20 Hari Sosialisasi Ganjil Genap, Transjakarta Klaim Jumlah Penumpang Naik

Kompas.com - 08/09/2019, 17:56 WIB
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) Agung Wicaksono, melakukan tugas sebagai petugas sterilisasi jalur untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada hari ini, 4 September 2019 di Halte Bundaran Hotel Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2019). Kegiatan tersebut sebagai bentuk apresiasi PT TransJakarta terhadap pelanggan dalam Hari Pelanggan Nasional 2019. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGDirektur Utama PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) Agung Wicaksono, melakukan tugas sebagai petugas sterilisasi jalur untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada hari ini, 4 September 2019 di Halte Bundaran Hotel Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2019). Kegiatan tersebut sebagai bentuk apresiasi PT TransJakarta terhadap pelanggan dalam Hari Pelanggan Nasional 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Transjakarta mencatat adanya kenaikan penumpang selama sosialisasi kebijakan perluasan ganjil genap yang berlangsung sejak 12 Agustus hingga 6 September 2019.

Direktur Operasional PT TransJakarta Prasetia Budi mengatakan kenaikan itu terjadi di hampir seluruh rute yang dimiliki Transjakarta.

"Hampir di seluruh rute Transjakarta yang dilalui rute ganjil genap mengalami kenaikan 3,95 persen," kata Budi melalui keterangan tertulisnya, Minggu (8/9/2019).

Dikatakan Budi, kenaikan penumpang tertinggi terjadi di rute Bundaran Senayan-Harmoni (GR1).

Baca juga: Perluasan Ganjil Genap Berlaku Besok, Transjakarta Siapkan 48 Rute Bus di Area Terdampak

"Rute GR1 (bus Gratis) selama sosialisasi ganjil genap ini terjadi kenaikan jumlah pelanggan sebanyak 8,2 persen," ucapnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut pihaknya mengambil langkah agar warga yang ingin beralih menggunakan transportasi umum bisa terfasilitasi.

Langkah yang dimaksud adalah dengan menyiapkan 48 rute di seluruh area terdampak perluasan ganjil genap.

Baca juga: Perluasan Ganjil Genap Berlaku Senin, Ini 5 Hal yang Harus Diketahui

"Kami sudah menyiapkan total 48 rute yaitu 21 rute BRT, 23 rute non-BRT dan 4 rute tambahan Mikrotrans di setiap segmen wilayah yang terimbas ganjil genap" ujar Budi.

Adapun pemberlakuan perluasan ganjil genap ini menyusul ditandatanganinya Pergub Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dengan ditanda tanganinya Pergub tersebut, total ada 25 ruas jalan yang terkena perluasan ganjil genap. Ganjil genap akan diterapkan di sembilan ruas jalan yang sebelumnya sudah diberlakukan ganjil genap dan 16 tambahan ruas jalan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selama Pandemi, 87 Penghuni Apartemen Kalibata City Positif Covid-19

Selama Pandemi, 87 Penghuni Apartemen Kalibata City Positif Covid-19

Megapolitan
Jaksa: Eksepsi Kuasa Hukum John Kei Hanya Didasari Asumsi

Jaksa: Eksepsi Kuasa Hukum John Kei Hanya Didasari Asumsi

Megapolitan
IDI Usul Pasien Covid-19 Gejala Ringan Dirawat di Rumah dengan Pengawasan Dokter

IDI Usul Pasien Covid-19 Gejala Ringan Dirawat di Rumah dengan Pengawasan Dokter

Megapolitan
RSUD Depok Akan Tambah Lagi ICU dan Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 Bulan Depan

RSUD Depok Akan Tambah Lagi ICU dan Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 Bulan Depan

Megapolitan
Soal Banjir Jabodetabek-Punjur, Menteri Sofyan: Banyak Developer Tak Patuhi Standar Pembangunan

Soal Banjir Jabodetabek-Punjur, Menteri Sofyan: Banyak Developer Tak Patuhi Standar Pembangunan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Larang Kafe dan Restoran Gelar Live Music karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Pemkot Bekasi Larang Kafe dan Restoran Gelar Live Music karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Alat PCR Kembali Berfungsi, Labkesda Tangsel Kurangi Jumlah Pemeriksaan Sampel Terkait Covid-19

Alat PCR Kembali Berfungsi, Labkesda Tangsel Kurangi Jumlah Pemeriksaan Sampel Terkait Covid-19

Megapolitan
Teruntuk Presiden Jokowi, Ini Suara Penyintas Covid-19 soal Klaim Pandemi Terkendali

Teruntuk Presiden Jokowi, Ini Suara Penyintas Covid-19 soal Klaim Pandemi Terkendali

Megapolitan
Aksi Penjambret Ponsel Gagal Setelah Dikejar dan Diteriaki Gerombolan Bocah

Aksi Penjambret Ponsel Gagal Setelah Dikejar dan Diteriaki Gerombolan Bocah

Megapolitan
50 Persen Tenaga Kesehatan di Jakarta Utara Sudah Divaksin Covid-19

50 Persen Tenaga Kesehatan di Jakarta Utara Sudah Divaksin Covid-19

Megapolitan
Dua Kali PPKM, Pemkot Bekasi Segel 15 Kafe dan Restoran

Dua Kali PPKM, Pemkot Bekasi Segel 15 Kafe dan Restoran

Megapolitan
18 Kelurahan di Kota Tangerang Rawan Banjir, Ini Daftarnya

18 Kelurahan di Kota Tangerang Rawan Banjir, Ini Daftarnya

Megapolitan
UPDATE: 55 Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Teridentifikasi

UPDATE: 55 Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Teridentifikasi

Megapolitan
Wagub DKI: Penyebab Kasus Covid-19 di Jakarta Tinggi karena Masyarakat Jenuh

Wagub DKI: Penyebab Kasus Covid-19 di Jakarta Tinggi karena Masyarakat Jenuh

Megapolitan
Polisi: Penyebar Video Mesum di Halte Senen Bisa Dijadikan Tersangka

Polisi: Penyebar Video Mesum di Halte Senen Bisa Dijadikan Tersangka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X