Lama Tunggu PDI-P dan Demokrat, DPRD DKI Buka Opsi Langsung Tetapkan 3 Pimpinan

Kompas.com - 12/09/2019, 22:05 WIB
Pelantikan Anggota DPRD DKI periode 2019 - 2024 Jakarta di Ruang Paripurna, Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (26/8/2019) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGIPelantikan Anggota DPRD DKI periode 2019 - 2024 Jakarta di Ruang Paripurna, Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (26/8/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) DKI Jakarta nondefinitif Syarif mengatakan 3 pimpinan DPRD DKI Jakarta yang telah diserahkan namanya bisa dilantik dan disumpah jabatan lebih dulu.

Ketiga nama tersebut adalah Zita Anjani yang merupakan wakil ketua dari Fraksi PAN, Abdurrahman Suhaimi dari Fraksi PKS, dan Mohammad Taufik dari Fraksi Gerindra.

Ketiganya berposisi sebagai wakil ketua DPRD DKI Jakarta.

Hal ini bisa saja terjadi jika Fraksi PDI-P dan Fraksi Demokrat tak kunjung mengirimkan nama pimpinan.

"Tergantung dari kita sendiri. Kalau misalnya pengambilan sumpahnya belakangan, yang 3 itu disumpah lalu kan pimpinan bersifat kolektif kolegial," kata Syarif di lantai 3, gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Baca juga: DPRD DKI Akan Bersurat ke DPD PDI-P dan Demokrat soal Nama Pimpinan DPRD

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penetapan ini bisa dilakukan atau harus menunggu nama pimpinan hingga lengkap. Namun risikonya paripurna penetapan akan dilakukan dua kali.

"3 dulu diambil sumpah. Atau nunggu sampai genap 5 orang itu," ucapnya.

"(Yang sudah ada) PAN, PKS, Gerindra. Ya bisa bisa bisa. Hanya kan pimpinan sementara masih ada. Terus sampai mencicil yang dua itu," lanjut Syarif.

Karena PDI-P dan Demokrat belum mengirimkan nama untuk pimpinan maka DPRD DKI Jakarta akan kembali menyurati Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P dan Demokrat.

Pemberitahuan ini dilakukan agar penetapan pimpinan definitif DPRD DKI tak terus molor.

"Pimpinan definitifnya belum klop dua partai tadi. Ya kita bersurat sekarang ini bersurat mungkin dikirim besok. Ke pimpinan wilayah," tutup Syarif.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perampokan Handphone Sadis di Cipulir, Pelaku Dorong dan Bacok Korban yang Berjalan Sendirian

Perampokan Handphone Sadis di Cipulir, Pelaku Dorong dan Bacok Korban yang Berjalan Sendirian

Megapolitan
Protes PTM SD di Kota Tangerang Belum Digelar, Orangtua Siswa Diminta Bersabar

Protes PTM SD di Kota Tangerang Belum Digelar, Orangtua Siswa Diminta Bersabar

Megapolitan
Hari Kedua Pembukaan Bioskop di Bekasi, Masih Sepi Pengunjung

Hari Kedua Pembukaan Bioskop di Bekasi, Masih Sepi Pengunjung

Megapolitan
Perampok Sadis Bacok Tangan Perempuan yang Jalan Sendirian, Rampas Handphone

Perampok Sadis Bacok Tangan Perempuan yang Jalan Sendirian, Rampas Handphone

Megapolitan
Polisi: Pengendara Mobil yang Tabrak Pemotor hingga Patah Kaki di Rawa Buntu Tidak Mabuk

Polisi: Pengendara Mobil yang Tabrak Pemotor hingga Patah Kaki di Rawa Buntu Tidak Mabuk

Megapolitan
Tuduh Ibu Atta Halilintar Berhutang Rp 500 Juta, Youtuber Savas Dijerat UU ITE

Tuduh Ibu Atta Halilintar Berhutang Rp 500 Juta, Youtuber Savas Dijerat UU ITE

Megapolitan
Kronologi Pengendara Honda HRV Tabrak 3 Pemotor di Rawa Buntu

Kronologi Pengendara Honda HRV Tabrak 3 Pemotor di Rawa Buntu

Megapolitan
Berbagai Aturan Dilonggarkan, Seperti Apa Situasi Covid-19 Terkini di Jakarta?

Berbagai Aturan Dilonggarkan, Seperti Apa Situasi Covid-19 Terkini di Jakarta?

Megapolitan
Polisi Ungkap Home Industry Tembakau Sintetis yang Dikendalikan oleh Napi

Polisi Ungkap Home Industry Tembakau Sintetis yang Dikendalikan oleh Napi

Megapolitan
Pemprov DKI Dinilai Lempar Tanggung Jawab soal Kelanjutan Bansos Tunai

Pemprov DKI Dinilai Lempar Tanggung Jawab soal Kelanjutan Bansos Tunai

Megapolitan
Jual Konten MOLA secara Ilegal, 10 Orang Dilaporkan ke Bareskrim

Jual Konten MOLA secara Ilegal, 10 Orang Dilaporkan ke Bareskrim

Megapolitan
Kelanjutan Bansos Tunai Jakarta Belum Jelas, Politisi DPRD: Alihkan Anggaran Formula E

Kelanjutan Bansos Tunai Jakarta Belum Jelas, Politisi DPRD: Alihkan Anggaran Formula E

Megapolitan
Makelar Tanah Normalisasi Ciliwung, Warga: Mereka Minta Bagian 25 Persen

Makelar Tanah Normalisasi Ciliwung, Warga: Mereka Minta Bagian 25 Persen

Megapolitan
Disdik Kota Bekasi Berencana Izinkan Kegiatan Ekstrakurikuler SD dan SMP

Disdik Kota Bekasi Berencana Izinkan Kegiatan Ekstrakurikuler SD dan SMP

Megapolitan
Soal Tuduhan Ibu Atta Halilintar Berhutang Rp 500 Juta, Polisi Tangkap dan Tahan Youtuber Savas

Soal Tuduhan Ibu Atta Halilintar Berhutang Rp 500 Juta, Polisi Tangkap dan Tahan Youtuber Savas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.