Menit Demi Menit Demo Mahasiswa Ricuh di DPR, Demonstran Melawan hingga Kehadiran Oknum Perusuh

Kompas.com - 25/09/2019, 10:27 WIB
Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berunjuk rasa di depan gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/9/2019). Aksi demonstrasi di DPR kembali digelar hari ini sebagai bentuk penolakan segala upaya pelemahan terhadap pemberantasan korupsi serta mendesak pemerintah dan DPR mencabut UU KPK yang sudah disahkan. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJASejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berunjuk rasa di depan gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/9/2019). Aksi demonstrasi di DPR kembali digelar hari ini sebagai bentuk penolakan segala upaya pelemahan terhadap pemberantasan korupsi serta mendesak pemerintah dan DPR mencabut UU KPK yang sudah disahkan.
Penulis Jessi Carina
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana di sekitar Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mencekam semalaman. Demo mahasiswa yang semula berlangsung tertib di depan Gedung DPR berubah menjadi kericuhan.

Titik rusuh bergeser ke sejumlah tempat. Gas air mata pun ditembakkan berkali-kali. Pedihnya menyebar bahkan ke tempat-tempat yang bukan merupakan titik aksi unjuk rasa.

Para mahasiswa hendak menyuarakan penolakan mereka terhadap Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) karena ada beberapa pasal yang kontroversial.

Pasal-pasal kontroversial tersebut di antaranya delik penghinaan terhadap presiden/wakil presiden (Pasal 218-220), delik penggunaan terhadap lembaga negara (Pasal 353-354), serta delik penghinaan terhadap pemerintah yang sah (pasal 240-241).

Para mahasiswa dari berbagai kampus berbondong-bondong menuju Gedung DPR. Warna-warni jas almamater memenuhi sepanjang Jalan Gatot Subroto.

Berikut ini adalah kronologi menit demi menit demo mahasiswa yang berlangsung di depan Gedung DPR pada Selasa (24/9/2019).

Pukul 07.30 WIB, mahasiswa datang

Para mahasiswa mulai datang ke depan Gedung DPR pukul 07.30 WIB. Rombongan mahasiswa yang tiba lebih dulu berasal dari Universitas Islam Negeri Bandung. Mereka mengenakan jaket almamater berwarna biru. 

Baca juga: Demo Mahasiswa di DPR, Polda Metro Jaya Amankan 90 Orang

Sebelum mereka datang, gerbang pintu utama Gedung DPR sudah dipasangi kawat berduri. Pembatas beton atau separator juga dipasang di belakang kawat duri itu.

Pukul 08.00 WIB, bersiap di Senayan

Sementara itu, pergerakan mahasiswa dari kampus lain juga sudah terlihat di titik lain. Pukul 08.00 WIB, para mahasiswa mulai berkumpul di kawasan Senayan, tepatnya di Jalan Gerbang Pemuda.

Ratusan mahasiswa berdatangan dengan bus dan juga motor. Termasuk mahasiswa dari luar Jabodetabek. Sejumlah mahasiswa Purwokerto misalnya, mereka berangkat tengah malam dan tiba di kawasan Senayan pukul 08.00 WIB. Mereka berkumpul dan bersiap untuk sama-sama berjalan kaki menuju Gedung DPR.

Mahasiswa dari luar Jakarta seperti Bekasi dan Depok juga bersiap di wilayahnya masing-masing untuk berangkat ke Gedung DPR. 

Pukul 12.00 WIB, massa menuju DPR

Semakin siang, gelombang mahasiswa semakin besar. Pukul 12.00 WIB, mahasiswa yang berkumpul di kawasan Senayan berjalan bergandengan tangan menuju Gedung DPR. Siap untuk bergabung dengan para mahasiswa yang telah lebih dulu berada di sana.

Baca juga: Polisi Sebut Pola Perusuh Pasca Demo Mahasiswa di DPR Mirip 22 Mei

Tanpa melihat warna almamater, mereka berjalan beriringan.

Mereka berjalan sambil mengibarkan bendera universitas masing-masing. Tidak ketinggalan, mereka meneriakan "Tolak! Tolak! Tolak RUU sekarang juga! Hidup Mahasiswa !".

Pukul 12.20 WIB, Jalan Gatot Subroto ditutup

Ribuan mahasiswa yang bergerombol menuju Gedung DPR membuat Jalan Gatot Subroto tidak bisa dilewati kendaraan lagi. Jalan Gatot Subroto pun ditutup untuk kendaraan umum.

Jalur bus transJakarta dan sisa ruas jalan itu ditutup dari depan perempatan Senayan, tepat setelah jembatan Semanggi sampai flyover arah Grogol, Jakarta Barat.

