Dampak Perluasan Ganjil Genap, Macet di Jakarta Timur Berkurang 15 Persen

Kompas.com - 16/09/2019, 16:24 WIB
Suasana Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur saat penerapan ganjil genap, Selasa (10/9/2019). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVISuasana Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur saat penerapan ganjil genap, Selasa (10/9/2019).
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kemacetan di wilayah Jakarta Timur disebut berkurang 15 persen semenjak penerapan perluasan sistem ganjil genap.

Tercatat sebanyak 53 ruas jalan di Jakarta Timur rawan macet saat jam-jam sibuk.

"Ada hampir 53 titik, tapi sekarang sudah mulai berkurang. Ada imbasnya dengan kebijakan baru terlihat 15 persen. Yang paling belum terurai itu di Jalan Raya Bekasi, itu kan ada pembangunan 6 ruas jalan tol. Nah itu agak sulit karena mereka masih kontruksi masih pemancangan," kata Kepala Seksi Lalu Lintas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur Andreas Eman di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Senin (16/9/2019).

Baca juga: 8 Ribu Pengendara Mobil Ditilang pada Pekan Pertama Ganjil-genap

Eman menambahkan, ruas jalan yang sudah mulai terurai kemacetannya semenjak adanya ganjil genap, yakni Jalan Pemuda Pramuka, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan DI Panjaitan.

"Terkait dengan pengawasan ganjil genap kan otomatis berpengaruh kemacetan. Ya di Jalan Pramuka biasanya macet, sekarang lancar," ujar Eman.

Baca juga: Anies: Perluasan Ganjil Genap Efektif Kurangi Kemacetan dan Polusi

Sementara itu, ruas jalan yang kerap dilanda kemacetan antara lain, Jalan Bekasi Barat Raya, Jalan Bekasi Timur Raya, Jalan Jatinegara Barat, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang, Jalan Kayu Putih Raya, dan Jalan Raya Bekasi.

Menurut Eman, adanya kebijakan perluasan sistem ganjil genap, lambat laun akan mengurai kemacetan di Jakarta Timur.

Ganjil genap di DKI Jakarta berlaku di 25 ruas jalan pada Senin-Jumat, mulai pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB.

Aturan ini tidak berlaku pada Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertambah 344 Kasus Covid-19 di Jakarta, Lonjakan Tertinggi Sejak Kasus Perdana

Bertambah 344 Kasus Covid-19 di Jakarta, Lonjakan Tertinggi Sejak Kasus Perdana

Megapolitan
5 Fakta Persidangan Kasus Pembobolan Rekening Ilham BIntang

5 Fakta Persidangan Kasus Pembobolan Rekening Ilham BIntang

Megapolitan
Lebih Aman dan Nyaman Jalani Masa Transisi dengan Protokol J3K dari Gojek

Lebih Aman dan Nyaman Jalani Masa Transisi dengan Protokol J3K dari Gojek

BrandzView
5 Fakta Aksi Perusakan dan Penganiayaan oleh Anggota PPSU, Berawal dari Karaoke

5 Fakta Aksi Perusakan dan Penganiayaan oleh Anggota PPSU, Berawal dari Karaoke

Megapolitan
Perempuan Lompat dari Lantai 13 Hotel, Polisi: Info Keluarga Tidak Ada Masalah

Perempuan Lompat dari Lantai 13 Hotel, Polisi: Info Keluarga Tidak Ada Masalah

Megapolitan
UPDATE Grafik 8 Juli Depok: 10 Kasus Baru Covid-19

UPDATE Grafik 8 Juli Depok: 10 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Tak Lolos PPDB Jakarta, Pelajar Peraih Ratusan Penghargaan Akhirnya Putus Sekolah

Tak Lolos PPDB Jakarta, Pelajar Peraih Ratusan Penghargaan Akhirnya Putus Sekolah

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Kamis: Hujan Guyur Bekasi Siang dan Sebagian Jakarta Malam Nanti

Prakiraan Cuaca BMKG Kamis: Hujan Guyur Bekasi Siang dan Sebagian Jakarta Malam Nanti

Megapolitan
Menyantap Bubur Ayam Barito untuk Kali Pertama di Masa Pandemi Covid-19

Menyantap Bubur Ayam Barito untuk Kali Pertama di Masa Pandemi Covid-19

Megapolitan
Percobaan Perampokan Sadis di Bekasi, Pelaku Terlilit Hutang

Percobaan Perampokan Sadis di Bekasi, Pelaku Terlilit Hutang

Megapolitan
Anggota PPSU Rusak Kantor Satpel LH Mampang Prapatan, Polisi: Salah Paham Saja

Anggota PPSU Rusak Kantor Satpel LH Mampang Prapatan, Polisi: Salah Paham Saja

Megapolitan
Pengelola: Pengembangan Fasilitas Ancol Dilakukan Supaya Orang Tak Perlu ke Luar Negeri

Pengelola: Pengembangan Fasilitas Ancol Dilakukan Supaya Orang Tak Perlu ke Luar Negeri

Megapolitan
UPDATE 8 Juni: Tak Ada Penambahan Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, Pasien Sembuh Bertambah 2

UPDATE 8 Juni: Tak Ada Penambahan Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, Pasien Sembuh Bertambah 2

Megapolitan
Fasilitas di Atas Lahan Reklamasi Ancol Bakal Dibangun pada 2021

Fasilitas di Atas Lahan Reklamasi Ancol Bakal Dibangun pada 2021

Megapolitan
Kuasa Hukum: Korban Pencabulan oleh Pejabat Gereja di Depok Bertambah Jadi 21 Anak

Kuasa Hukum: Korban Pencabulan oleh Pejabat Gereja di Depok Bertambah Jadi 21 Anak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X