Aulia Kesuma Sempat Survei ke Tangerang Sebelum Bakar Jenazah Pupung dan Dana di Sukabumi

Kompas.com - 10/09/2019, 07:33 WIB
Rekonstruksi pembakaran jenazah Pupung dan Dana di dalam mobil itu digelar di Lapangan Sabhara, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019). Pantauan Kompas.com, adegan rekonstruksi itu menghadirkan tersangka Aulia Kesuma (AK). KOMPAS.COM/RINDI NURIS VELAROSDELARekonstruksi pembakaran jenazah Pupung dan Dana di dalam mobil itu digelar di Lapangan Sabhara, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019). Pantauan Kompas.com, adegan rekonstruksi itu menghadirkan tersangka Aulia Kesuma (AK).

Adapun, rekonstruksi kedua terkait pembakaran jenazah Pupung dan Dana di dalam mobil digelar di Lapangan Sabhara, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019).

"Ada tiga adegan rekonstruksi pembakaran jenazah dalam mobil," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Aulia melakoni tiga adegan rekonstruksi pembakaran jenazah itu bersama peran pengganti KV.

Dalam rekonstruksi, terungkap fakta bahwa Aulia dan KV mengendarai mobil yang berbeda menuju Sukabumi, Jawa Barat.

KV mengendarai mobil yang mengangkut jenazah, Pupung dan Dana. Sesampainya di daerah Cidahu, Sukabumi, KV kemudian menyiramkan delapan botol bensin ke mobil tersebut lalu membakarnya menggunakan korek api.

Tanpa sadar, KV yang masih berada di kursi kemudi mobil pun ikut terbakar. Ia lalu berlari untuk pindah ke mobil yang dikendarai Aulia.

Mereka langsung menuju Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan untuk mengobati luka bakar yang diderita KV.

Peran tujuh tersangka

Hingga kini, polisi telah menetapkan tujuh tersangka kasus pembunuhan yang bermula dari masalah utang senilai Rp 10 miliar itu.

Tersangka pertama adalah otak pembunuhan terhadap Pupung dan Dana yakni, Aulia Kesuma. Ia yang merencanakan pembunuhan tersebut secara matang.

Pembunuhan berencana itu disebabkan Aulia yang merasa sakit hati ketika Pupung tak mengizinkannya menjual rumah di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, guna membayar utangnya senilai Rp 10 miliar.

Tersangka kedua adalah anak kandung Aulia, KV, yang membantu Aulia dalam menyekap Dana di rumahnya di Lebak Bulus.

Selain itu, KV juga diketahui membantu upaya pembakaran kedua jenazah di dalam mobil di Sukabumi.

Tersangka selanjutnya adalah dua pembunuh bayaran asal Lampung berinisial S dan A. Mereka disewa oleh Aulia dengan bayaran Rp 10 juta untuk menghabisi nyawa Pupung dan Dana.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Sebab Tewasnya Briptu Andry di Pondok Ranggon Terkuak | Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta

[POPULER JABODETABEK] Sebab Tewasnya Briptu Andry di Pondok Ranggon Terkuak | Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta

Megapolitan
Penuhi Panggilan Bawaslu Tangsel, Benyamin Davnie Berikan Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Penuhi Panggilan Bawaslu Tangsel, Benyamin Davnie Berikan Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Megapolitan
Kisah Pasien Covid-19 di Depok Sulit Cari Rumah Sakit dan Terbelit Administrasi karena Swab Mandiri

Kisah Pasien Covid-19 di Depok Sulit Cari Rumah Sakit dan Terbelit Administrasi karena Swab Mandiri

Megapolitan
Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Megapolitan
DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

Megapolitan
KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

Megapolitan
Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Megapolitan
Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Megapolitan
Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Megapolitan
Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Megapolitan
Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Megapolitan
Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Megapolitan
Soal Tweet Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Soal Tweet Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Megapolitan
Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X