Anies Berharap Ajang Lari Jakarta Kizuna Ekiden Pererat Hubungan RI-Jepang

Kompas.com - 15/09/2019, 07:52 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Pantai Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (14/9/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAGubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Pantai Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (14/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan, ajang lari estafet Jakarta Kizuna Ekiden menggambarkan hubungan diplomatik antara Jepang dan Indonesia.

Dia menyebut, ajang lari itu bisa mempererat hubungan antara kedua negara.


"Olahraga ini, Insha Allah, namanya saja estafet, artinya kerja kelompok. Harapannya nanti memperkuat persaudaraan antara Jepang dan Indonesia," kata Anies saat membuka penyelenggaraan ajang lari tersebut di Parkir Timur, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada Minggu (15/9/2019).

Baca juga: Anies Wajibkan Pabrik Bercerobong Asap Punya Alat Ukur Polusi

Anies mengaku telah menghadiri penyelenggaraan ajang lari tersebut empat kali. Ia melihat adanya tantangan pada penyelenggaraan tahun pertama ajang lari tersebut.

Kendati demikian, tantangan tersebut dapat diatasi dengan adanya komitmen dan kedisiplinan antara kedua negara.

Anies juga mengatakan, ajang lari itu diharapkan dapat mempererat hubungan bidang ekonomi antar kedua negara, di antaranya menarik minat investor Jepang untuk berinvestasi di Indonesia.

"Kita berharap hubungan G2G (government to government) yang sudah berjalan amat baik, B2B (business to business) juga bisa begitu. Kita tahu salah satu pelaku investasi terbesar di Indonesia adalah dari Jepang dan proyek-proyek pembangunan bersama Jepang juga banyak," ujar Anies.

Ajang lari estafet Jakarta Kizuna Ekiden merupakan kerja sama antara Harian Kompas bersama surat kabar Jepang, Mainichi Shimbun.

Baca juga: Gubernur Anies: PKL di Trotoar demi Kesetaraan

Ajang Jakarta Kizuna Ekiden sudah berlangsung sejak tahun 2014, dan tahun ini memasuki edisi ke-6. Tahun ini disebutkan ada 600 tim yang berpartisipasi,

Ekiden sendiri merupakan semacam lomba lari maraton asal Jepang. Namun, bedanya tidak memakai tongkat, melainkan sebuah kain yang dinamakan tasuki.

Setiap tim terdiri dari 4 pelari yang satu di antaranya wajib orang Indonesia, atau sebaliknya (3 orang Indonesia dan satu orang Jepang).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidak ke Lokasi Revitalisasi Monas, Ketua DPRD DKI Minta Proyek Dihentikan

Sidak ke Lokasi Revitalisasi Monas, Ketua DPRD DKI Minta Proyek Dihentikan

Megapolitan
Bajing Loncat di Cilincing Manfaatkan Kemacetan Saat Beraksi

Bajing Loncat di Cilincing Manfaatkan Kemacetan Saat Beraksi

Megapolitan
Ini Kronologi Penemuan Mayat WN Austria di Kamar Indekos di Setiabudi

Ini Kronologi Penemuan Mayat WN Austria di Kamar Indekos di Setiabudi

Megapolitan
Kronologi Penumpang Transjakarta yang Diserang Perempuan hingga Leher Tersayat

Kronologi Penumpang Transjakarta yang Diserang Perempuan hingga Leher Tersayat

Megapolitan
Gugatan Reklamasi Pulau M, Gubernur Anies Menang di Tingkat Banding

Gugatan Reklamasi Pulau M, Gubernur Anies Menang di Tingkat Banding

Megapolitan
Warga BPI Keluhkan Tandon yang Dangkal, Camat Pamulang Ajukan Pengerukan Ke Dinas PU

Warga BPI Keluhkan Tandon yang Dangkal, Camat Pamulang Ajukan Pengerukan Ke Dinas PU

Megapolitan
PTUN Batalkan SK Anies soal Pencabutan Izin Reklamasi Pulau F

PTUN Batalkan SK Anies soal Pencabutan Izin Reklamasi Pulau F

Megapolitan
Dua Remaja di Cilincing Jadi Bajing Loncat untuk Main Game Online

Dua Remaja di Cilincing Jadi Bajing Loncat untuk Main Game Online

Megapolitan
Polisi Sebut Pria yang Tewas di Kamar Kost Setiabudi Merupakan Warga Austria

Polisi Sebut Pria yang Tewas di Kamar Kost Setiabudi Merupakan Warga Austria

Megapolitan
Beraksi di Ruang Publik, Eksibisionis Bisa Dijerat UU Pornoaksi tanpa Aduan Korban

Beraksi di Ruang Publik, Eksibisionis Bisa Dijerat UU Pornoaksi tanpa Aduan Korban

Megapolitan
Kamera ETLE Identifikasi Pelat Nomor Jakarta, Bagaimana dengan Pelanggaran oleh Plat Nomor Pendatang?

Kamera ETLE Identifikasi Pelat Nomor Jakarta, Bagaimana dengan Pelanggaran oleh Plat Nomor Pendatang?

Megapolitan
Dinkes DKI Minta Seluruh Petugas Medis Siapkan Alat Pelindung Diri Hadapi Pasien Corona

Dinkes DKI Minta Seluruh Petugas Medis Siapkan Alat Pelindung Diri Hadapi Pasien Corona

Megapolitan
Bandara Soetta Pastikan Penumpang yang Meninggal di Terminal 3 Bukan karena Corona

Bandara Soetta Pastikan Penumpang yang Meninggal di Terminal 3 Bukan karena Corona

Megapolitan
Polisi Tangkap Dua Bajilo yang Beraksi di Kolong Truk Saat Macet di Cilincing

Polisi Tangkap Dua Bajilo yang Beraksi di Kolong Truk Saat Macet di Cilincing

Megapolitan
Kontraktor Sebut Pepohonan di Monas Sudah Ditebang Sejak Oktober 2019

Kontraktor Sebut Pepohonan di Monas Sudah Ditebang Sejak Oktober 2019

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X