: Indonesia Vs Thailand, SUGBK Lebih Berpihak ke Gajah Perang

Barang-barang semisal botol plastik maupun benda-benda berbahaya lainnya akan disita petugas di pintu masuk stadion.

Polisi juga akan memperketat pengamanan terhadap tim tamu guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Polisi akan mengawal kedatangan dari supporter tim tamu sebagai bentuk pengamanan.

"Sudah ada SOP yang berlaku dalam pengamanan dan pengawalan penonton dan pemain tamu dari keberangkatan dan kepulangannya," imbuh Harry.

Baca juga: Perusakan Kompleks GBK Senayan Dikecam

Diberitakan, kerusuhan sempat terjadi di SUGBK seusai pertandingan Indonesia VS Malaysia yang berakhir kekalahan bagi Indonesia dengan skor 2-3, Kamis (5/9/2019) lalu.

Saat itu, sejumlah oknum suporter tampak melakukan pelemparan botol plastik hingga batu kearah polisi yang berjaga di sekitar pintu 1 SUGBK.

Polisi yang berjaga sempat menembakkan gas air mata kearah kelompok suporter yang melakukan kerusuhan untuk membubarkan massa.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Survei: 77 Persen Warga Jakarta Percaya Diri Tak Akan Tertular Covid-19

Survei: 77 Persen Warga Jakarta Percaya Diri Tak Akan Tertular Covid-19

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Jakarta 5 Juli: Bertambah 256, Pasien Positif Kini Lebih dari 12.000

UPDATE Covid-19 di Jakarta 5 Juli: Bertambah 256, Pasien Positif Kini Lebih dari 12.000

Megapolitan
Pakar Sebut Warga DKI Jakarta Belum Siap Masuki Era New Normal, Ini Alasannya

Pakar Sebut Warga DKI Jakarta Belum Siap Masuki Era New Normal, Ini Alasannya

Megapolitan
Awasi Pasar, ASN DKI Harus Pastikan Masyarakat Patuhi Protokol Pencegahan Covid-19

Awasi Pasar, ASN DKI Harus Pastikan Masyarakat Patuhi Protokol Pencegahan Covid-19

Megapolitan
Fraksi PSI Kritik Pengerahan Ribuan ASN ke Pasar, Anggap Itu Kebijakan Berisiko Tinggi

Fraksi PSI Kritik Pengerahan Ribuan ASN ke Pasar, Anggap Itu Kebijakan Berisiko Tinggi

Megapolitan
Ikut UTBK SBMPTN 2020 di UI, Peserta Ujian Diukur Suhu dan Pakai Face Shield

Ikut UTBK SBMPTN 2020 di UI, Peserta Ujian Diukur Suhu dan Pakai Face Shield

Megapolitan
5.000 ASN akan Disebar untuk Memantau 151 Pasar di Jakarta

5.000 ASN akan Disebar untuk Memantau 151 Pasar di Jakarta

Megapolitan
Kawasan GBK Ramai Minggu Pagi, Pengunjung Antre untuk Olahraga

Kawasan GBK Ramai Minggu Pagi, Pengunjung Antre untuk Olahraga

Megapolitan
Tak Ada Syarat Rapit Test untuk Peserta UTBK SBMPTN 2020 di UI

Tak Ada Syarat Rapit Test untuk Peserta UTBK SBMPTN 2020 di UI

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Minta Mal Patuhi Penerapan 50 Persen Kapasitas

Wali Kota Tangerang Minta Mal Patuhi Penerapan 50 Persen Kapasitas

Megapolitan
Ikut UTBK SBMPTN 2020 di UI, Peserta Datang Dua Jam Sebelum Ujian

Ikut UTBK SBMPTN 2020 di UI, Peserta Datang Dua Jam Sebelum Ujian

Megapolitan
ASN DKI Jakarta Berusia di Bawah 50 Tahun Ditugaskan Pantau Pasar

ASN DKI Jakarta Berusia di Bawah 50 Tahun Ditugaskan Pantau Pasar

Megapolitan
Pulihkan Lalu Lintas Penerbangan, Angkasa Pura II Optimalkan Slot Time hingga 30 Persen

Pulihkan Lalu Lintas Penerbangan, Angkasa Pura II Optimalkan Slot Time hingga 30 Persen

Megapolitan
Suami Bacok Istri di Bekasi, Diduga Karena Cemburu

Suami Bacok Istri di Bekasi, Diduga Karena Cemburu

Megapolitan
Polisi Tak Keluarkan STTP Kegiatan Apel Siaga Ganyang Komunis

Polisi Tak Keluarkan STTP Kegiatan Apel Siaga Ganyang Komunis

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X