Kompas.com - 12/09/2019, 21:41 WIB
Industri pembakaran arang dan peleburan timah yang dikeluhkan warga Cilincing, Jakarta Utara. KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIIndustri pembakaran arang dan peleburan timah yang dikeluhkan warga Cilincing, Jakarta Utara.

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara mengeluhkan keberadaan industri rumahan pembakaran arang dari batok kelapa dan peleburan timah yang ada di Jalan Inspeksi Cakung Drain.

Alasannya, asap yang dikeluarkan dari sejumlah lapak tersebut kerap kali menyebabkan asap  tebal dan bau yang menyengat.

Warga Kampung Sawah, Kelurahan Semper Timur, Cilincing Sutiah (36) mengatakan asap yang dihasilkan dari industri rumahan itu membuat napas sesak dan mata perih.

"Rasanya kalau tiap hari lewat situ bau debu sama asap. Paling tajam itu debu timah.” kata Sutiah, ditemui saat menjemput anaknya di SDN Cilincing 07 Pagi Kamis (12/9/2019).

Sutiah menyebut bau dari asap tersebut tidak hanya tercium di sekitar tempat pembakaran arang tetapi sampai ke Kampung Sawah yang sejatinya sudah berbeda kelurahan dengan industri rumahan tersebut.

Sutiah yang harus melewati tempat pembakaran arang dan peleburan timah untuk mengantarkan anaknya itu mengaku khawatir dengan kesehatan anaknya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau anak selama ini sesak napas sih kayaknya enggak, tapi kalau batuk sering. Anak-anak sini sepertinya sering karena kalau ijin batuk pilek," ucapnya.

Baca juga: Lampu Semprong yang Ditinggal Menyala Diduga Jadi Penyebab Kebakaran di Cilincing

Hal serupa juga dirasakan oleh Ernawati (38) warga yang tinggal di Rusun Cilincing. Dia mengatakan, bau dari asap peleburan timah lebih tercium saat hujan turun.

"Pas lagi hujan baunya nyengat banget, awalnya saya tidak tahu kalau itu timah, tahunya pasir hitam, ternyata kata temen-temen timah," ucapnya.

Ia juga khawatir dengan kondisi kesehatan anaknya lantaran bersekolah di SD yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari sekolah.

Di sekolah yang dimaksud, bau arang memang sangat kuat tercium. Debu-debu tampak melekat pada hampir seluruh benda yang ada di ruang kelas. Lantai yang dilapisi keramik berwarna putih tampak menghitam.

Bergeser sedikit ke arah tempat pembakaran arang dan peleburan timah, bau menyengat semakin kuat tercium. Namun pada Kamis sore, hanya industri peleburan timah yang sedang beroperasi.

Kompas.com mencoba bertemu dengan pemilik dari usaha peleburan timah tersebut. Namun sang pemilik sedang tidak ada di lokasi.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Warga Ber-KTP Jakarta Pusat Belum Dapat Vaksinasi Covid-19

Banyak Warga Ber-KTP Jakarta Pusat Belum Dapat Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Pasien Covid-19 yang Isoman Bisa Jajan Bakso, Manajemen Hotel Akui Lalai

Pasien Covid-19 yang Isoman Bisa Jajan Bakso, Manajemen Hotel Akui Lalai

Megapolitan
53 Pasien OTG Masih Dirawat di Graha Wisata TMII, 15 di Antaranya Akan Pulang Hari Ini

53 Pasien OTG Masih Dirawat di Graha Wisata TMII, 15 di Antaranya Akan Pulang Hari Ini

Megapolitan
Tertangkap Basah Curi Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Ini Dipukuli hingga Babak Belur

Tertangkap Basah Curi Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Ini Dipukuli hingga Babak Belur

Megapolitan
Datangi Pasar Modern BSD, Kapolri Wanti-wanti Pengelola Awasi Alur Keluar Masuk Pengunjung

Datangi Pasar Modern BSD, Kapolri Wanti-wanti Pengelola Awasi Alur Keluar Masuk Pengunjung

Megapolitan
Sekwan Akui Foto Viral 'Vaksinasi Dosis Ketiga' untuk Influencer Diambil di Gedung DPRD DKI

Sekwan Akui Foto Viral "Vaksinasi Dosis Ketiga" untuk Influencer Diambil di Gedung DPRD DKI

Megapolitan
Pejelasan Polisi soal Tak Terlihat Petugas Periksa STRP di Pos Penyekatan Underpass Basura

Pejelasan Polisi soal Tak Terlihat Petugas Periksa STRP di Pos Penyekatan Underpass Basura

Megapolitan
RPTRA di Jakarta Dibuka untuk Kegiatan Vaksinasi Selama PPKM Level 4

RPTRA di Jakarta Dibuka untuk Kegiatan Vaksinasi Selama PPKM Level 4

Megapolitan
Satpol PP Sidak 156 Perkantoran di Jakbar, Izin Usaha 11 Kantor Dicabut Sementara

Satpol PP Sidak 156 Perkantoran di Jakbar, Izin Usaha 11 Kantor Dicabut Sementara

Megapolitan
Cerita Pegawai Saat Mal Tutup Selama PPKM, Gaji Tak Menentu hingga Jualan Online

Cerita Pegawai Saat Mal Tutup Selama PPKM, Gaji Tak Menentu hingga Jualan Online

Megapolitan
Viral Foto Vaksin Dosis Ketiga untuk Influencer di DPRD DKI, Sekwan Langsung Bantah

Viral Foto Vaksin Dosis Ketiga untuk Influencer di DPRD DKI, Sekwan Langsung Bantah

Megapolitan
Ini Tarif Hotel Tempat Isoman Anggota DPR di Jakarta, Berminat?

Ini Tarif Hotel Tempat Isoman Anggota DPR di Jakarta, Berminat?

Megapolitan
Negatif, Hasil Tes PCR Tukang Bakso yang Layani Pasien Covid-19

Negatif, Hasil Tes PCR Tukang Bakso yang Layani Pasien Covid-19

Megapolitan
Anies Klaim RS Lengang, Seperti Apa Situasi Terkini Pandemi Covid-19 di Jakarta?

Anies Klaim RS Lengang, Seperti Apa Situasi Terkini Pandemi Covid-19 di Jakarta?

Megapolitan
Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Tersisa 3.068 Orang dalam Perawatan

Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Tersisa 3.068 Orang dalam Perawatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X