Ada Test Speed Mobil Balap di GBK, Visi dan Misi GBK Dipertanyakan

Kompas.com - 21/09/2019, 22:18 WIB
Postingan dari founder IndoRunners yang menunjukan kawasan Gelora Bung Karno dipakai sebagai tempat balap mobil. Tangkapan layar dari akun instagram @rezapuspoPostingan dari founder IndoRunners yang menunjukan kawasan Gelora Bung Karno dipakai sebagai tempat balap mobil.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendiri Indorunners, Reza Puspo, mempertanyakan rencana Gelora Bung Karno ( GBK) menggelar drag race dalam waktu dekat. Menurut Reza, hal itu menyimpang dari visi dan misi adanya GBK.

Salah satu misi kawasan GBK adalah menjadi ruang terbuka hijau. Menurut Reza, visi itu tak akan tercapai bila di lokasi itu ada arena balapan kendaraan karena balapan kendaraan menimbulkan polusi udara.

"Pertanyaan saya cukup simple, merujuk kepada misi dan visi yang ada di GBK. Saya sebenarnya mempertanyakan visi misi itu,.... tidak anti dengan lombanya. Tidak. Saya tidak anti dengan motor sport," kata Reza, Sabtu (21/9/2019).

Baca juga: Pengelola Keluarkan Izin untuk Lomba Balap Mobil di Area GBK

Reza mengatakan, dia dengan komunitas Indorunners sejak 2010 telah mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat dengan olahraga lari di GBK.

"Saya sebagai Indorunners sudah mem-push teman-teman untuk melakukan gaya hidup sehat dan olahraga supaya bisa sehat, panjang umur, bermain di GBK, menjaga ranah main GBK," tambah Reza.

Ia kini khawatir acara balapan kendaraan akan secara rutin diadakan di area GBK.

"Tiba-tiba mau ada motor sport mau masuk ke sini, lalu gimana? Saya kebayang kalau ini terjadi apakah tidak yang berikutnya akan datang lagi?" ujar Reza.

Reza dan komunitas lari mendorong pembuatan petisi yang menuntut GBK mewujudkan visi dan misinya.

Selain membuat petisi, Reza akan menggalakkan kampanye di sosial media lewat tagar  #GBKgreenSport #TolakBalapMobilGBK.

"Kami akan memperjuangkan dengan mengajak komunitas-komunitas lari lainnya untuk mempertahankan ruang hijau di GBK," ujar Reza.

Sebelumnya, Reza melalui akun instagram, yiatu @rezapuspo, mengunggah video yang memperlihat sebuah mobil balap melaju kencang di kawasan GBK.

Dalam unggahannya itu, Reza menulis: 

"Hari Kamis 19 Sep 2019 kemarin di Lingkar Stadion Utama GBK ada latihan balap mobil yang menurut saya tidak pada tempatnya. Selain Lingkar tersebut tidak di desain untuk kebutuhan balap mobil, juga tidak sesuai dengan VISI dan MISi (kawasan) Gelora Bung Karno, yaitu (saya kutip dari https:// gbk.id/visi-misi/)

VISI : "Menjadi salah satu kawasan olahraga terintegrasi yang modern, *ramah lingkungan* dan unggul di dunia". MISI: Melestarikan lingkungan Komplek Gelora Bung Karno *sebagai paru-paru kota, sebagai ruang terbuka hijau,* dan sebagai objek wisata dan prasarana komunikasi sosial."



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pedagang Daging Mogok Jualan, Penjual Bakso dan Soto Terpaksa Tutup

Pedagang Daging Mogok Jualan, Penjual Bakso dan Soto Terpaksa Tutup

Megapolitan
Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tambah 3.786, Angka Penambahan Harian Tertinggi Sejak Pandemi

Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tambah 3.786, Angka Penambahan Harian Tertinggi Sejak Pandemi

Megapolitan
Basarnas Pastikan Tanda SOS di Pulau Laki Hoaks

Basarnas Pastikan Tanda SOS di Pulau Laki Hoaks

Megapolitan
Tak Laku Dijual karena Mahal, Daging Sapi Dibuang hingga Dikonsumsi Pedagangnya

Tak Laku Dijual karena Mahal, Daging Sapi Dibuang hingga Dikonsumsi Pedagangnya

Megapolitan
Pusat Diminta Pimpin Penanganan Covid-19 di Jabodetabek, DPRD DKI: Wajar Anies Angkat Tangan

Pusat Diminta Pimpin Penanganan Covid-19 di Jabodetabek, DPRD DKI: Wajar Anies Angkat Tangan

Megapolitan
Hoaks Seputar Sriwijaya Air SJ 182, Mulai dari Bayi Selamat hingga Tanda SOS di Pulau Laki

Hoaks Seputar Sriwijaya Air SJ 182, Mulai dari Bayi Selamat hingga Tanda SOS di Pulau Laki

Megapolitan
Kronologi Kasus Pasien dan Perawat Mesum di RSD Wisma Atlet, Berawal dari Aplikasi Kencan hingga Penetapan Tersangka

Kronologi Kasus Pasien dan Perawat Mesum di RSD Wisma Atlet, Berawal dari Aplikasi Kencan hingga Penetapan Tersangka

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Mogok, Tukang Bakso di Pasar Koja Baru Tak Bisa Berjualan

Pedagang Daging Sapi Mogok, Tukang Bakso di Pasar Koja Baru Tak Bisa Berjualan

Megapolitan
Langgar Hak Cipta Tugu Selamat Datang, Grand Indonesia Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar

Langgar Hak Cipta Tugu Selamat Datang, Grand Indonesia Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar

Megapolitan
Besok, Polisi Beberkan Hasil Gelar Perkara Kasus Pesta Raffi Ahmad di Rumah Ricardo Gelael

Besok, Polisi Beberkan Hasil Gelar Perkara Kasus Pesta Raffi Ahmad di Rumah Ricardo Gelael

Megapolitan
Jual Impas Daging Rp 120.000 Per Kg, Pedagang: Pembeli Enggak Kuat Harga Segitu

Jual Impas Daging Rp 120.000 Per Kg, Pedagang: Pembeli Enggak Kuat Harga Segitu

Megapolitan
Wakil Ketua DPRD DKI Nilai Wajar Anies Minta Pusat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Wakil Ketua DPRD DKI Nilai Wajar Anies Minta Pusat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pelecehan Seksual terhadap Istri Isa Bajaj

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pelecehan Seksual terhadap Istri Isa Bajaj

Megapolitan
Selama PPKM, Terminal Bus Kalideres Buka Posko Rapid Test Antigen Gratis

Selama PPKM, Terminal Bus Kalideres Buka Posko Rapid Test Antigen Gratis

Megapolitan
LaporCovid-19: Kenapa Data BOR DKI Masih 80 Persen Sementara Kenyataannya Sudah 100 Persen?

LaporCovid-19: Kenapa Data BOR DKI Masih 80 Persen Sementara Kenyataannya Sudah 100 Persen?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X