Selasa Kelam bagi Dian, Nenek yang Gendong Jenazah Cucunya di Cilincing...

Kompas.com - 19/09/2019, 06:09 WIB
Dian Islamiyati (36), wanita yang viral karena menggendong jenazah cucunya di Cilincing. Anak Dian yang berinisial IAS (16) menjalani proses persalinan di Puskesmas Kecamatan Cilincing pada Selasa (17/9/2019) siang. Namun, bayi itu diketahui telah meninggal dalam kandungan IAS yang berusia 28 minggu.
KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIDian Islamiyati (36), wanita yang viral karena menggendong jenazah cucunya di Cilincing. Anak Dian yang berinisial IAS (16) menjalani proses persalinan di Puskesmas Kecamatan Cilincing pada Selasa (17/9/2019) siang. Namun, bayi itu diketahui telah meninggal dalam kandungan IAS yang berusia 28 minggu.

Namun, rasa duka yang begitu mendalam membuat Dian ingin segera menguburkan jenazah cucunya tersebut. Berbekal kain hitam, surat kematian dan sepeda motor yang dikendarai keponakannya, Dian meninggalkan puskesamas.

Jalan kaki bawa jenazah cucu

Perjalanan mereka awalnya berjalan tanpa ada masalah. Saat roda sepeda motor itu terus berputar, Dian terus mengucap kalimat syahadat sambil mencoba ikhlas akan musibah yang dialaminya di hari itu.

Tapi ternyata musibah lain terjadi ketika Dian melintasi Jalan Akses Marunda. Sepeda motor yang ditumpangi Dian mogok karena kehabisan bahan bakar.

Tak ayal peristiwa itu membuat Dian kelimpungan. Tanpa pikir panjang, sambil menggendong jenazah cucunya, Dian berjalan kaki.

Di tengah jalanan yang macet, ratusan pasang mata menyaksikan Dian menggendong bayi tertutup kain hitam. Tapi jangankan menolong, menyapa saja tidak.

Bertemu penolong

Setelah berjalan kaki sekitar 100 meter, Dian mendengar panggilan yang seolah-olah berasal dari malaikat. Namun, setelah Dian menengok, ternyata malaikat itu menggunakan seragam abu-abu coklat.

Dialah Aiptu Wayan Putu, Kapolsubsektor KBN Marunda, bersama dua rekan yang kala itu sedang mengatur lalu lintas.

Ternyata, sebelum memanggil Dian, Wayan terlebih dahulu menemui keponakannya yang sedang menuntun sepeda motornya menuju SPBU yang tak jauh dari sana.

Baca juga: Nenek yang Gendong Jenazah Cucu Gunakan Uang Santunan untuk Beli Papan Penutup Kuburan

"Akhirnya, karena dengan adanya anak muda yang mendorong sepeda motor, kami sebagai kepolisian merasa curiga. Anak buah kami menghentikan. Setelah kami hentikan di pos, di ditanya sama anak buah kami," kata Wayan di Polda Metro Jaya.

Dian dan keponakannya itu kemudian dibawa mereka ke pos polisi untuk sejenak menghela napas. Dalam kesempatan itulah Wayan menanyakan mengapa Dian menggendong bayi yang tertutup kain hitam tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pria Babak Belur Dipukuli Preman Saat Antar Kekasih Pulang

Seorang Pria Babak Belur Dipukuli Preman Saat Antar Kekasih Pulang

Megapolitan
Nasib 12 Anggota Satpol PP yang Bobol ATM Ditentukan Setelah Pemeriksaan

Nasib 12 Anggota Satpol PP yang Bobol ATM Ditentukan Setelah Pemeriksaan

Megapolitan
Gaji PNS DKI Capai 28 Juta, Lulusan IPDN Berbondong-bondong Incar Posisi di Jakarta

Gaji PNS DKI Capai 28 Juta, Lulusan IPDN Berbondong-bondong Incar Posisi di Jakarta

Megapolitan
54 Raperda Diusulkan pada 2020, Ketua DPRD DKI Minta Dipangkas

54 Raperda Diusulkan pada 2020, Ketua DPRD DKI Minta Dipangkas

Megapolitan
228 Mobil Mewah di Jakarta Barat Tunggak Pajak

228 Mobil Mewah di Jakarta Barat Tunggak Pajak

Megapolitan
Gudang Kayu di Bekasi Ludes Dilalap Api Pembakaran Sampah

Gudang Kayu di Bekasi Ludes Dilalap Api Pembakaran Sampah

Megapolitan
Detik-detik Api Kepung SMK Yadika 6: Siswa Terjebak, Dievakuasi Pakai Gorden hingga Ring Basket

Detik-detik Api Kepung SMK Yadika 6: Siswa Terjebak, Dievakuasi Pakai Gorden hingga Ring Basket

Megapolitan
BKD Benarkan Gaji PNS Baru DKI Bisa Mencapai Rp 28 Juta

BKD Benarkan Gaji PNS Baru DKI Bisa Mencapai Rp 28 Juta

Megapolitan
Ditanya soal Penggusuran Kawasan Sunter, Anies Hanya Tersenyum Tanpa Berkomentar

Ditanya soal Penggusuran Kawasan Sunter, Anies Hanya Tersenyum Tanpa Berkomentar

Megapolitan
Kurangi Pemakaian Botol Kemasan, Keran Air Siap Minum Kini Dipasang di RSCM

Kurangi Pemakaian Botol Kemasan, Keran Air Siap Minum Kini Dipasang di RSCM

Megapolitan
Dishub DKI Awalnya Minta Jalur Sepeda di Cikini Tak Dibongkar, Tapi...

Dishub DKI Awalnya Minta Jalur Sepeda di Cikini Tak Dibongkar, Tapi...

Megapolitan
Cerita Jubir Keluarga yang Nyaris Kena Selongsong Gas Saat Jenguk 6 Tersangka Pengibaran Bendera Bintang Kejora

Cerita Jubir Keluarga yang Nyaris Kena Selongsong Gas Saat Jenguk 6 Tersangka Pengibaran Bendera Bintang Kejora

Megapolitan
Ada Pendarahan di Otak, Siswa yang Lompat Saat Kebakaran di SMK Yadika 6 Dioperasi

Ada Pendarahan di Otak, Siswa yang Lompat Saat Kebakaran di SMK Yadika 6 Dioperasi

Megapolitan
Daftar Korban Kebakaran SMK Yadika 6 Pondok Gede yang Dirawat di Rumah Sakit

Daftar Korban Kebakaran SMK Yadika 6 Pondok Gede yang Dirawat di Rumah Sakit

Megapolitan
Korban Penggusuran Sunter Agung Harap Anies Menemui Mereka

Korban Penggusuran Sunter Agung Harap Anies Menemui Mereka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X