Pemprov DKI Sebut Pemilik Industri Peleburan Timah di Cilincing Bersedia Alih Profesi

Kompas.com - 13/09/2019, 15:59 WIB
Industri pembakaran arang dan peleburan timah yang dikeluhkan warga Cilincing, Jakarta Utara. KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIIndustri pembakaran arang dan peleburan timah yang dikeluhkan warga Cilincing, Jakarta Utara.
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih mengatakan, para pelaku industri pembakaran arang batok kelapa dan peleburan timah di Jalan Inspeksi Cakung Drain, Cilincing, Jakarta Utara, bersedia beralih profesi.

Mereka menyatakan kesediaannya saat menghadiri rapat koordinasi bersama Camat Cilincing dan Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Cilincing pada 21 Agustus 2019.

"Para pengusaha menyanggupi penghentian kegiatan pembakaran arang dan alumunium dan beralih profesi menjadi penyalur arang dari luar kota," ujar Andono dalam keterangan tertulis, Jumat (13/9/2019).


Menurut Andono, para pelaku industri industri pembakaran arang batok kelapa dan peleburan timah meminta waktu satu bulan sejak rapat tersebut untuk beralih profesi.

Baca juga: Kata Anies, Lapak Pembakaran Arang dan Peleburan Timah di Cilincing Akan Ditutup

Para pelaku industri itu juga bersedia mengubah waktu pembakaran menjadi pukul 18.00-06.00 WIB. Pembakaran biasanya dilakukan selama 24 jam.

"Pemilik usaha meminta waktu selama satu bulan untuk menyelesaikan pesanan dan kewajiban usaha kepada pihak lain," kata Andono.

Sebelumnya diberitakan, puluhan lapak yang kerap mengeluarkan asap tebal dan bau menyengat ini dikeluhkan oleh warga sekitar.

Bahkan, salah seorang guru SDN Cilincing 07 pagi berinisial S mengalami pneumonia akut. Diduga penyakit gangguan pernapasan itu disebabkan oleh paparan asap pembakaran arang dan peleburan timah yang tak jauh dari sekolah tersebut.

S didiagnosa menderita pneumonia sejak awal Maret 2019 lalu. Sejak itu, ia sudah tiga kali diopname di rumah sakit.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X