Mengantar Habibie ke Pusara, Kembali di Samping Ainun

Kompas.com - 13/09/2019, 08:41 WIB
Personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengusung peti jenazah almarhum Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie menuju liang lahat saat tiba di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, Kamis (12/9/2019). BJ Habibie meninggal dunia pada hari Rabu (11/9/2019) pukul 18.05 WIB setelah menjalani perawatan di RSPAD. ANTARA FOTO/Wahyu Putro APersonel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengusung peti jenazah almarhum Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie menuju liang lahat saat tiba di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, Kamis (12/9/2019). BJ Habibie meninggal dunia pada hari Rabu (11/9/2019) pukul 18.05 WIB setelah menjalani perawatan di RSPAD.
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Malam itu tampak tidak biasa di kios bunga Rawajati, Kalibata, Jakarta Selatan. Sejak malam pedagang mulai disibukkan dengan kedatangan puluhan orang ke dalam toko.

Mereka datang untuk memesan satu karangan bunga yang sama, yakni bertuliskan "Turut Berduka Cita" dan dikirimkan ke satu alamat yang sama di Jalan Patra Kuningan XIII Blok L15/7 No 5, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Rabu (11/9/2019).

Siapa sangka, bunga itu dikirimkan atas nama Bacharuddin Jusuf Habibie. Ya, sore itu menjadi sore terakhir yang dijalani Habibie selama hidupnya. Dia meninggal dunia pukul 18.05 di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Seketika, rumah presiden ke-3 RI yang semula sepi berubah jadi ramai. Karangan bunga berdatangan, wartawan berkerumunan memenuhi jalan, tokoh–tokoh besar pun hadir.

Baca juga: Kenangan BJ Habibie di Mata Tokoh Nasional, Joko Widodo hingga Bamsoet

Tidak lama berselang, jenazah sang pencipta pesawat N250 pun disemayamkan di kediamnya sebelum dimakamkan pada esok hari. Sesuai dengan permintaanya semasa hidup, Habibie akan dimakamkan di samping pusara sang istri, Hasri Ainun Habibie.

Hari mulai berganti, namun kabut duka masih tetap sama. Suasana berkabung masih sangat terasa sejak Kamis (12/9/2019) pagi.

Mereka yang tidak percaya dengan kepergian Habibie bergantian membuat posting kalimat berkabung di media sosial. Kalimat-kalimat duka dalam posting itu seakan menjadi mewakili masyarakat Indonesia yang tidak bisa mengantar Habibie ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Kamis pagi, rumah Habibie kian ramai. Bukan hanya diramaikan awak media, warga juga berbondong–bondong ingin melihat presiden ketiga RI untuk terakhir kalinya.

Bukan hanya di kediaman Habibie, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan tempat Habibie dan Ainun akan bersama lagi juga sudah ramai sedari pagi.

Satu per satu wajah–wajah yang akrab di layar kacar hingga mereka yang tidak dikenali sama sekali, berkumpul menjadi satu untuk menyambut kedatangan salah satu putra terbaik bangsa ini.

Andi Cing Cing salah satunya. Wanita berusia 50 tahun ini datang langsung dari Kalimantan Selatan. Dia merupakan tetangga Habibie semasa tinggal di Parepare.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Motor yang Beraksi di Wilayah Tangsel

Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Motor yang Beraksi di Wilayah Tangsel

Megapolitan
Kapolsek Kalideres Sebut Tidak Ada Indikasi Pilot Wings Air Dibunuh

Kapolsek Kalideres Sebut Tidak Ada Indikasi Pilot Wings Air Dibunuh

Megapolitan
Pilot Wings Air Diduga Bunuh Diri, Ini Tanggapan Lion Air Group

Pilot Wings Air Diduga Bunuh Diri, Ini Tanggapan Lion Air Group

Megapolitan
Pemprov DKI Kesulitan Kuras Saluran Air di Sunter Sebelum Penggusuran

Pemprov DKI Kesulitan Kuras Saluran Air di Sunter Sebelum Penggusuran

Megapolitan
Soal Ormas Kelola Parkir, DPRD Kota Bekasi akan Panggil Pengusaha Minimarket

Soal Ormas Kelola Parkir, DPRD Kota Bekasi akan Panggil Pengusaha Minimarket

Megapolitan
Diduga Bunuh Diri, Pilot Wings Air Ditemukan Tewas di Kamar Indekos

Diduga Bunuh Diri, Pilot Wings Air Ditemukan Tewas di Kamar Indekos

Megapolitan
10 Tahun Dagang di Sunter, Pedagang Minta Dibina Pemprov DKI

10 Tahun Dagang di Sunter, Pedagang Minta Dibina Pemprov DKI

Megapolitan
9 Bulan Ormas Kelola Parkir Minimarket, Hanya Rp 1,2 Miliar Masuk Kas Daerah

9 Bulan Ormas Kelola Parkir Minimarket, Hanya Rp 1,2 Miliar Masuk Kas Daerah

Megapolitan
Dalam Sidang, Hakim Konfirmasi Kabar Nunung Jual 4 Rumah

Dalam Sidang, Hakim Konfirmasi Kabar Nunung Jual 4 Rumah

Megapolitan
Komisi III DPRD Bekasi Nilai Salah Langkah Bapenda Tunjuk Anggota Ormas Kelola Parkir Minimarket

Komisi III DPRD Bekasi Nilai Salah Langkah Bapenda Tunjuk Anggota Ormas Kelola Parkir Minimarket

Megapolitan
Menanggung Hidup Keluarga Besar, Nunung Minta Hakim Ringankan Vonis

Menanggung Hidup Keluarga Besar, Nunung Minta Hakim Ringankan Vonis

Megapolitan
Setu Sawangan di Depok 'Menguning' Setahun Sekali, Ini Sebabnya...

Setu Sawangan di Depok "Menguning" Setahun Sekali, Ini Sebabnya...

Megapolitan
PAD Bekasi Minus Rp 1 Triliun, Pemkot akan Optimalkan Reklame dan PBB

PAD Bekasi Minus Rp 1 Triliun, Pemkot akan Optimalkan Reklame dan PBB

Megapolitan
Polisi Tembak Kaki 3 Pembobol Showroom Motor di Pamulang, Seorang Kena Bokong

Polisi Tembak Kaki 3 Pembobol Showroom Motor di Pamulang, Seorang Kena Bokong

Megapolitan
Antisipasi Kampanye Hitam Pilkades, Polresta Tangerang Turunkan Personel Khusus

Antisipasi Kampanye Hitam Pilkades, Polresta Tangerang Turunkan Personel Khusus

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X