Penjambret di Pecenongan Babak Belur Dihakimi Warga

Kompas.com - 19/09/2019, 23:34 WIB
Ilustrasi jambret THINKSTOCKS/ADRIAN HILMANIlustrasi jambret

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang terduga penjambret berinisial HS (28) babak belur dihakimi warga setelah melakukan aksinya di depan Hotel Luminor, Pecenongan, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2019) dini hari.

Kapolsek Metro Gambir Kompol Wiraga Dimas Tama mengatakan, awalnya Diego Patik (korban) memesan taksi online di depan Hotel Luminor. Saat menunggu taksi, tiba-tiba dari arah samping korban muncul sepeda motor ninja yang dikendarai HS (pelaku) dan Kutil yang ternyata telah masuk dalam daftar pencarian orang polisi.

Mereka berboncengan dan merampas ponsel Diego.

Baca juga: Polisi Tangkap Pejambret yang Kerap Beraksi di Kuningan

Begitu ponselnya dijambret, Diego langsung berteriak sambil mengejar pelaku.

“Korban itu sempat berteriak ‘ jambret...jambret...’ sambil mengejar tersangka,” ujar Dimas dalam keterangan tertulisnya.

Warga yang mendengar teriakan itu langsung melempar kayu ke arah pelaku yang sedang mengendarai sepeda motor dan melarikan diri.

Lemparan kayu itu mengenai pelaku. Keduanya sempat terjatuh. Namun, pejambret yang dipanggil Kutil kabur. Ia meninggalkan Hendra di lokasi.

Hendra akhirnya jadi sasaran warga yang marah. 

Ponsel milik Diego, yang tadinya berada di tangan Hendra, justru tidak ditemukan di tengah banyak warga yang menghajar terduga penjambret itu.

“Saat HS ini terjatuh, ponsel milik korban yang saat itu dalam kekuasaannya juga ikut jatuh. Sayangnya, ponsel tersebut tidak ditemukan,” kata Dimas.

Polisi kemudian mendatangi lokasi dan langsung mengamankan HS.

Hendra kemudian digiring ke Polsek Metro Gambir untuk penyidikan lebih lanjut.

HS dikenakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan terancam hukuman penjara di atas 5 tahun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

369 Karyawan Positif Covid-19, PT Epson Hentikan Operasional hingga Sediakan Tempat Isolasi Karyawan

369 Karyawan Positif Covid-19, PT Epson Hentikan Operasional hingga Sediakan Tempat Isolasi Karyawan

Megapolitan
Sempat Tergenang, Banjir di Dekat TPU Karet Bivak Sudah Surut

Sempat Tergenang, Banjir di Dekat TPU Karet Bivak Sudah Surut

Megapolitan
Tertimpa Pohon Tumbang di Menteng, Sebuah Mobil Ringsek

Tertimpa Pohon Tumbang di Menteng, Sebuah Mobil Ringsek

Megapolitan
Banjir Setinggi 30 Cm Menggenangi Kawasan Citraland

Banjir Setinggi 30 Cm Menggenangi Kawasan Citraland

Megapolitan
Sempat Tergenang, Banjir di Jalan Jenderal Sudirman dan Kolong Semanggi Sudah Surut

Sempat Tergenang, Banjir di Jalan Jenderal Sudirman dan Kolong Semanggi Sudah Surut

Megapolitan
Hujan Selama 3 Jam, Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta Banjir

Hujan Selama 3 Jam, Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta Banjir

Megapolitan
Sempat Banjir, Kolong Jembatan Dukuh Atas Sudah Bisa Dilewati Kendaraan

Sempat Banjir, Kolong Jembatan Dukuh Atas Sudah Bisa Dilewati Kendaraan

Megapolitan
369 Karyawannya Positif Covid-19, PT Epson Jadi Klaster Industri Terbesar

369 Karyawannya Positif Covid-19, PT Epson Jadi Klaster Industri Terbesar

Megapolitan
Pemprov DKI Cairkan Dana Kartu Lansia dan Disabilitas Triwulan III

Pemprov DKI Cairkan Dana Kartu Lansia dan Disabilitas Triwulan III

Megapolitan
Polisi Pastikan 5 Jenazah ABK di Dalam Freezer Tewas karena Miras Oplosan

Polisi Pastikan 5 Jenazah ABK di Dalam Freezer Tewas karena Miras Oplosan

Megapolitan
Kapasitas ICU Sering Penuh, Pemkot Bekasi Tambah 26 Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 di Rumah Sakit

Kapasitas ICU Sering Penuh, Pemkot Bekasi Tambah 26 Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 di Rumah Sakit

Megapolitan
Katulampa Siaga 1, Bima Arya Ingatkan Anies Untuk Waspada

Katulampa Siaga 1, Bima Arya Ingatkan Anies Untuk Waspada

Megapolitan
Polisi Tangkap Sopir Angkot Penganiaya Warga di Duren Sawit

Polisi Tangkap Sopir Angkot Penganiaya Warga di Duren Sawit

Megapolitan
Sebelum Ditusuk Hingga Tewas, Pentolan Geng Copet Pernah Suruh Temannya Tusuk Tersangka

Sebelum Ditusuk Hingga Tewas, Pentolan Geng Copet Pernah Suruh Temannya Tusuk Tersangka

Megapolitan
Geng Copet Tamansari Kerap Beraksi di Halte TransJakarta

Geng Copet Tamansari Kerap Beraksi di Halte TransJakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X