Fraksi Golkar Minta Pemprov DKI Lebih Tegas Awasi Industri yang Cemarkan Udara

Kompas.com - 13/09/2019, 19:46 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi Golkar Judistira Hermawan di lantai 4, Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2019) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGIAnggota DPRD DKI Jakarta fraksi Golkar Judistira Hermawan di lantai 4, Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Golkar Judistira Hermawan meminta agar pengawasan terhadap asap yang berasal dari pabrik lebih intensif dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta maupun Suku Dinas Lingkungan Hidup di masing-masing wilayah.

Hal ini untuk menanggapi kasus puluhan lapak pembakaran arang batok kelapa dan peleburan timah di Cilincing, Jakarta Utara. 

Industri itu menghasilkan asap yang mencemari lingkungan dan mengganggu warga sekitar.


"Terkait penindakan yang dilakukan ya memang sudah seharusnya. Saya juga mendukung Gubernur untuk penindakan tapi untuk segi pengawasan harus dari lama dilakukan jangan baru sekarang. Polusi itu kan sudah bahaya apalagi sampai ada impact ke masyarakat. Nah memang Sudinnya ini harus lebih berfungsi pengawasannya," ucap Judistira saat dihubungi Kompas.com, Jumat (13/9/2019).

Penanganan pencemaran udara sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Baca juga: Pemprov DKI Sebut Pemilik Industri Peleburan Timah di Cilincing Bersedia Alih Profesi

Pabrik maupun usaha yang menghasilkan asap mau tidak mau harus mengikuti persyaratan untuk menyediakan alat pengukur baku mutu asap.

"Pabrik dan usaha memang harus menuruti aturan menyediakan alat pengecekan cerobong asap, tapi segala pengewasan pemeriksaan dari Sudin. Kita tidak bisa mengharapkan mereka lapor," kata dia.

Mengenai rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menutup usaha pembakaran arang dan peleburan timah, dia mengingatkan itu harus sesuai prosedur.

Prosedur tersebut adalah dengan memberikan peringatan, permintaan perbaikan tempat, dan alat. Jika tak dihiraukan baru ditutup.

Baca juga: Kata Anies, Lapak Pembakaran Arang dan Peleburan Timah di Cilincing Akan Ditutup

"Ya saya pikir ada tahapan-tahapannya. Tahap pertama peringatan, kedua apakah ada perbaikan tempat. Karena kalau memang belum ada perbaikan, baru ditutup. Karena kalau langsung ditutup juga kan orang kehilangan tempat usaha," tuturnya.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X