Kompas.com - 10/09/2019, 15:40 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membaca buku di dalam kereta MRT selama perjalanan dari Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Lebak Bulus, Minggu (8/9/2019). KOMPAS.com/NURSITA SARIGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membaca buku di dalam kereta MRT selama perjalanan dari Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Lebak Bulus, Minggu (8/9/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Division Head Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin mengatakan pihaknya menargetkan dapat menggaet penumpang rata-rata 100.000 per hari.

Pihaknya yakin dapat mencapai target tersebut dengan adanya peraturan ganjil genap di kawasan Jalan RS Fatmawati Raya, Jakarta Selatan.

"Sampai akhir tahun pokoknya harus sampai 100.000. Akhir tahun Desember ini. Jadi harus ada peningkatan," kata dia saat dihubungi di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Untuk mencapai hal angka tersebut, pihaknya akan gencar melakukan promosi dan pembaruan fasilitas untuk menarik pelanggan.

Meskipun, sejauh ini dia mengakui belum ada lonjakan penumpang pada hari pertama penerapan ganjil genap. Jumlah penumpang pada Senin (9/9/2019) lalu hanya mencapai 86.000.

Baca juga: Di Hari Pertama Ganjil Genap, Penumpang MRT Belum Bertambah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kemarin jumlah masih 86.000, masih rata rata hari Senin. Jadi kelihatannya sama untuk pertama," kata dia.

"Kita akan tingkatkan lagi promosinya untuk ganjil genap ini. Walaupun hari pertama masih sama," tambah dia.

Untuk diketahui, peraturan ganjil genap mulai diberlakukan dengan denda tilang sejak Senin (9/9/2019). Kebijakan ini menyasar titik- titik baru salah satunya kawasan RS Fatmawati, Jakarta Selatan.

Di kawasan Fatmawati sendiri jalur ganjil genap diterapkan di Jalan RS Fatmawati Raya mengarah ke Blok M atau sepanjang jalur yang dilewati MRT.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 4 di Tangsel: Kasus Covid-19 Harian Masih Melonjak

PPKM Level 4 di Tangsel: Kasus Covid-19 Harian Masih Melonjak

Megapolitan
Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini 2.925 Orang dalam Perawatan

Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini 2.925 Orang dalam Perawatan

Megapolitan
Roy Suryo Sodorkan 4 Poin jika Lucky Alamsyah Ingin Berdamai

Roy Suryo Sodorkan 4 Poin jika Lucky Alamsyah Ingin Berdamai

Megapolitan
Banyak Kasus Warga Meninggal di Rumah, Pemprov DKI Minta Pasien Isoman Pindah ke Tempat Isolasi

Banyak Kasus Warga Meninggal di Rumah, Pemprov DKI Minta Pasien Isoman Pindah ke Tempat Isolasi

Megapolitan
Fakta Pungli Bansos di Tangerang: Kini Korban Sebut Tak Ada Oknum, Polisi Selidiki

Fakta Pungli Bansos di Tangerang: Kini Korban Sebut Tak Ada Oknum, Polisi Selidiki

Megapolitan
Sudah 7 Bulan Gisel dan Nobu Jadi Tersangka tapi Berkas Belum P-21, Polisi Diminta Profesional

Sudah 7 Bulan Gisel dan Nobu Jadi Tersangka tapi Berkas Belum P-21, Polisi Diminta Profesional

Megapolitan
Imbas Gelar Pesta Ulang Tahun Saat PPKM, Seleb TikTok dan Hotel di Bekasi Didenda Belasan Juta

Imbas Gelar Pesta Ulang Tahun Saat PPKM, Seleb TikTok dan Hotel di Bekasi Didenda Belasan Juta

Megapolitan
Babak Baru Perseteruan Roy Suryo dengan Lucky Alamsyah, Bahas Mediasi di Polda Metro

Babak Baru Perseteruan Roy Suryo dengan Lucky Alamsyah, Bahas Mediasi di Polda Metro

Megapolitan
Pemprov DKI Minta Pasien Covid-19 Isoman di Rumah Pindah ke Tempat Isolasi Terkendali

Pemprov DKI Minta Pasien Covid-19 Isoman di Rumah Pindah ke Tempat Isolasi Terkendali

Megapolitan
Cara Lurah di Jakpus Paksa Warga Vaksinasi: Jemput ke Rumah hingga Tak Beri Bansos

Cara Lurah di Jakpus Paksa Warga Vaksinasi: Jemput ke Rumah hingga Tak Beri Bansos

Megapolitan
Wagub DKI: Sekalipun Diperkenankan di Warung, Sebaiknya Makan di Rumah

Wagub DKI: Sekalipun Diperkenankan di Warung, Sebaiknya Makan di Rumah

Megapolitan
Fakta Tersebarnya Foto Vaksinasi Dosis Ketiga di DPRD DKI Jakarta

Fakta Tersebarnya Foto Vaksinasi Dosis Ketiga di DPRD DKI Jakarta

Megapolitan
Dari Pungli hingga Salah Sasaran Penerima, Ini Ragam Masalah Bansos di Jabodetabek

Dari Pungli hingga Salah Sasaran Penerima, Ini Ragam Masalah Bansos di Jabodetabek

Megapolitan
4 Fakta Satpol PP Gadungan Tipu 9 Orang dan Bibinya dengan Modus Rekrutmen Ilegal

4 Fakta Satpol PP Gadungan Tipu 9 Orang dan Bibinya dengan Modus Rekrutmen Ilegal

Megapolitan
UPDATE 29 Juli: Tambah 409 Kasus di Kota Tangerang, 6.809 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 29 Juli: Tambah 409 Kasus di Kota Tangerang, 6.809 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X