Demonstran Tuntut Wadah Pegawai KPK Dibubarkan

Kompas.com - 18/09/2019, 16:12 WIB
Massa yang menamakan diri Koalisi Masyarakat Anti Korupsi menggelar unjuk rasa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019). KOMPAS.COM/WALDA MARISONMassa yang menamakan diri Koalisi Masyarakat Anti Korupsi menggelar unjuk rasa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) di Kuningan, Jakarta Selatan, kembali jadi lokasi aksi unjuk rasa, Rabu (18/9/2019).

Massa mulai berada di halaman gedung sejak pukul 14.00 WIB. Massa yang menamakan diri Koalisi Masyarakat Anti Korupsi itu menuntut Wadah Pegawai KPK dibubarkan.

Mereka menilai Wadah Pegawai KPK telah menentang konstitusi karena menolak pengesahan Revisi UU KPK. Mereka menuding pelemahan KPK justru datang dari Wadah Pegawai KPK itu.

"Bubarkan Wadah Pegawai KPK karena upaya pelamahan justru datang dari internal KPK sendiri," ujar Syarifudin Budiman, salah satu orator dalam unjuk rasa itu.

Baca juga: Paksa Masuk Gedung KPK, Demonstran Dibubarkan Polisi

"Tidak sepatutnya mereka membangun konsolidasi dalam gedung ini, gedung yang dibuat dengan uang negara," tambah dia.

Para demonstran juga menuntut Presiden Joko Widodo mempercepat pelantikan lima komisioner KPK yang baru.

Aksi unjuk rasa itu berjalan tertib. Sejumlah anggota polisi melakukan penjagaan di  sekitar lokasi unjuk rasa.

Wadah Pegawai KPK menggelar aksi berkabung di depan gedung KPK pada Selasa malam. Aksi berkubung itu sebagai pernyataan kekecewaan pegawai KPK yang tergabung dalam wadah itu atas disahkannya revisi UU KPK oleh DPR RI.

Mereka menilai revisi tersebut merupakan awal agenda pelemahan KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Megapolitan
Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

Megapolitan
Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Megapolitan
Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Megapolitan
Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Megapolitan
Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Megapolitan
Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Megapolitan
Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Megapolitan
Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Megapolitan
Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Megapolitan
Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

Megapolitan
Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

Megapolitan
Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X