Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/09/2019, 20:38 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi protes para pegawai KPK sempat ricuh di halaman Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2019).

Aksi tersebut menyikapi Revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK yang disahkan DPR.

Keadaan sempat memanas ketika para pegawai KPK menyanyikan lagu Gugur Bunga sebelum menutup aksi.

Saat itu, ada teriakan dari luar kelompok pegawai KPK. Akhirnya, nyanyian terhenti.

Dalam waktu bersamaan, ada kelompok lain yang juga berunjuk rasa di depan Gedung KPK. Mereka mengaku mendukung revisi UU KPK.

Setelah teriakan tersebut, Kapolsek Setiabudi AKBP Tumpak berdebat dengan seorang peserta aksi dari KPK.

Baca juga: Revisi UU KPK Disahkan, Para Pegawai KPK Kibarkan Bendera Kuning

Sontak, peristiwa itu mencuri perhatian peserta aksi lain yang langsung menyoraki Kapolsek.

"Tugasmu mengayomi, tugasmu mengayomi. Pak polisi, pak polisi, jangan ganggu aksi kami," teriak pegawai KPK.

Setelah itu, Tumpak langsung meninggalkan lokasi dan situasi mereda.

Tumpak mengaku berusaha meredam suasana agar tidak terjadi bentrok dengan massa yang sedang menggelar aksi di luar Gedung KPK.

"Yang massa di sini kan harus diam, nah masa di sana (dalam gedung) KPK biar diam ya.  biar nggak bentrok. Gitu loh. Semua aman-aman saja," kata dia saat dikonfirmasi di lokasi.

Baca juga: Jalan Panjang Revisi UU KPK, Ditolak Berkali-kali hingga Disahkan

Pantauan Kompas.com saat ini situasi depan gedung KPK sudah kondusif.

Sebelumnya, para pegawai KPK mengibarkan bendera kuning di depan gedung KPK. Mereka keluar secara bersamaan. Masing-masing memegang bendera kuning, tanda duka cita.

Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan pegawai KPK atas Revisi UU KPK yang telah disahkan DPR.

Pemerintah dan DPR hanya membutuhkan waktu 12 hari untuk membahas revisi UU KPK.

Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cabut Baliho Anies-AHY, Demokrat Bekasi: Tak Ada Istilah Tekor untuk Perjuangan Mas Ketum

Cabut Baliho Anies-AHY, Demokrat Bekasi: Tak Ada Istilah Tekor untuk Perjuangan Mas Ketum

Megapolitan
Ada Bocah Tenggelam di KBT, Pedagang: Sudah Sering Diingatkan Jangan Berenang

Ada Bocah Tenggelam di KBT, Pedagang: Sudah Sering Diingatkan Jangan Berenang

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Remaja atas Kepemilikan Narkoba di Kebayoran Lama

Polisi Tangkap 2 Remaja atas Kepemilikan Narkoba di Kebayoran Lama

Megapolitan
Isu Rangka eSAF Tak Ganggu Penjualan Motor Bekas, Pedagang: Honda Seken Tetap Banyak Peminatnya

Isu Rangka eSAF Tak Ganggu Penjualan Motor Bekas, Pedagang: Honda Seken Tetap Banyak Peminatnya

Megapolitan
Yuni Salah Kira, Ternyata LRT Ramai di Hari Minggu...

Yuni Salah Kira, Ternyata LRT Ramai di Hari Minggu...

Megapolitan
Pedagang Motor Bekas Ngaku Tak Terlalu Perhitungkan Rangka Saat Jual-Beli

Pedagang Motor Bekas Ngaku Tak Terlalu Perhitungkan Rangka Saat Jual-Beli

Megapolitan
Tenggelam di KBT, K Ditemukan Tewas Telungkup di Kedalaman 6 Meter

Tenggelam di KBT, K Ditemukan Tewas Telungkup di Kedalaman 6 Meter

Megapolitan
Dua Bocah Berenang di Kanal Banjir Timur Duren Sawit, Satu Tewas Tenggelam

Dua Bocah Berenang di Kanal Banjir Timur Duren Sawit, Satu Tewas Tenggelam

Megapolitan
Pria Bekasi Gelapkan Tiket Pesawat ke Turki Rp 48,5 Juta

Pria Bekasi Gelapkan Tiket Pesawat ke Turki Rp 48,5 Juta

Megapolitan
Kronologi Tewasnya 2 Remaja yang Tabrak Tiang Listrik di Meruya Jakbar

Kronologi Tewasnya 2 Remaja yang Tabrak Tiang Listrik di Meruya Jakbar

Megapolitan
Ketua DPC Demokrat: Jangan Pilih Anies Baswedan!

Ketua DPC Demokrat: Jangan Pilih Anies Baswedan!

Megapolitan
Harga Sewa Skuter Listrik di TMII, Mulai dari Rp 25.000

Harga Sewa Skuter Listrik di TMII, Mulai dari Rp 25.000

Megapolitan
Kecewa Anies Gandeng Cak Imin, Demokrat Bekasi: Bukan Kami 'Ngoyo' Jabatan Cawapres, Komunikasi yang Baik...

Kecewa Anies Gandeng Cak Imin, Demokrat Bekasi: Bukan Kami "Ngoyo" Jabatan Cawapres, Komunikasi yang Baik...

Megapolitan
Situasi di Lokasi Tewasnya Dua Remaja yang Tabrak Tiang Listrik di Meruya Selatan

Situasi di Lokasi Tewasnya Dua Remaja yang Tabrak Tiang Listrik di Meruya Selatan

Megapolitan
Tips Menggunakan Skuter Listrik untuk Berkeliling di TMII, Hati-hati Terjungkal

Tips Menggunakan Skuter Listrik untuk Berkeliling di TMII, Hati-hati Terjungkal

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com