Pemkot Bekasi Pastikan Agen TKI yang Tipu Pria ke Kanada Tidak Terdaftar

Kompas.com - 09/09/2019, 08:33 WIB
Ahmad Munawar (35), korban penipuan agen TKI bodong di Bekasi, Jawa Barat. KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANAhmad Munawar (35), korban penipuan agen TKI bodong di Bekasi, Jawa Barat.


BEKASI, KOMPAS.com – Pemerintah Kota Bekasi memastikan bahwa PT Falia Sinatria Sejahtera tidak terdaftar di perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia ( PJTKI) di Bekasi.

Hal ini terungkap setelah adanya kasus dugaan penipuan yang dilakukan PT Falia Sinatria Sejahtera terhadap seorang calon TKI asal Brebes, Ahmad Munawar. PT Falia Sinatria Sejahtera disebut telah mengiming-imingi Munawar untuk berangkat ke Kanada.

"Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi telah melakukan kroscek ke lapangan tentang keberadaan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT Falia Sinatria Sejahtera yang beralamat di Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi. Setelah dilakukan kroscek, tidak ditemukan atau tidak ada nama perusahaan tersebut," ujar Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Bekasi Sajekti Rubiyah dalam keterangan resminya kepada Kompas.com, Jumat (6/9/2019).

Di samping itu, dalam keterangan yang sama, Pemerintah Kota Bekasi juga menyatakan bahwa iming-iming agen TKI bodong itu memberangkatkan Munawar ke Kanada tidak dimungkinkan.


Baca juga: Pemuda Ini Mengaku Ditipu Agen TKI, Duit Rp 65 Juta Raib

"Perekrutan, penempatan, dan pemberangkatan calon TKI antara Kanada dan Indonesia tidak ada perjanjian atau MoU," tulis Sajekti.

Lantaran nama perusahaan tersebut tidak terdaftar, Pemerintah Kota Bekasi pun tidak menemukan nama Jazilah sebagai oknum yang diduga berperan menipu Munawar.

Sebelumnya, dalam pengakuan Munawar pada Jumat (30/8/2019) kepada wartawan, ia mendaftarkan dirinya untuk berangkat ke Kanada pada agen TKI bodong itu kepada pegawai bernama Jazilah.

Namun, setelah keberangkatannya diundur terus-menerus hingga akhirnya tidak ada kabar lagi, Munawar dan beberapa calon TKI senasib melaporkan insiden ini kepada Polres Metro Bekasi Kota pada Senin, 25 Maret 2019.

Nama Jazilah turut disebutkan dalam laporan pengaduan bernomor STPL/709/K/III/2019/Resta Bks Kota tersebut.

Kemudian, dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) yang diterbitkan Polres Metro Bekasi Kota pada 2 Agustus 2019, Jazilah alias Bunda Zena disebut akan dikirimi surat panggilan oleh penyidik sebagai saksi.

Sebagai informasi, Ahmad Munawar mengaku ditipu oleh agen TKI bodong bernama PT Falia Sinatria Sejahtera yang disebut beralamat di bilangan Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi.

Baca juga: Kisah Ahmad Munawar Terlunta di Bekasi Setelah Ditipu Agen TKI Bodong

September 2018, ia ditawari berangkat ke Kanada sebagai pegawai pengepakan ikan dengan upah sekira Rp 35 juta per bulan.

Singkat cerita, keberangkatannya terus molor dengan aneka dalih, meskipun ia telah melunasi biaya yang diminta sebesar Rp 65 juta untuk memuluskan keberangkatannya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sedikitnya 13 Permukiman di Jakarta Timur Terendam Banjir

Sedikitnya 13 Permukiman di Jakarta Timur Terendam Banjir

Megapolitan
Banjir Setinggi 2 Meter, 1000-an Warga Bidara Cina Mengungsi

Banjir Setinggi 2 Meter, 1000-an Warga Bidara Cina Mengungsi

Megapolitan
Gandeng 3 Bank, Jakarta Mau Optimalkan Pelaporan Pajak Secara Online

Gandeng 3 Bank, Jakarta Mau Optimalkan Pelaporan Pajak Secara Online

Megapolitan
Rekam Jejak Yurgen Sutarno Diyakini Sanggup Pikat Parpol di Pilkada Depok 2020

Rekam Jejak Yurgen Sutarno Diyakini Sanggup Pikat Parpol di Pilkada Depok 2020

Megapolitan
Fraksi Gerindra Minta Anies Penuhi Panggilan DPR Soal Revitalisasi TIM

Fraksi Gerindra Minta Anies Penuhi Panggilan DPR Soal Revitalisasi TIM

Megapolitan
AJI Minta Polisi Usut Kasus Pemerasan oleh Wartawan Gadungan di Kota Tangerang

AJI Minta Polisi Usut Kasus Pemerasan oleh Wartawan Gadungan di Kota Tangerang

Megapolitan
Data KPAD, Ada 89 Kasus Pencabulan Anak di Bekasi Sepanjang 2019

Data KPAD, Ada 89 Kasus Pencabulan Anak di Bekasi Sepanjang 2019

Megapolitan
Polisi Selidiki Kasus Penjambretan Penumpang Ojol

Polisi Selidiki Kasus Penjambretan Penumpang Ojol

Megapolitan
Pemilihan Wagub DKI Harus Dihadiri Minimal 54 Anggota DPRD

Pemilihan Wagub DKI Harus Dihadiri Minimal 54 Anggota DPRD

Megapolitan
Air Semakin Tinggi, Korban Banjir Kebon Pala Mengungsi

Air Semakin Tinggi, Korban Banjir Kebon Pala Mengungsi

Megapolitan
Suami yang Tusuk Istri di Serpong Tak Mau Minum Obat meski Gangguan Jiwa

Suami yang Tusuk Istri di Serpong Tak Mau Minum Obat meski Gangguan Jiwa

Megapolitan
Pelajar SMA yang Dicabuli Teman Ayahnya di Bekasi Alami Trauma

Pelajar SMA yang Dicabuli Teman Ayahnya di Bekasi Alami Trauma

Megapolitan
Anggota Polres Jaksel yang Curi Baterai BTS di Halim Terancam Dipecat

Anggota Polres Jaksel yang Curi Baterai BTS di Halim Terancam Dipecat

Megapolitan
Siska Trauma dan Minta Kasus Penusukan oleh Suaminya Dilanjutkan

Siska Trauma dan Minta Kasus Penusukan oleh Suaminya Dilanjutkan

Megapolitan
Dua Pemuda Nyaris Diamuk Massa Setelah Gagal Menjambret Ponsel Perempuan

Dua Pemuda Nyaris Diamuk Massa Setelah Gagal Menjambret Ponsel Perempuan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X