Pemindahan Ibu Kota Butuh Badan Koordinasi Khusus

Kompas.com - 09/09/2019, 19:49 WIB
Gelar wicara Ecofriendly Capital of Indonesia di Jalan Pejaten Raya, Jakarta Selatan pada Senin (9/9/2019). Acara ini dihadiri oleh Pengamat Tata Kota Institut Teknologi Kalimantan Farid Nurrahman dan Juru Bicara DPP PSI Bidang Lingkungan Hidup dan Perkotaan Mikhail Gorbachev.  KOMPAS.com/HILEL HODAWYAGelar wicara Ecofriendly Capital of Indonesia di Jalan Pejaten Raya, Jakarta Selatan pada Senin (9/9/2019). Acara ini dihadiri oleh Pengamat Tata Kota Institut Teknologi Kalimantan Farid Nurrahman dan Juru Bicara DPP PSI Bidang Lingkungan Hidup dan Perkotaan Mikhail Gorbachev.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pembangunan ibu kota negara di Kalimantan Timur masih memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara DPP PSI Bidang Lingkungan Hidup dan Perkotaan Mikhail Gorbachev dalam gelar wicara bertema "Ecofriendly Capital of Indonesia" di Jalan Pejaten Raya, Jakarta Selatan pada Senin (9/9/2019).

"Sekarang kita butuh badan otoritas, yang mensinergikan kementerian-kementerian terkait terhadap pemindahan ibu kota ini," ujarnya.

Baca juga: Luhut: Kalau Pemindahan Ibu Kota Masih Pro-Kontra, ke Surga Aja...

Ia menambahkan, lembaga yang terlibat dalam proses pemindahan ibu kota cukup banyak dan besar. Seluruh lembaga tersebut perlu bekerja sama dengan sinergis.

"Kita butuh yang kuat, yang bisa merangkum semua ini. Karena ini enggak akan selesai dalam lima tahun," ujar Mikhail.

Selain pembentukan badan otoritas, pekerjaan rumah lainnya yang dianggap perlu diselesaikan adalah adanya master plan yang kuat.

Baca juga: PR Jokowi, Ketidaksetujuan Publik akan Pemindahan Ibu Kota...

Menurut Mikhail, Indonesia punya berbagai organisasi keprofesian yang bisa dilibatkan untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam membangun ibu kota yang keren.

Contohnya, organisasi Ikatan Arsitek Indonesia, Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia, dan Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia.

"Kita punya banyak. Mereka harus masuk, menurut saya, bahkan dalam badan otoritas itu," tambah dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Depok Bikin Pasar Online, Warga Tinggal Hubungi Pedagang untuk Belanja

Pemkot Depok Bikin Pasar Online, Warga Tinggal Hubungi Pedagang untuk Belanja

Megapolitan
Asyik Minum Kopi di Warkop, Pemuda Bekasi Meninggal Dikeroyok 50 Orang

Asyik Minum Kopi di Warkop, Pemuda Bekasi Meninggal Dikeroyok 50 Orang

Megapolitan
Seorang Pemuda Tewas akibat Tawuran Antardua Kelompok di Tebet

Seorang Pemuda Tewas akibat Tawuran Antardua Kelompok di Tebet

Megapolitan
PHK Massal di Tengah Pandemi Covid-19 dan Upaya Pemerintah Berikan Insentif

PHK Massal di Tengah Pandemi Covid-19 dan Upaya Pemerintah Berikan Insentif

Megapolitan
Polda Metro Jaya Kerahkan 60 Personel untuk Kawal Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Polda Metro Jaya Kerahkan 60 Personel untuk Kawal Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Pencabutan Kebijakan Ganjil Genap Diperpanjang Hingga 19 April 2020

Pencabutan Kebijakan Ganjil Genap Diperpanjang Hingga 19 April 2020

Megapolitan
Mau Keluar Rumah Hari Ini? Jangan Lupa Pakai Masker

Mau Keluar Rumah Hari Ini? Jangan Lupa Pakai Masker

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Physical Distancing Tak Terlaksana, Warga Padati Pasar | Penumpang Tanpa Masker Dilarang Masuk Stasiun

[POPULER JABODETABEK] Physical Distancing Tak Terlaksana, Warga Padati Pasar | Penumpang Tanpa Masker Dilarang Masuk Stasiun

Megapolitan
Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Megapolitan
Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Megapolitan
Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Megapolitan
Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Megapolitan
Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Megapolitan
Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Megapolitan
Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X