Khansa Aathira, Korban Tol Purbaleunyi Sempat Baca Pesan Ibunya Sebelum Tabrakan Terjadi

Kompas.com - 13/09/2019, 14:55 WIB
Rumah Khansa Aathira di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVARumah Khansa Aathira di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2019).
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana duka menyelimuti kediaman Khansa Aathira, di Cempaka Putih, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Khansa ialah satu dari korban tewas kecelakaan beruntun Tol Purbaleunyi yang baru saja teridentifikasi.

Ia mahasiswi pascarsajana ITB jurusan SBM (School Of Business and Management).

Pantauan Kompas.com di lokasi, tampak di depan kediaman Khansa dipenuhi sejumlah karangan bunga kiriman kawan-kawannya sebagai bentuk doa untuk Khansa yang telah pulang ke pangkuan Tuhan.

Baca juga: Fakta Baru 4 Jenazah Korban Kecelakaan Tol Purbaleunyi

Saat ditemui di kediamannya, Harlina, ibu dari Khansa mengaku tak menyangka jika anaknya menjadi salah satu korban kecelakaan itu. Sebab, Khansa berjanji akan pulang pada hari Rabu (11/9/2019) lalu.

Bahkan, melihat kabar di media sosial tentang kecelakaan di Tol Purbaleunyi, tak terbesit di pikiran Harlina jika anak bungsunya itu termasuk salah satu korban. 

“Orang jam 11.38 WIB itu saya masih Whatsapp-an dan dia sendiri pun sempat baca percakapan mereka. Tapi ternyata dia sudah tidak ada,” ujar Harlina saat ditemui di kediamannya, Jumat (13/9/2019).

Meski telah membaca pesan dari ibunya, Khansa tak membalas pesannya. Lalu beberapa saat kemudian, Harlina mencoba menghubungi lagi anaknya.

Baca juga: Tesis yang Tak Sempat Diselesaikan Khansa, Mahasiswi ITB Korban Kecelakaan Tol Purbaleunyi

Namun, sayangnya, tak ada kabar yang didapatkan dari anaknya hingga akhirnya ia menelpon tempat anaknya ngekos.

“Waktu itu ibu kosnya bilang kalau Khansa berangkat ke kampus pagi dari kosan. Lalu saya tanya ke teman-temannya terdekat kalau ternyata Khansa bilang mau pulang,” ucap wanita berkerudung ini.

Namun, dia bingung karena anaknya tak kunjung sampai ke rumahnya. Bahkan ponselnya tak lagi bisa dihubungi.

Baca juga: Duka untuk Umayah, Guru Idola Korban Kecelakaan Tol Purbaleunyi yang Wafat Bersama Sahabat

Khawatir pun menghantui pikirannya karena tak seperti biasa Khanza pergi tanpa kabar. 

“Dia itu tidak pernah berhenti komunikasi sama saya. Saya selalu chat bahkan video call rutin setiap hari sama dia,” kata Harlina.

Ermansyah, ayah dari korban kecelakaan Tol Purbaleunyi bernama Khansa Athira saat menerima jenazah Khansa dari pihak Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (12/9/2019).KOMPAS.COM/DEAN PAHREVI Ermansyah, ayah dari korban kecelakaan Tol Purbaleunyi bernama Khansa Athira saat menerima jenazah Khansa dari pihak Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (12/9/2019).

Harlina bersama suaminya, Ermansyah Tahir pun berniat ke Bandung untuk mencari anaknya.

Saat itu, yang hanya dipikirkan Harlina ialah mencari anaknya yang hilang.

“Kami itu pikirnya anak saya diculik saja begitu, tidak ada pikiran lainnya,” kata Harlina.

Saat perjalanan ke Bandung, Ermansyah, ayah Khansa pun meminta temannya yang juga anggota Polri untuk melacak ponsel anaknya itu.

Baca juga: Di Hari Kecelakaan Beruntun Tol Cipularang, Iwan Sengaja Bekerja untuk Beli Sepatu Anak

“Nah pas dilacak ternyata terakhir itu ponsel anak saya di Tol Purbaleunyi KM 91,” ujar Ermansyah.

Sebanyak 20 kendaraan terlibat kecelakaan beruntun di tol Purbaleunyi, Senin (2/9/2019).Handout Sebanyak 20 kendaraan terlibat kecelakaan beruntun di tol Purbaleunyi, Senin (2/9/2019).

Tak menunggu lama, akhirnya ia pun bergegas berbalik ke Polres Karawang untuk mengecek mobil Mazda B 411 AT warna hitam yang dibawa anaknya.

Nyatanya, benar saja mobil itu ada di Polres Karawang dengan keadaan terbakar habis.

“Langsung saya juga ke Rumah Sakit MH Thamrin untuk menyerahkan data DNA anak saya,” ucap Ermansyah.

Tangis, hancur, terpukul semua campur aduk dirasakan oleh Hermansyah. Ia tak menyangka anak yang dibanggakan di keluarga telah tiada.

Rencananya Akan Lanjutkan S3

Khansa, wanita umur 23 tahun yang saat ini duduk di bangku mahasiswi S2 di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) hampir menyelesaikan kuliahnya.

