Waduk Cimanggis Sempat Mangkrak karena Masalah Pembebasan Lahan

Kompas.com - 17/09/2019, 21:45 WIB
Lokasi Proyek Waduk Cimanggis, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (17/9/2019). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVILokasi Proyek Waduk Cimanggis, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (17/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan Waduk Cimanggis di Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, sudah bergulir sejak 2016. Namun, hingga saat ini pembangunan tak kunjung selesai karena terkendala pembebasan lahan.

Ketua RW 014 Kelurahan Cibubur, Sunarjo mengatakan, terdapat 15 kepala keluarga (KK) yang sempat tidak bersedia lahannya dibebaskan. Hal itu membuat pembangunan waduk mangkrak.

"Kalau dari catatan saya ada sekitar 15 kepala keluarga di RW saya yang sebagiannya ahli waris menolak pembebasan tanah untuk proyek waduk," kata Sunarjo di kediamannya di Jambore, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (17/9/2019).

Baca juga: Warga Mengeluhkan Proyek Waduk Cimanggis

Dia menambahkan, seiring berjalannya waktu, negosiasi warga dengan pemerintah akhirnya mencapai kata sepakat. Warga yang sebelumnya menolak sudah setuju lahannya dibebaskan dengan menerima kompensasi dari pemerintah.

Berdasarkan papan informasi di area proyek, proyek waduk itu dikerjakan PT Tassiajaya Abadi dan PT Cakra Gatra Utama sejak 5 Agustus 2019.

"Masalahnya pembebasan tanah itu, prosesnya sudah lama sampai akhirnya mereka mau menyerahkan lahannya untuk waduk," ujar Sunarjo.

Kini warga menyambut baik kelanjutan pembangunan waduk. Diharapkan proyek waduk cepat selesai sebelum musim hujan sehingga bisa mengatasi permasalahan banjir di Cibubur.

Baca juga: Pembangunan Waduk Cimanggis Diharapkan Selesai Sebelum Musim Hujan



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Megapolitan
Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Megapolitan
Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Megapolitan
Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Megapolitan
40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

Megapolitan
UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

Megapolitan
UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

Megapolitan
Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Megapolitan
Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Megapolitan
Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Megapolitan
Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Megapolitan
Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Megapolitan
Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X