Massa PMII Membubarkan Diri dari Gedung KPK

Kompas.com - 23/09/2019, 19:41 WIB
Massa demonstran bubar dari gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/9/2019), KOMPAS.COM/WALDA MARISONMassa demonstran bubar dari gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/9/2019),
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Massa demonstran beratribut Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII) mulai meninggalkan lokasi unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih KPK pada Senin (23/9/2019), pukul 19.00 WIB.

Kapolres Metro Jakarta Kombes Bastoni Purnama mengatakan, polisi tidak membubarkan paksa para demonstran sebelum pukul 18.00 WIB untuk mencegah bentrokan.

"Ya kami hindari konflik sekecil mungkin. Tetap kami koordinasi sama korlapnya. Kami lagi pendekatan sama korlapnya," kata Bastoni beberapa saat sebelum massa membubarkan diri.

Bastoni menjelaskan, pihaknya mengedepankan negosiasi dengan demonstran sebelum membubarkan paksa para demonstran.

Baca juga: Massa PMII Gelar Shalat Magrib Berjamaah di Depan Gedung KPK

Berdasarkan pantauan Kompas.com, massa berjaket almamater biru itu bubar cukup tertib tanpa menimbulkan kericuhan dengan aparat kepolisian.

Namun, mereka menyisakan sampah yang berserakan dan api sisa pembakaran ban yang tetap menyala di depan Gedung Merah Putih KPK.

Adapun massa demonstran dari kelompok lainnya terlihat masih berada di lokasi sambil menyantap hidangan nasi kotak.

Untuk diketahui, mayoritas dari mereka menuntut ketua KPK Agus Raharjo dan beberapa komisionernya turun dari tampu kepemimpinan.

Massa juga menuntut pemerintah segera melantik Firli Bahuri sebagai ketua KPK yang baru.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menengok Dhanagun, Vihara Berusia 3 Abad di Bogor

Menengok Dhanagun, Vihara Berusia 3 Abad di Bogor

Megapolitan
5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

Megapolitan
Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Megapolitan
Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Megapolitan
Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Megapolitan
Cegah Penyebaran Virus Corona, Lion Air Group Batalkan Penerbangan ke China

Cegah Penyebaran Virus Corona, Lion Air Group Batalkan Penerbangan ke China

Megapolitan
Kronologi Terbongkarnya Praktik Prostitusi Online di Apartemen Kalibata

Kronologi Terbongkarnya Praktik Prostitusi Online di Apartemen Kalibata

Megapolitan
WNA AS Penyelundup Brownies Ganja Ditangkap, Temannya DPO

WNA AS Penyelundup Brownies Ganja Ditangkap, Temannya DPO

Megapolitan
KJRI Toronto Undang Bogor Hadiri Indonesian Summer Festival di Kanada

KJRI Toronto Undang Bogor Hadiri Indonesian Summer Festival di Kanada

Megapolitan
Cegah Banjir, Saluran Penghubung Sulaiman di Makasar Dikuras

Cegah Banjir, Saluran Penghubung Sulaiman di Makasar Dikuras

Megapolitan
Kisah Grup Barongsai Kong Ha Hong, Dilarang Era Orba dan Kini Jadi Juara Dunia

Kisah Grup Barongsai Kong Ha Hong, Dilarang Era Orba dan Kini Jadi Juara Dunia

Megapolitan
Ketua Ormas Goib Bantah Buat Spanduk Tolak Bioskop XXI karena Faktor Ekonomi

Ketua Ormas Goib Bantah Buat Spanduk Tolak Bioskop XXI karena Faktor Ekonomi

Megapolitan
Bikin Surat Pamitan, Dirut Transjakarta yang Mundur Sebut Anies 'Bapak Integrasi'

Bikin Surat Pamitan, Dirut Transjakarta yang Mundur Sebut Anies "Bapak Integrasi"

Megapolitan
Dirut Transjakarta Mundur, Posisinya Digantikan Wakil Ketua DTKJ

Dirut Transjakarta Mundur, Posisinya Digantikan Wakil Ketua DTKJ

Megapolitan
Harga Cabai Rawit Merah di Bogor Tembus Rp 90.000 Per Kilo

Harga Cabai Rawit Merah di Bogor Tembus Rp 90.000 Per Kilo

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X