Peneliti The Habibie Center: Mendadak Merasa Hampa, Seperti Ditinggal Orang Tua Sendiri

Kompas.com - 11/09/2019, 21:36 WIB
BJ Habibie DOK. KEMENRISTEKDIKTIBJ Habibie

JAKARTA, KOMPAS.com - "Mendadak merasa kosong hampa. Merasa seperti ditinggal orang tua sendiri," begitulah ungkapan peneliti dan juga Kepala Departemen dan Politik The Habibie Center Bawono Kumoro saat ditanyakan tentang kepergian Presiden ke-3 Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie.

Bawono mengaku sangat sedih ketika mendengar kabar kepergian pria yang akrab disapa Eyang tersebut.

Ia telah bekerja selama 9 tahun di The Habibie Center yakni yayasan yang didirikan oleh Habibie 21 tahun silam.

Selama itu pula, Bawono selalu mendapat nasehat dan petuah mengenai hidup maupun karier.

"Selama itu juga memperoleh berbagai wawasan nasehat petuah juga panutan dalam menjalani hidup dari beliau," ucapnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (11/9/2019).

Baca juga: BJ Habibie, Jenius lewat Pola Asuh Ayahnya

Bawono bersama beberapa pekerja The Habibie Center bertemu dan berinteraksi secara langsung dengan Habibie saat memberikan statement pesan kebangsaan menjelang pengumuman hasil pemilu Mei lalu.

"Dalam momen kesempatan itu terlihat jelas bagaimana semangat beliau untuk terus berkontribusi agar bangsa dan negara ini tidak terjerumus dalam konflik akibat politik dan pemilu," kata dia.

Menurutnya pria yang wafat pada usia 83 tahun tersebut menginginkan agar demokrasi yang telah berjalan selama dua dekade tidak mengalami kemunduran.

Ia menyebutkan bahwa Habibie selalu menjadi lawan bicara yang baik mengenai topik apapun.

Baca juga: Anies tentang Habibie: Dia Memilih Pulang Saat Indonesia Baru Merangkak

"Berbicara dan berdiskusi dengan beliau kita dapat memberikan argumen-argumen penjelasan rasional. Di sana sebagai generasi muda kami tertantang untuk selalu berpikir rasional," tuturnya.

Diketahui, BJ Habibie meninggal dunia hari ini pada pukul 18.03 WIB. Menurut putra Habibie, Thareq Kemal Habibie, sang ayah meninggal dunia karena sudah berusia tua sehingga sejumlah organ dalam tubuhnya mengalami degenerasi. Salah satunya adalah jantung.

Habibie telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto sejak 1 September 2019.

Selama masa perawatan, Habibie ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[UPDATE 20 Januari]: Muncul 59 Kasus Baru, Total 5.339 Kasus di Kota Tangerang

[UPDATE 20 Januari]: Muncul 59 Kasus Baru, Total 5.339 Kasus di Kota Tangerang

Megapolitan
UPDATE 20 Januari: Bertambah 14 Kasus Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 4.410

UPDATE 20 Januari: Bertambah 14 Kasus Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 4.410

Megapolitan
Kejari Kota Tangerang Buat 2 Inovasi Cegah Percaloan Layanan Tilang

Kejari Kota Tangerang Buat 2 Inovasi Cegah Percaloan Layanan Tilang

Megapolitan
Pemkot Tangerang Akan Berlakukan Sitem Looping di Simpang Tiga Gondrong

Pemkot Tangerang Akan Berlakukan Sitem Looping di Simpang Tiga Gondrong

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Mogok, Kios Daging di Tangsel Tutup

Pedagang Daging Sapi Mogok, Kios Daging di Tangsel Tutup

Megapolitan
Hari Ke-12 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Tim Sar Evakuasi 1 Kantong Serpihan Pesawat

Hari Ke-12 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Tim Sar Evakuasi 1 Kantong Serpihan Pesawat

Megapolitan
Update 20 Januari: Jaktim Sumbang Kasus Terbesar Covid-19 di Jakarta

Update 20 Januari: Jaktim Sumbang Kasus Terbesar Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Polisi Tangkap Terduga Penguras ATM di Poris Indah

Polisi Tangkap Terduga Penguras ATM di Poris Indah

Megapolitan
Kuasa Hukum: John Kei Tak Ada di Lokasi Pembunuhan Anak Buah Nus Kei

Kuasa Hukum: John Kei Tak Ada di Lokasi Pembunuhan Anak Buah Nus Kei

Megapolitan
Jakarta Masuki Periode Puncak Penambahan Kasus Covid-19 Efek Libur Panjang

Jakarta Masuki Periode Puncak Penambahan Kasus Covid-19 Efek Libur Panjang

Megapolitan
Pengguna Layanan Hotline Isolasi PMI Meningkat Seiring Naiknya Kasus Covid-19

Pengguna Layanan Hotline Isolasi PMI Meningkat Seiring Naiknya Kasus Covid-19

Megapolitan
Pemkot Bekasi Gandeng 2 BUMN untuk Atasi Kelangkaan Daging Sapi

Pemkot Bekasi Gandeng 2 BUMN untuk Atasi Kelangkaan Daging Sapi

Megapolitan
Layanan Konsultasi untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19, Bisa Hubungi Nomor Ini!

Layanan Konsultasi untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19, Bisa Hubungi Nomor Ini!

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Mogok, Pemprov DKI Minta Masyarakat Pilih Sumber Protein Alternatif

Pedagang Daging Sapi Mogok, Pemprov DKI Minta Masyarakat Pilih Sumber Protein Alternatif

Megapolitan
Kuasa Hukum: Uang yang Diberikan John Kei ke Anak Buah Bukan untuk Bunuh Nus Kei

Kuasa Hukum: Uang yang Diberikan John Kei ke Anak Buah Bukan untuk Bunuh Nus Kei

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X