Bantuan Ditolak Pemprov Riau, Anies: Kami Bersyukur Kalau Masalah Api Selesai

Kompas.com - 18/09/2019, 13:26 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Bella Tera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (18/9/2019) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGIGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Bella Tera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (18/9/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi kabar mengenai bantuan personel pemadam untuk kebakaran hutan dan lahan dari Pemprov DKI Jakarta yang ditolak Pemprov Riau.

Anies mengaku bersyukur jika bantuan tersebut tak dibutuhkan karena menandakan masalah kebakaran sudah selesai.

"Kami bersyukur kalau masalah api sudah selesai. Karena memang tujuan kita adalah membantu memadamkan api dan mengendalikan dampak-dampak dari pada asap," kata Anies di Bella Tera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (18/9/2019).

Baca juga: Ditolak Pemprov Riau, Bantuan dari DKI untuk Padamkan Karhutla Dialihkan ke Kalteng


Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta bukan mengirimkan bantuan tersebut kepada pemprov Riau, namun kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kami itu mengirimkan orang bukan kepada pemerintah provinsi, kami mengirimkan kepada BNPB. Jadi ke mananya yang menentukan adalah BNPB," ujarnya.

Pemprov DKI Jakarta tak bisa menentukan lokasi untuk dipadamkan. Semua bantuan dari daerah lain diatur oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan BNPB.

"Bukan kami yang menentukan, kami mengirimkan tim untuk membantu lokasinya di mana, diatur antara Kementerian Dalam Negeri dan BNPB. Malah yang berharap datang Jambi. Jambi meminta, kita siapkan. Kita siap mengikuti arahan dari kemendagri dan BNPB," tutur Anies.

Baca juga: Ini Alasan Pemprov Riau Tak Butuh 65 Orang Satgas Bantuan dari Anies Baswedan

Informasi yang diterima Anies, bantuan 65 petugas tersebut kemudian dialihkan ke Kalimantan Tengah atau Palangkaraya. Pasalnya, kondisi kebakaran hutan dan lahan masih parah.

"Per tadi informasinya malah diarahkan ke Kalimantan Tengah. Karena di sana kondisinya sedang berat. Dan yang mengarahkan adalah Kementerian Dalam Negeri," ucap Anies.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger mengatakan, pihaknya tidak membutuhkan bantuan personel pemadam dari Pemprov DKI Jakarta, karena petugas pemadam karhutla di Riau masih mencukupi.

"Bukan kami tolak, tapi kami belum membutuhkan bantuan tersebut karena personel kami masih cukup untuk (menanggulangi karhutla) ini," ucap Edwar, saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (17/9/2019).

Menurut Edwar, saat ini titik panas atau hotspot juga tidak banyak di wilayah Riau.

Bantuan dari DKI Jakarta sebaiknya dikirim saja ke daerah yang banyak titik api. Sehingga asapnya tidak berdampak ke wilayah Riau.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Istri Sopir Ambulans Jadi Otak Penggelapan Mobil Rental di Tangsel

Istri Sopir Ambulans Jadi Otak Penggelapan Mobil Rental di Tangsel

Megapolitan
Menunggak Iuran BPJS dan Terlilit Hutang, Alasan Pasutri Gelapkan Mobil Rental

Menunggak Iuran BPJS dan Terlilit Hutang, Alasan Pasutri Gelapkan Mobil Rental

Megapolitan
Ini Daftar Pimpinan dan Anggota Empat Badan di DPRD DKI

Ini Daftar Pimpinan dan Anggota Empat Badan di DPRD DKI

Megapolitan
Forum Mahasiswa Bersatu: Jokowi Hanya Umbar Janji Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM

Forum Mahasiswa Bersatu: Jokowi Hanya Umbar Janji Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM

Megapolitan
Grup Peluru Katapel Komunikasi melalui WhatsApp dengan Menggunakan Sandi Khusus

Grup Peluru Katapel Komunikasi melalui WhatsApp dengan Menggunakan Sandi Khusus

Megapolitan
Jokowi Bagi-bagi Kekuasaan, Mahasiswa: 5 Tahun ke Depan Tak Ada Parpol yang Kritik Pemerintah

Jokowi Bagi-bagi Kekuasaan, Mahasiswa: 5 Tahun ke Depan Tak Ada Parpol yang Kritik Pemerintah

Megapolitan
Jaksa Tuntut Jefri Nichol dengan Hukuman 10 Bulan Rehabilitasi

Jaksa Tuntut Jefri Nichol dengan Hukuman 10 Bulan Rehabilitasi

Megapolitan
Ini Penyebab Cuaca Jakarta Tembus 36,5 Derajat Celcius Siang Tadi

Ini Penyebab Cuaca Jakarta Tembus 36,5 Derajat Celcius Siang Tadi

Megapolitan
Ini Daftar Pimpinan dan Anggota Komisi di DPRD DKI Jakarta

Ini Daftar Pimpinan dan Anggota Komisi di DPRD DKI Jakarta

Megapolitan
Kelompok Peluru Katapel Juga Ingin Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Melepas Monyet

Kelompok Peluru Katapel Juga Ingin Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Melepas Monyet

Megapolitan
Polisi Ungkap Rencana Peledakan dengan Peluru Katapel Saat Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Polisi Ungkap Rencana Peledakan dengan Peluru Katapel Saat Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Megapolitan
Mahasiswa Peserta Unjuk Rasa di Patung Kuda Desak Bertemu Presiden Jokowi

Mahasiswa Peserta Unjuk Rasa di Patung Kuda Desak Bertemu Presiden Jokowi

Megapolitan
Pelaku Penggelapan Mobil Rental Berprofesi Sopir Ambulans

Pelaku Penggelapan Mobil Rental Berprofesi Sopir Ambulans

Megapolitan
Koperasi Sudah Tutup, Polisi Sulit Selidiki Penggelapan Dana Simpanan Pegawai Pos di Bekasi

Koperasi Sudah Tutup, Polisi Sulit Selidiki Penggelapan Dana Simpanan Pegawai Pos di Bekasi

Megapolitan
Pemkab Kepulauan Seribu Bangun Jembatan Panah Asmara di Pulau Tidung

Pemkab Kepulauan Seribu Bangun Jembatan Panah Asmara di Pulau Tidung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X