Bahkan rencananya, Khansa akan menyelesaikan S2 nya pada Desember 2019 dan wisuda pada Januari 2020.

“Dia sebentar lagi lulus kuliah dan rencananya akan melanjutkan S3,” kata Ermansyah.

Bahkan Khansa pun berencana akan membiayai kuliahnya sendiri saat S3 nanti.

Sebab ia kala itu tengah mencari pekerjaan untuk biaya melanjutkan kuliahnya.

“Dia bilang ‘aku tidak mau repotkan ayah, aku kerja aja biaya sendiri yah buat kuliah’, saya selalu bangga kemauan dia,” ucap Ermansyah.

Adapun Khansa merupakan satu dari empat jenazah korban kecelakaan tersebut yang berhasil diidentifikasi RS Polri. Tiga jenazah lainnya yakni, Umayah Ulfah (25) warga Bekasi Utara, Nailisma (22) warga Bogor, Jawa Barat, Lela Yuliantika (40) warga Bandung, Jawa Barat.

Usai serah terima jenazah dari pihak RS Polri, jenazah Khansa langsung dibawa ke rumah duka di daerah Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, kecelakaan beruntun terjadi di kilometer 91+200 Tol Purbaleunyi segmen Cipularang, Senin pekan lalu.

Kecelakaan melibatkan 20 kendaraan dan mengakibatkan 8 orang meninggal dunia. Puluhan pengendara lainnya mengalami luka-luka.

Polisi juga telah menetapkan dua tersangka yaitu S dan DH.

Keduanya ditetapkan menjadi tersangka karena dinilai lalai sehingga menyebabkan orang lain meninggal dunia dan terdapat kerugian materil.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 16 Januari: Ada 4.275 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tambah 37

UPDATE 16 Januari: Ada 4.275 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tambah 37

Megapolitan
UPDATE: Tim SAR Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Terima 9 Kantong Temuan dari Bakamla dan KRI Kurau

UPDATE: Tim SAR Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Terima 9 Kantong Temuan dari Bakamla dan KRI Kurau

Megapolitan
Diduga Korsleting, Mobil Terbakar di Jalan Tol Layang Wiyoto Wiyono

Diduga Korsleting, Mobil Terbakar di Jalan Tol Layang Wiyoto Wiyono

Megapolitan
UPDATE Sabtu Sore: Basarnas Terima 17 Kantong Jenazah Potongan Tubuh dan Sekantong Barang Pribadi Korban Sriwijaya Air

UPDATE Sabtu Sore: Basarnas Terima 17 Kantong Jenazah Potongan Tubuh dan Sekantong Barang Pribadi Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
3.536 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, Tertinggi Selama Pandemi

3.536 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
KPAI Minta Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Jakarta Barat Dihukum Berat

KPAI Minta Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Jakarta Barat Dihukum Berat

Megapolitan
Pramugari Korban Sriwijaya Air Dikenang Rekannya sebagai Sosok yang Mengayomi dan Humoris

Pramugari Korban Sriwijaya Air Dikenang Rekannya sebagai Sosok yang Mengayomi dan Humoris

Megapolitan
Positif Covid-19, 79 Penghuni Panti Yayasan Tri Asih di Kebon Jeruk Jalani Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, 79 Penghuni Panti Yayasan Tri Asih di Kebon Jeruk Jalani Isolasi Mandiri

Megapolitan
Ajakan Terbang Bareng yang Tak Pernah Terwujud...

Ajakan Terbang Bareng yang Tak Pernah Terwujud...

Megapolitan
Tangis Haru dan Kumandang Salawat Sambut Jenazah Pramugari Korban Sriwijaya Air

Tangis Haru dan Kumandang Salawat Sambut Jenazah Pramugari Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
Kisah Perjuangan Pedagang Tanaman Hias di Depok hingga Dapat Barter Rumah Rp 500 Juta

Kisah Perjuangan Pedagang Tanaman Hias di Depok hingga Dapat Barter Rumah Rp 500 Juta

Megapolitan
Masuk Hari Ke-8, Tim SAR Fokus Cari 3 Obyek Pencarian Sriwijaya Air 182

Masuk Hari Ke-8, Tim SAR Fokus Cari 3 Obyek Pencarian Sriwijaya Air 182

Megapolitan
Tangis Keluarga Pramugari Korban Sriwijaya Air, Sang Ayah Terus Pandangi Peti Jenazah Putrinya

Tangis Keluarga Pramugari Korban Sriwijaya Air, Sang Ayah Terus Pandangi Peti Jenazah Putrinya

Megapolitan
5.563 KK di Kepulauan Seribu Akan Terima BST Rp 300.000 Mulai 25 Januari

5.563 KK di Kepulauan Seribu Akan Terima BST Rp 300.000 Mulai 25 Januari

Megapolitan
Anies Terbitkan Aturan Soal Masker Kain di DKI Jakarta, Ini Ketentuan dan Sanksi buat Pelanggar

Anies Terbitkan Aturan Soal Masker Kain di DKI Jakarta, Ini Ketentuan dan Sanksi buat Pelanggar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X