Nenek yang Gendong Jenazah Cucu Gunakan Uang Santunan untuk Beli Papan Penutup Kuburan

Kompas.com - 18/09/2019, 14:53 WIB
Dian Islamiyati (36) nenek yang gendong jenazah cucunya di Cilincing mengunjungi makam sang cucu, Rabu (18/9/2019). Sebelumnya Dian viral karena diketahui menggendong jenazah cucunya dari Puskesmas Kecamatan Cilincing. Anak Dian yang berinisial IAS (16) menjalani proses persalinan di Puskesmas Kecamatan Cilincing pada Selasa (17/9/2019) siang. Namun, bayi itu meninggal dalam kandungan IAS yang berusia 28 minggu. KOMPAS.com/JIMMY RAMADHAN AZHARIDian Islamiyati (36) nenek yang gendong jenazah cucunya di Cilincing mengunjungi makam sang cucu, Rabu (18/9/2019). Sebelumnya Dian viral karena diketahui menggendong jenazah cucunya dari Puskesmas Kecamatan Cilincing. Anak Dian yang berinisial IAS (16) menjalani proses persalinan di Puskesmas Kecamatan Cilincing pada Selasa (17/9/2019) siang. Namun, bayi itu meninggal dalam kandungan IAS yang berusia 28 minggu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dian Islamiyati (36), wanita yang viral karena diketahui menggendong jenazah cucunya sambil berjalan kaki di Cilincing, Jakarta Utara, juga diberi uang santunan oleh polisi yang mengantarnya pulang.

Uang santunan sebesar Rp 200.000 itu langsung ia gunakan untuk membeli tujuh potong papan kayu yang berfungsi sebagai penutup jenazah cucunya agar tidak tertimpa runtuhan tanah kuburan.

"Alhamdulillah dikasih Rp 200.000. Dengan adanya Rp 200.000 saya bisa membeli papan untuk jenazah cucu saya, tujuh papan," kata Dian kepada wartawan di kediamannya, Kampung Malaka I, RT 07/RW 12 Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (18/9/2019).


Dian mengaku, ketika hendak menguburkan cucunya, ia sama sekali tidak memegang uang sepeser pun.

Baca juga: Viral, Polisi Antar Nenek yang Gendong Jenazah Bayi Sambil Jalan Kaki di Cilincing

Dikatakan Dian, ketika putrinya, IAS (16), melahirkan prematur, ia hanya memiliki uang Rp 100.000.

Dian yang tidak memegang kartu BPJS harus membayar uang pemeriksaan laboratorium IAS sebesar Rp 50.000. Sementara sisanya digunakan Dian membeli makananan untuk IAS.

Setelah cucu pertamanya itu diketahui meninggal pasca-dilahirkan, Dian segera menguburkan jenazah bayi tersebut.

Dengan menggunakan sepeda motor yang dikendarai keponakannya, Dian membawa jenazah bayi laki-laki tersebut menuju ke kediamannya.

Namun, naas, ketika tiba di Jalan Akses Marunda, sepeda motor yang ditumpangi Dian mogok. Ia lalu memutuskan untuk berjalan kaki sambil menggendong jenazah cucunya.

Sekitar 100 meter berjalan, ia kemudian dipanggil oleh tiga polisi. Akhirnya polisi itu mengantarkan Dian ke rumah dengan menggunakan mobil.

Setelah tiba di rumah, polisi itu memberikan santunan kepada Dian.

"Saya bersyukur di luar sana ada begitu banyak orang yang baik dengan saya. Yang mau menolong saya tanpa pamrih," ujar Dian.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Satpol PP Jakbar Lawan Arus dan Bikin Macet, Kasatpol Sebut Sedang Bawa Copet

Mobil Satpol PP Jakbar Lawan Arus dan Bikin Macet, Kasatpol Sebut Sedang Bawa Copet

Megapolitan
Gara-gara Mobil Satpol PP Lawan Arus, Jalan Puri Kembangan Macet Panjang Sore Tadi

Gara-gara Mobil Satpol PP Lawan Arus, Jalan Puri Kembangan Macet Panjang Sore Tadi

Megapolitan
Lutfi Alfian, Pemuda yang Sempat Viral Fotonya Saat Demo DPR Didakwa 3 Pasal Alternatif

Lutfi Alfian, Pemuda yang Sempat Viral Fotonya Saat Demo DPR Didakwa 3 Pasal Alternatif

Megapolitan
Masih Direvitalisasi, Tak Ada Pagar Pembatas Antara Kali dan Trotoar di Dekat Kantor Wali Kota Jakbar

Masih Direvitalisasi, Tak Ada Pagar Pembatas Antara Kali dan Trotoar di Dekat Kantor Wali Kota Jakbar

Megapolitan
Kasus Persekusi Anggota Banser Bermula dari Senggolan Sepeda Motor

Kasus Persekusi Anggota Banser Bermula dari Senggolan Sepeda Motor

Megapolitan
Anggaran Belum Cair, Portal Pembatas di Dekat Halte Transjakarta Grogol Masih Rusak

Anggaran Belum Cair, Portal Pembatas di Dekat Halte Transjakarta Grogol Masih Rusak

Megapolitan
Jaksa Sebut Lutfi Alfian Bukan Pelajar, Kenakan Seragam Hanya untuk Buat Onar

Jaksa Sebut Lutfi Alfian Bukan Pelajar, Kenakan Seragam Hanya untuk Buat Onar

Megapolitan
Mobil Lexus hingga Fortuner Terjaring Razia Pajak Kendaraan di Parkiran Mal

Mobil Lexus hingga Fortuner Terjaring Razia Pajak Kendaraan di Parkiran Mal

Megapolitan
Laporan VP Garuda Indonesia soal Tudingan Germo Berlanjut ke Pemeriksaan Saksi

Laporan VP Garuda Indonesia soal Tudingan Germo Berlanjut ke Pemeriksaan Saksi

Megapolitan
Didakwa Buat Onar Saat Demo di DPR, Lutfi Alfian Tak Ajukan Eksepsi

Didakwa Buat Onar Saat Demo di DPR, Lutfi Alfian Tak Ajukan Eksepsi

Megapolitan
Ikut Pemilihan RW di Jatiasih Harus Bayar Rp 15 Juta, DPRD: Tak Melanggar tapi Tidak Masuk Akal

Ikut Pemilihan RW di Jatiasih Harus Bayar Rp 15 Juta, DPRD: Tak Melanggar tapi Tidak Masuk Akal

Megapolitan
Tanggapi Janji Ari Askhara Beri Koper Tumi ke Awak Kabin, Karyawan Garuda: Itu Perlengkapan Kerja

Tanggapi Janji Ari Askhara Beri Koper Tumi ke Awak Kabin, Karyawan Garuda: Itu Perlengkapan Kerja

Megapolitan
Warga Jakarta Utara, Kini Bikin SKCK, Tes Urin, hingga Bayar Pajak Bisa di Mall

Warga Jakarta Utara, Kini Bikin SKCK, Tes Urin, hingga Bayar Pajak Bisa di Mall

Megapolitan
Petugas Damkar Kesulitan Cari Sarang Kobra di Jakasampurna, Bekasi

Petugas Damkar Kesulitan Cari Sarang Kobra di Jakasampurna, Bekasi

Megapolitan
Alasan Masih Muda, Lutfi Alfian Ajukan Penangguhan Penahanan

Alasan Masih Muda, Lutfi Alfian Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X