Fraksi PDI-P Minta Pabrik yang Keluarkan Limbah Asap Ikut Aturan Main di Jakarta

Kompas.com - 16/09/2019, 10:13 WIB
Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga, Senin (5/3/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARSekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga, Senin (5/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI-P Pandapotan Sinaga meminta agar seluruh pengusaha di bidang industri maupun pabrik yang menghasilkan asap untuk mengikuti standar baku mutu dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Hal ini untuk menanggapi kasus asap dari puluhan lapak pembakaran arang batok kelapa dan peleburan timah di Cilincing, Jakarta Utara yang mencemari lingkungan dan mengganggu warga sekitar.

"Harusnya mereka harus aturan main. Sediakan pengukur asap sesuai permintaan Dinas LH, laporkan secara rutin. Sudahlah jangan mau enak saja terus mencemari mau tak mau mereka harus bertanggung jawab," ucap Pandapotan saat dihubungi Kompas.com, Senin (16/9/2019) pagi.


Selain pengusaha yang diminta bertanggung jawab secara langsung, Pandapotan juga meminta Dinas LH DKI Jakarta untuk segera menertibkan usaha industri dan pabrik yang melanggar aturan.

Baca juga: Pemilik Usaha Pembakaran Arang di Cilincing: Anak Saya Lahir di Tengah Asap, Sehat Sampai Sekarang

Menurutnya pengawasan terhadap pabrik yang mencemari lingkungan harus lebih digiatkan mengingat polusi udara Jakarta sudah berada dalam level buruk.

"Itu mau kita minta supaya makin ketat pengawasan. Agar risiko makin kecil polusi udara kita kan makin jelek," kata dia.

Pandapotan yang pada periode 2014-2019 menjabat sebagai wakil ketua komisi D ini pun menyarankan agar Dinas LH DKI Jakarta merekrut lebih banyak pekerja agar pengawasan lebih maksimal.

"Tetapi harus diperketat mungkin Dinas LH keterbatasan orang bila perlu rekrut lagi orang maksimalkan pengawasan," ujarnya.

Baca juga: Diprotes Warga, Pemilik Usaha Pembakaran Arang di Cilincing Minta Dicarikan Lokasi Baru

Sebelumnya, warga Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara mengeluhkan keberadaan industri rumahan pembakaran arang dari batok kelapa dan peleburan timahyang ada di Jalan Inspeksi Cakung Drain.

Alasannya, asap yang dikeluarkan dari sejumlah lapak tersebut kerap kali menyebabkan asap  tebal dan bau yang menyengat.

Akibatnya, salah seorang guru SDN Cilincing 07 pagi berinisial S mengalami pneumonia akut.

Diduga penyakit gangguan pernapasan itu disebabkan oleh paparan asap pembakaran arang dan peleburan timah yang tak jauh dari sekolah tersebut.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

Megapolitan
SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

Megapolitan
Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Megapolitan
Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Megapolitan
Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Megapolitan
9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Megapolitan
Polisi Kembali Amankan Terduga Teroris di Tambun Selatan, Malam Ini

Polisi Kembali Amankan Terduga Teroris di Tambun Selatan, Malam Ini

Megapolitan
PPD Menegaskan Tak Terkait dengan Korupsi Pengadaan Bus Transjakarta

PPD Menegaskan Tak Terkait dengan Korupsi Pengadaan Bus Transjakarta

Megapolitan
Cemburu Buta, Pemuda Tusuk Teman Pacarnya di Kembangan

Cemburu Buta, Pemuda Tusuk Teman Pacarnya di Kembangan

Megapolitan
Artis Sinetron Vicky Nitinegoro Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Artis Sinetron Vicky Nitinegoro Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Operator Klaim Bus Transjakarta Zhong Tong Bukan Terbakar, tapi Hanya Kesalahan Mesin

Operator Klaim Bus Transjakarta Zhong Tong Bukan Terbakar, tapi Hanya Kesalahan Mesin

Megapolitan
Operator Jamin Keamanan Bus Transjakarta Merk Zhong Tong

Operator Jamin Keamanan Bus Transjakarta Merk Zhong Tong

Megapolitan
DPRD DKI Akan Rancang Sanksi bagi Anggota yang Langgar Kode Etik

DPRD DKI Akan Rancang Sanksi bagi Anggota yang Langgar Kode Etik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X