Rumah Reyot "Nyempil" di Tengah Apartemen Mewah Jakpus, Ini Kisah Sang Pemilik

Kompas.com - 20/09/2019, 16:18 WIB
Rumah Ibu Lies (64) terkepung gedung Apartemen Thamrin Executive Residence, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Rumah dia masih berada di dalam kompleks apartemen itu karena menolak untuk digusur. KOMPAS.com/CYNTHIA LOVARumah Ibu Lies (64) terkepung gedung Apartemen Thamrin Executive Residence, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Rumah dia masih berada di dalam kompleks apartemen itu karena menolak untuk digusur.
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Siapa sangka di antara tingginya gedung Apartemen Thamrin Executive Residence di wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat, ada satu rumah tinggal masih eksis dalam kompleks apartemen itu.

Rumah reyot itu tepatnya berada di bagian belakang kompleks apartemen. Sekelilingnya adalah tower apartemen.

Sekilas, rumah ini seperti tak terlalu tampak karena tertutup tembok rumah yang dihiasi tanaman. 

Sementara jika dilihat dari atas gedung apartemen, hanya tampak genting tua warna cokelat yang telah usang.

Baca juga: Punya Rumah di Tengah Apartemen, Lies Harus Beli Air hingga Bayar Karcis Masuk

Di samping rumah itu, tampak pula tiga motor yang terparkir. Jika hendak ke rumah ini, harus melintasi jalan setapak yang menurun.

Kompas.com mencoba mengetuk rumah itu. Ada suara menyahut dari dalam.

Ibu Lies, demikian dia mengenalkan diri sebagai penghuni rumah itu. Awalnya, dia hanya berbicara dan menanggapi Kompas.com lewat jendela kamar rumahnya.

Namun lambat laun, dia mau berbicara langsung dan menceritakan awal mula rumahnya kini terkepung gedung-gedung apartemen.  

Rumah Bu Lies saat ditemui di Apartemen Thamrin Residence Executive, Jalan Kebon Melati, Jakarta Pusat, Jumat (20/9/2019).KOMPAS.com/CYNTHIA LOVA Rumah Bu Lies saat ditemui di Apartemen Thamrin Residence Executive, Jalan Kebon Melati, Jakarta Pusat, Jumat (20/9/2019).

Rumah peninggalan

Wanita berumur 64 tahun ini mengaku, sejak kecil tinggal di rumah itu. Rumah itu sudah diwariskan turun temurun oleh nenek moyangnya dan kini menjadi miliknya.

Ada kenangan indah yang menjadi harta berharga Ibu Lies di dalam rumah itu. 

Saat ini, Ibu Lies sudah memiliki tiga orang anak. Namun, hanya suami dan satu anaknya yang duduk di kelas 6 SD yang tinggal di rumah itu.

Lies bercerita, dahulu lahan yang digunakan Apartemen Thamrin Residence Executive ini adalah lapangan dan perumahan warga.

Baca juga: Punya Properti Mewah Lain, Lies Pilih Tetap Tinggal di Rumah Tua di Kompleks Apartemen

“Dulu mah adalah sepuluh rumah entah itu orang asli ataupun pendatang semua tinggal di sini,” ujar Lies saat dijumpai Jumat (20/9/2019).

Namun, rumah-rumah warga itu pun sirna berganti gedung apartemen mulai tahun 2012. Seluruh tanah dan bangunan warga dibeli oleh pemilik Apartemen Thamrin Residence Executive.

Ia mengaku, tak tahu persis berapa jumlah uang yang diterima tetangganya saat itu hingga rela pindah dari rumahnya.

“Tapi kayanya gede tuh dikasih, ada kali miliar deh kalau enggak salah,” katanya.

Tak sudi angkat kaki

Meski demikian, ia tak tergiur sama sekali dengan jumlah uang yang diberikan pengelola itu kepadanya.

Sudah beberapa kali pengelola itu memintanya untuk pindah dan menawarkan berbagai tawaran untuk Lies pindah.

Baca juga: Pertahankan Rumah di Tengah Kompleks Apartemen, Lies Tolak Tawaran Satu Unit hingga Uang Rp 3 M


Namun, ia bersikeras untuk tak melepaskan rumah kesayangan dan satu-satunya peninggalan nenek moyangnya.

“Ih ngapain banget, dibayar berapa pun rumah ini saya tidak sudi dibeli. Mereka mah emang cuma mau kuasai tanah ini. Ini tumpah darah saya di sini,” cerita Lies.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X