Karyawan Sarinah Hanya Bantu Beri Air, Kuasa Hukum Anggap Vonis 4 Bulan Keliru

Kompas.com - 19/09/2019, 22:29 WIB
Para terdakwa kerusuhan 21-22 Mei di pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAPara terdakwa kerusuhan 21-22 Mei di pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019).
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa Hukum salah satu dari 29 karyawan Gedung Sarinah yang menjadi terdakwa kerusuhan 21-22 Mei 2019, Oky Wiratama Siagian menyesali putusan hakim yang memutus para terdakwa dengan empat bulan tiga hari penjara.

Sebab, ia menilai, sesuai fakta persidangan mulai dari keterangan saksi penyidik, saksi polisi yang menangkap, dan sekuriti Sarinah, para terdakwa tidak terbukti memberikan bantuan kepada perusuh untuk menyerang pihak kepolisian.

Yang diberikan kliennya itu hanya air yang fungsinya hanya untuk membantu. Apalagi, air menurut Oky tidak digunakan pendemo untuk menyerang aparat polisi.

“Tapi yang digunakan massa aksi itu kan batu dan petasan yang digunakan untuk menyerang. Kalau jaksa memberikan alat bukti berupa batu atau petasan itu relevan membantu. Batu dan petasan itu yang digunakan langsung untuk menyerang,” ujar Oky usai sidang, Kamis (19/9/2019).

Baca juga: Saksi: Polisi Juga Ikut Antre Cuci Muka di Gedung Sarinah Saat Kerusuhan 21-22 Mei

Ia menilai, seharusnya para terdakwa dapat diputus bebas. Sebab, tidak ada bukti jika air lah yang menyebabkan Perusuh langsung kuat dan langsung menyerang aparat.

“Karena air tidak digunakan secara langsung oleh pihak masa aksi untuk menyerang. Jadi harusnya diputus bebas menurut saya. Karena tidak terbukti,” tuturnya.

Sebelumnya, karyawan Gedung Sarinah yang menjadi terdakwa kerusuhan 21-22 Mei rata-rata divonis empat bulan tiga hari penjara oleh majelis hakim.

Adapun 29 terdakwa ini adalah Zulfikar, Nazarkhan, Hardian, Febriantoro, Ridwan, Ichrom, Anwar, Gunawan, Hariyono, Tara Arbyansyah.

Baca juga: Saksi Duga Seorang Karyawan Sarinah Ditangkap karena Pakai Odol di Wajah Saat Kerusuhan 21-22 Mei

Kemudian, Nurakhman, Agus Sarohman, Trio Prasetio, Hendri Basuki, Syachrie, Sucipto, Deki Aries, Suyamto, Suhendar, Habib Musa, Achmad Sanusi, Supriyadi, Syahril, Mugiyanto, Felix Ganang, Handori, Ahmadi, Hermawan, dan Philip Sinaga.

Detail 29 karyawan Sarinah ini terdiri dari 26 orang sekuriti, 2 orang teknisi, dan 1 orang cleaning service.

Dari 29 orang ini, ada dua orang lainnya bernama Ahmadi dan Philip Sinaga divonis empat bulan empat belas hari.

Para terdakwa terbukti membantu pendemo untuk melakukan kerusuhan dan melawan kuasa umum atau aparat saat sedang berjaga atau melanggar Pasal 212 KUHP jo Pasal 214 KUHP jo Pasal 56 KUHP.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polri Buka Kembali Layanan Pembuatan dan Perpanjangan SIM, STNK, dan BPKB

Polri Buka Kembali Layanan Pembuatan dan Perpanjangan SIM, STNK, dan BPKB

Megapolitan
Belasan Ribu Orang Langgar PSBB di Jakarta, Total Denda Hampir Rp 600 Juta

Belasan Ribu Orang Langgar PSBB di Jakarta, Total Denda Hampir Rp 600 Juta

Megapolitan
Galaunya Ibu Hamil Gara-gara Corona...

Galaunya Ibu Hamil Gara-gara Corona...

Megapolitan
Anies Sebut Krisis Ekonomi Mulai Terasa di Jakarta Dampak Covid-19

Anies Sebut Krisis Ekonomi Mulai Terasa di Jakarta Dampak Covid-19

Megapolitan
Pemkot Susun Regulasi Penerapan New Normal Kota Bekasi

Pemkot Susun Regulasi Penerapan New Normal Kota Bekasi

Megapolitan
UPDATE 29 Mei Depok: Tambah 4 Pasien Positif, Jumlah PDP dan ODP Turun

UPDATE 29 Mei Depok: Tambah 4 Pasien Positif, Jumlah PDP dan ODP Turun

Megapolitan
Bioskop hingga Tempat Karaoke di Bekasi Akan Beroperasi jika New Normal Diterapkan

Bioskop hingga Tempat Karaoke di Bekasi Akan Beroperasi jika New Normal Diterapkan

Megapolitan
Cerita Ibu Hamil Pilih Periksa di Bidan Selama Pandemi Covid-19

Cerita Ibu Hamil Pilih Periksa di Bidan Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Sambut New Normal, Rumah Ibadah di Tangsel Akan Dibuka Bertahap Awal Juni 2020

Sambut New Normal, Rumah Ibadah di Tangsel Akan Dibuka Bertahap Awal Juni 2020

Megapolitan
Kota Bekasi Akan Terapkan New Normal Setelah 4 Juni 2020

Kota Bekasi Akan Terapkan New Normal Setelah 4 Juni 2020

Megapolitan
Depok Perpanjang PSBB dan Masa Tanggap Darurat Covid-19

Depok Perpanjang PSBB dan Masa Tanggap Darurat Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 Mei: Bertambah 124 Kasus, Total 7.053 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

UPDATE 29 Mei: Bertambah 124 Kasus, Total 7.053 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

Megapolitan
Hujan Deras dan Angin Kencang Akibatkan 2 Pohon Tumbang di Bogor

Hujan Deras dan Angin Kencang Akibatkan 2 Pohon Tumbang di Bogor

Megapolitan
Wali Kota Akui Kota Bekasi Belum Bebas Covid-19

Wali Kota Akui Kota Bekasi Belum Bebas Covid-19

Megapolitan
Masjid di Pancoran Gelar Shalat Jumat, Pemprov DKI: Semoga Tak Ada yang Terinfeksi

Masjid di Pancoran Gelar Shalat Jumat, Pemprov DKI: Semoga Tak Ada yang Terinfeksi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X