Polisi Tunggu Hasil Tes Laboratorium Sebelum Tetapkan Tersangka Kasus Industri Peleburan Alumunium

Kompas.com - 20/09/2019, 22:14 WIB
Lokasi industri peleburan timah di Cilincing yang dipasangi garis polisi KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARILokasi industri peleburan timah di Cilincing yang dipasangi garis polisi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, pihaknya menunggu hasil tes laboratorium dari Dinas Lingkungan Hidup terkait penyegelan tempat peleburan alumunium di Cilincing, Jakarta Utara.

Keberadaan peleburan itu dikeluhkan warga karena dinilai telah menimbulan pencemaran udara.

Menurut Budhi, hasil tes laboratorium nanti mempengaruhi keputusan penyidik dalam menetapkan tersangka atas kasus itu.

"Nanti kalau sudah ada hasil labnya baru nanti akan kami masukan dalam proses penyidikan," kata Budhi di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (20/9/2019).


Baca juga: Industri Peleburan Alumunium Disegel, Pihak SD di Cilincing Merasa Udara Lebih Baik

Budhi menjelaskan, hasil uji laboratorium akan membuktikan apakah asap dari peleburan alumunium itu melanggar ambang batas seperti yang ditetapkan dalam Undang-Undang Lingkungan Hidup atau tidak. Jika terbukti, hal itu akan menguatkan dugaan pelanggaran yang dilakukan industri rumahan tersebut.

"Untuk dugaan pelanggaran terhadap perizinannya, kami sudah berkoordinasi dengan Sudin Perdagangan dan secara lisan memang Pak Camat juga datanya tidak ada. Artinya sampai saat ini bisa dipastikan itu memang tidak ada izinnya," ujar Budhi.

Polisi telah memeriksa lima saksi, termasuk pemilik usaha peleburan aluminium tersebut.

Polisi juga telah menyegel industri peleburan yang kerap dikeluhkan warga Cilincing itu.

Usaha tersebut diduga telah melanggar Undang-Undang Lingkungan Hidup dan Undang-Undang Perdagangan.

Polisi menyita sejumlah alat bukti berupa alat-alat yang dibutuhkan dalam proses peleburan alumunium.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelantikan Presiden Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPR

Pelantikan Presiden Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPR

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden, 6 Tamu Negara Menginap di Hotel Fairmont

Jelang Pelantikan Presiden, 6 Tamu Negara Menginap di Hotel Fairmont

Megapolitan
Mahathir Mohammad Akan Hadiri Pelantikan Presiden RI 2019-2024 Besok

Mahathir Mohammad Akan Hadiri Pelantikan Presiden RI 2019-2024 Besok

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bandara Halim Bersiap Sambut Tamu Kenegaraan

Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bandara Halim Bersiap Sambut Tamu Kenegaraan

Megapolitan
Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Megapolitan
Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Megapolitan
Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Megapolitan
Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Megapolitan
Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Megapolitan
Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Megapolitan
Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
Seandainya Kota Bekasi dan Jakarta Digabung...

Seandainya Kota Bekasi dan Jakarta Digabung...

Megapolitan
Simpan Sabu di Dalam Pembalut, Seorang Pemuda Ditangkap

Simpan Sabu di Dalam Pembalut, Seorang Pemuda Ditangkap

Megapolitan
Jual Sabu, Seorang Buruh Ditangkap Polisi

Jual Sabu, Seorang Buruh Ditangkap Polisi

Megapolitan
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Pacarnya karena Tolak Berhubungan Badan

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Pacarnya karena Tolak Berhubungan Badan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X