Kompas.com - 16/09/2019, 22:06 WIB
Wahana Ozon, wahana baru yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP IPTEK) di gedung PP IPTEK pada Senin (16/9/2019). KOMPAS.com/HILEL HODAWYAWahana Ozon, wahana baru yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP IPTEK) di gedung PP IPTEK pada Senin (16/9/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Modern, kekinian, dan edukatif. Inilah kata yang tepat untuk menggambarkan Wahana Ozon, sebuah wahana baru di gedung Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP IPTEK), TMII, Jakarta Timur.

Wahana Ozon terletak di lantai tiga gedung PP IPTEK. Gerbangnya dihiasi dengan dekorasi bernuansa neon, disertai tulisan "Ozone Heroes" dan "Defenders of the Galaxy" di bagian atasnya.

Bagian dalam Wahana Ozon berbentuk seperti labirin. Ketika masuk, pengunjung akan disambut dengan beragam informasi seputar ozon.

Infomasi-informasi tersebut disajikan dalam bentuk infografis, rekam jejak lapisan udara dunia, dan permainan board game.

Baca juga: Kabar Baik dari Dunia Sains, Lubang Ozon Kini Paling Kecil Sejak 1988

Terdapat spot-spot foto dengan hiasan latar yang menarik dan tetap disertai dengan informasi seputar ozon.

Wahana Ozon merupakan wahana baru yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui kerja sama dengan PP IPTEK.

Kehadiran wahana ini secara khusus ditargetkan kepada anak-anak di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perubahan Iklim KLHK Ruandha Agung Sugardiman dalam acara peresmian wahana Senin (16/9/2019).

Baca juga: PBB: Kerusakan Lapisan Ozon Bisa Sembuh Total pada 2060

"Di dalam wahana ini dikenalkan, terutama kepada anak-anak kita, adik-adik kira apakah itu ozon, apakah bahaya kalau lapisan ozon itu rusak," ujar Agung. 

Peresmian Wahana Ozon dilakukan sekaligus untuk memperingati Hari Ozon Sedunia yang jatuh di tanggal yang sama.

Nama "Ozon Heroes" yang tertera di gerbang wahana memiliki makna ajakan untuk menjaga bumi tetap terlindungi oleh lapisan ozon sebagai perisai perlindungan dari sinar ultraviolet.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 25 Januari: Tambah 209 Kasus di Kota Tangerang, Kini 1.028 Pasien Covid-19 Dirawat

UPDATE 25 Januari: Tambah 209 Kasus di Kota Tangerang, Kini 1.028 Pasien Covid-19 Dirawat

Megapolitan
Nasib Formula E Kian Dipertanyakan, Lahan Sirkuit Masih Berlumpur Ditambah Tender Pembangunan Gagal

Nasib Formula E Kian Dipertanyakan, Lahan Sirkuit Masih Berlumpur Ditambah Tender Pembangunan Gagal

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kecurigaan Keluarga Kakek yang Tewas Diteriaki Maling | Tender Formula E Gagal

[POPULER JABODETABEK] Kecurigaan Keluarga Kakek yang Tewas Diteriaki Maling | Tender Formula E Gagal

Megapolitan
Polda Metro Jaya Disebut Cabut Status 2 Tersangka Kebakaran Lapas Tangerang

Polda Metro Jaya Disebut Cabut Status 2 Tersangka Kebakaran Lapas Tangerang

Megapolitan
Mulai Hari Ini, Siswa PAUD hingga SMP di Tangerang Kembali Belajar Daring

Mulai Hari Ini, Siswa PAUD hingga SMP di Tangerang Kembali Belajar Daring

Megapolitan
Korsleting Sebabkan Kepulan Asap di Mal Alam Sutera Tangerang

Korsleting Sebabkan Kepulan Asap di Mal Alam Sutera Tangerang

Megapolitan
Damkar Evakuasi Buaya Peliharaan Warga Depok

Damkar Evakuasi Buaya Peliharaan Warga Depok

Megapolitan
Polisi Gagalkan Penyelundupan 4 Liter Sabu Cair dari Meksiko

Polisi Gagalkan Penyelundupan 4 Liter Sabu Cair dari Meksiko

Megapolitan
Kuasa Hukum Korban Minta Polres Depok Segera Tangani Kasus Dugaan KDRT

Kuasa Hukum Korban Minta Polres Depok Segera Tangani Kasus Dugaan KDRT

Megapolitan
Terima Paket 4 Liter Sabu Cair dari Luar Negeri, Seorang Kurir Ditangkap di Cengkareng

Terima Paket 4 Liter Sabu Cair dari Luar Negeri, Seorang Kurir Ditangkap di Cengkareng

Megapolitan
Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Perempuan yang Diduga Korban KDRT

Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Perempuan yang Diduga Korban KDRT

Megapolitan
Kasus Anak Jual Kulkas Ibunya Berlanjut ke Meja Hijau, Kuasa Hukum Terdakwa: Sebaiknya Dihentikan

Kasus Anak Jual Kulkas Ibunya Berlanjut ke Meja Hijau, Kuasa Hukum Terdakwa: Sebaiknya Dihentikan

Megapolitan
Pedagang di Pasar Serpong Belum Tahu soal Kebijakan Harga Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Pedagang di Pasar Serpong Belum Tahu soal Kebijakan Harga Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Megapolitan
Bertambah 95, Kini Total Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Capai 2.957

Bertambah 95, Kini Total Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Capai 2.957

Megapolitan
PTM di 18 Sekolah di Jakpus Dihentikan karena Temuan Kasus Covid-19, Total 37 Siswa Terpapar

PTM di 18 Sekolah di Jakpus Dihentikan karena Temuan Kasus Covid-19, Total 37 Siswa Terpapar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.