Kena Pneumonia, Guru di Cilincing Sempat Membaik Saat Tak Hirup Asap Peleburan Timah

Kompas.com - 12/09/2019, 22:42 WIB
Industri pembakaran arang dan peleburan timah yang dikeluhkan warga Cilincing, Jakarta Utara. KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIIndustri pembakaran arang dan peleburan timah yang dikeluhkan warga Cilincing, Jakarta Utara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi S (48), guru SDN Cilincing 07 Pagi yang mengidap pneumonia akut sempat membaik ketika ia tidak mengajar di sekolah tersebut.

Sebagai informasi, S mengalami pneumonia diduga akibat sering menghirup asap dari industri rumah tangga pembuatan arang dari batok kelapa dan peleburan timah yang berada tidak jauh dari sekolah tempat ia mengajar.

DRS (37) istri dari S mengatakan, suaminya pertama kali didiagnosa terkena pneumonia pada awal Maret 2019 tersebut. Kala itu S sempat dirawat inap di RS Pelabuhan Jakarta selama seminggu.

"Terus disuruh bed rest di rumah 1 minggu. Setelah itu kebetulan bulan Maret itu libur Ramadhan terus menjelang Idul Fitri jadi dia enggak kerja. Dari situ kan menunjukkan perbaikan," kata DRS.

Awal tahun ajaran 2019/2020 pada bulan Juli, S kembali mengajar di SD tersebut. Namun pada tanggal 1 Agustus 2019 suaminya kembali sesak nafas.

Baca juga: Warga Keluhkan Industri Peleburan Timah di Cilincing yang Bikin Sesak Napas

Selain itu, penyakit jantung dan diabetess yang dimiliki S juga ikut kambuh. Akibatnya S harus dirawat di RSUD Koja selama 14 hari.

"Tanggal 29 Agustus masuk (RSUD Koja) lagi, sampai sekarang belum pulang," tuturnya.

DRS kemudian menjelaskan bahwa jarak antara rumahnya menuju sekolah tersebut lebih kuran dua kilometer. Puluhan tahun mengajar di SD tersebut, suaminya terus menghirup asap pembakaran arang dan peleburan timah setiap harinya.

DRS sendiri pernah merasakan betapa berbahayanya asap tersebut. Matanya pernah kemasukan serpihan arang saat kebetulan melewati industri rumahan itu.

Baca juga: Seorang Guru di Cilincing Terkena Pneumonia Akut, Diduga karena Hirup Asap Peleburan Limbah

Awalnya ia mengira hanya kelilipan debu biasa. Namun, tiga hari ia sulit melihat dan matanya terus menerus berair.

"Saya sempat ke dokter karena dia kan nyelip di bawah kelopak mata serpihannya. Enggak bisa diambil sendiri. Jadi mesti diambil sama dokter," ujarnya.

Adapun warga Cilincing, Jakarta Utara memang mengeluhkan keberadaan dari industri pembakaran arang dan peleburan timah yang ada di Jalan Inspeksi Cakung Drain.

Asap yang bau dan menyakiti mata dari industri rumahan tersebut dianggap mengganggu aktivitas warga. Terlebih lagi jarak dari industri tersebut menuju SD Cilincing 07 Pagi yang hanya beberapa ratus meter membuat warga khawatir dengan kondisi kesehatan anak mereka.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Megapolitan
Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Megapolitan
Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Megapolitan
Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Megapolitan
Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Megapolitan
Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Megapolitan
Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

Megapolitan
Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Megapolitan
Revitalisasi Monas Terhambat Legalitas, Apa yang Dilakukan Pemprov DKI?

Revitalisasi Monas Terhambat Legalitas, Apa yang Dilakukan Pemprov DKI?

Megapolitan
Melihat Sembahyang Imlek di Wihara Dharma Bakti Petak Sembilan

Melihat Sembahyang Imlek di Wihara Dharma Bakti Petak Sembilan

Megapolitan
Ini Lokasi dan Rangkaian Acara Perayaan Imlek di Jakarta

Ini Lokasi dan Rangkaian Acara Perayaan Imlek di Jakarta

Megapolitan
Jejak Orang Tionghoa dalam Roti Gambang dan Es Teler

Jejak Orang Tionghoa dalam Roti Gambang dan Es Teler

Megapolitan
Asal-usul Jalan Perniagaan, Perkampungan Masyarakat Keturunan Tionghoa di Jakarta

Asal-usul Jalan Perniagaan, Perkampungan Masyarakat Keturunan Tionghoa di Jakarta

Megapolitan
Perkiraan Cuaca Tahun Baru Imlek 2571, Jakarta Dilanda Hujan dan Petir

Perkiraan Cuaca Tahun Baru Imlek 2571, Jakarta Dilanda Hujan dan Petir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X