Rezeki Pedagang Asongan di Balik Riuh Demonstran di Gedung KPK

Kompas.com - 17/09/2019, 20:41 WIB
Pedagang cilok goreng yang berjualan depan gedung KPK selama aksi demo berlangsung. Terlihat banyak petugas polisi yang membeli makanan tersebut, Selasa (17/9/2019) KOMPAS.COM/WALDA MARISONPedagang cilok goreng yang berjualan depan gedung KPK selama aksi demo berlangsung. Terlihat banyak petugas polisi yang membeli makanan tersebut, Selasa (17/9/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Hampir seminggu belakangan ini, gedung Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) sering didatangi pengunjuk rasa yang menggelar aksi.

Mereka datang dengan berbagai macam tuntunan. Berharap aspirasi mereka didengar oleh sang pemangku kekuasaan.

Dengan kedatangan mereka, segelintir orang mengucap syukur. Mereka lah pedagang asongan di depan gedung KPK yang meraih untung setelah menjajakan barang dagangan mereka.

Salah satu yang meraih untung adalah Budi. Pedagang cilok goreng ini mengaku baru beberapa hari terakhir berdagan di depan gedung KPK.

"Saya baru belakangan ini dagang. Biasanya saya dagang di daerah Ambasador (Kuningan)," ujar dia saat ditemui di depan gedung KPK, Selasa (19/7/2019).

Baca juga: Pegawai KPK Nyanyi Gugur Bunga, Aksi Berakhir Ricuh

Biasanya, dia mendapat sebesar Rp 300.000. Namun ketika berdagang di depan gedung KPK, dia mendapat untung dua kali lipat.

"Ya bisa Rp 600.000," kata dia.

Begitu juga dengan Ahmad. Pedagang minuman ringan ini mengaku juga mendapatkan untung lebih selama berdagang di gedung KPK.

"Lumayan lah. Biasanya yang beli polisi-polisi yang jaga. Kan suka jaga sampai malam sambil beli kopi," kata dia.

Hal yang sama juga dikatakan salah satu pegawai KPK yang enggan disebutkan namanya. Dia merasa lebih mudah untuk membeli makanan ringan karena banyaknya pedagang di luar gedung.

"Karena kan kalau cari siomay agak susah. Sekarang sering banget tukang siomay dagang depan sini (gedung). Jadi gampang kalau jajan," ucap dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyandang Disabilitas hingga Lansia di Jakut Bisa Urus e-KTP di Rumah, Begini Caranya

Penyandang Disabilitas hingga Lansia di Jakut Bisa Urus e-KTP di Rumah, Begini Caranya

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Izinkan Sekolah Gelar KBM Tatap Muka Tanpa Persetujuan Nadiem dan Emil

Wali Kota Bekasi Izinkan Sekolah Gelar KBM Tatap Muka Tanpa Persetujuan Nadiem dan Emil

Megapolitan
Update 13 Juni: Bertambah 4, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 526

Update 13 Juni: Bertambah 4, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 526

Megapolitan
Pemprov DKI Bakal Tambah Layanan Bike Sharing di Ibu Kota

Pemprov DKI Bakal Tambah Layanan Bike Sharing di Ibu Kota

Megapolitan
Gubernur Banten Izinkan Kegiatan Belajar Tatap Muka, Syaratnya...

Gubernur Banten Izinkan Kegiatan Belajar Tatap Muka, Syaratnya...

Megapolitan
Dinkes DKI: Positivity Rate 10,5 Persen untuk Sehari Kemarin, Secara Mingguan Angkannya 5,5 Persen

Dinkes DKI: Positivity Rate 10,5 Persen untuk Sehari Kemarin, Secara Mingguan Angkannya 5,5 Persen

Megapolitan
Klaim Sudah Berdamai dengan Seniman, Jakpro Lanjutkan Revitalisasi TIM

Klaim Sudah Berdamai dengan Seniman, Jakpro Lanjutkan Revitalisasi TIM

Megapolitan
Pemprov DKI Belum Putuskan untuk Menarik Commitment Fee Formula E

Pemprov DKI Belum Putuskan untuk Menarik Commitment Fee Formula E

Megapolitan
Benyamin Davnie Targetkan Dapat Dukungan 4 Partai dalam Pilkada Tangsel

Benyamin Davnie Targetkan Dapat Dukungan 4 Partai dalam Pilkada Tangsel

Megapolitan
Pendapatan Kota Tangerang Sempat Anjlok 90 Persen akibat Covid-19, Anggaran Pendidikan Terancam Dialihkan

Pendapatan Kota Tangerang Sempat Anjlok 90 Persen akibat Covid-19, Anggaran Pendidikan Terancam Dialihkan

Megapolitan
Tak Ada Juknis dari Pemerintah, Penyelenggaraan MPLS Disebut Tanpa Standar yang Jelas

Tak Ada Juknis dari Pemerintah, Penyelenggaraan MPLS Disebut Tanpa Standar yang Jelas

Megapolitan
Pegawai Dishub Depok yang Cegat Ambulans Akan Dilaporkan ke Badan Kepegawaian

Pegawai Dishub Depok yang Cegat Ambulans Akan Dilaporkan ke Badan Kepegawaian

Megapolitan
Pilotnya Terjerat Narkoba, Citilink Lakukan Tes Urine ke Karyawan

Pilotnya Terjerat Narkoba, Citilink Lakukan Tes Urine ke Karyawan

Megapolitan
Benyamin Davnie Klaim Dapat Dukungan dari PPP untuk Jadi Calon Wali Kota Tangsel

Benyamin Davnie Klaim Dapat Dukungan dari PPP untuk Jadi Calon Wali Kota Tangsel

Megapolitan
Hari Pertama Pengenalan Sekolah, Apa Saja Kegiatan dan Materi yang Diberikan?

Hari Pertama Pengenalan Sekolah, Apa Saja Kegiatan dan Materi yang Diberikan?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X