Polisi pun menerapkan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi.

Pukul 12.28 WIB, massa mulai melawan

Sejumlah mahasiswa yang berunjuk di depan Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, menjebol barier kawat berduri yang dipasang di depan Gedung DPR.

Massa mahasiswa merusak barier kawat berduri di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019).KOMPAS.com/CYNTHIA LOVA Massa mahasiswa merusak barier kawat berduri di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019).

Mereka memaksa untuk masuk ke dalam gedung DPR. Pada pukul 12.28 WIB, mereka tampak menginjak-injak kawat berduri yang dipasang di depan pagar Gedung DPR.

Mereka juga tampak menggoyang-goyangkan kawat itu dan menerobos ke arah gerbang Gedung DPR. Massa juga mengetok bahkan menggoyang gerbang di Gedung DPR

Pukul 13.47 WIB, massa meminta bertemu pimpinan DPR

Perwakilan mahasiswa melakukan mediasi dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Harry Kurniawan di depan Gedung DPR. Mereka berdialog di atas mobil.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Akui Secara Teknis Penambahan Lahan di Ancol adalah Reklamasi

Anies Akui Secara Teknis Penambahan Lahan di Ancol adalah Reklamasi

Megapolitan
Buka Suara soal Reklamasi Ancol, Anies: Ini untuk Melindungui Warga dari Banjir

Buka Suara soal Reklamasi Ancol, Anies: Ini untuk Melindungui Warga dari Banjir

Megapolitan
Lurah Grogol Selatan yang Dicopot Diduga Beri Pelayanan Langsung ke Djoko Tjandra Saat Bikin E-KTP

Lurah Grogol Selatan yang Dicopot Diduga Beri Pelayanan Langsung ke Djoko Tjandra Saat Bikin E-KTP

Megapolitan
Polisi: Jenazah Editor Metro TV Mulai Membusuk Saat Ditemukan

Polisi: Jenazah Editor Metro TV Mulai Membusuk Saat Ditemukan

Megapolitan
Usut Kasus Kematian Wartawan Metro TV, Polisi Periksa 12 Saksi

Usut Kasus Kematian Wartawan Metro TV, Polisi Periksa 12 Saksi

Megapolitan
Ada Luka Tusuk di Leher dan Paha Yodi Prabowo, Editor Metro TV yang Ditemukan Tewas

Ada Luka Tusuk di Leher dan Paha Yodi Prabowo, Editor Metro TV yang Ditemukan Tewas

Megapolitan
Lurah Grogol Selatan Dinilai Langgar Disiplin PNS karena Terbitkan E-KTP Djoko Tjandra

Lurah Grogol Selatan Dinilai Langgar Disiplin PNS karena Terbitkan E-KTP Djoko Tjandra

Megapolitan
Fakta Eksploitasi 305 Anak oleh WN Prancis, Bisa Bahasa Indonesia hingga Rehabilitasi Korban...

Fakta Eksploitasi 305 Anak oleh WN Prancis, Bisa Bahasa Indonesia hingga Rehabilitasi Korban...

Megapolitan
Fakta Tewasnya Editor Metro TV yang Ditemukan di Pinggir Tol Pesanggrahan

Fakta Tewasnya Editor Metro TV yang Ditemukan di Pinggir Tol Pesanggrahan

Megapolitan
Fakta Mobil Terjun ke Kalimalang, Sopir Diduga Mengantuk yang Berujung Tewasnya Ibu dan Anak

Fakta Mobil Terjun ke Kalimalang, Sopir Diduga Mengantuk yang Berujung Tewasnya Ibu dan Anak

Megapolitan
Saat Pandemi, Kelompok Tani Wanita Sunter Agung Panen Sawi 40 Kilogram

Saat Pandemi, Kelompok Tani Wanita Sunter Agung Panen Sawi 40 Kilogram

Megapolitan
Fakta Tiga Pilot Ditangkap Polisi karena Pakai Sabu, Ada yang Kerja untuk Maskapai Pemerintah

Fakta Tiga Pilot Ditangkap Polisi karena Pakai Sabu, Ada yang Kerja untuk Maskapai Pemerintah

Megapolitan
Pengelola Pabrik Diimbau Gelar Tes Massal untuk Cegah Penularan Covid-19

Pengelola Pabrik Diimbau Gelar Tes Massal untuk Cegah Penularan Covid-19

Megapolitan
Ini Alasan Reklamasi Ancol Belum Kuat Dasar Hukumnya

Ini Alasan Reklamasi Ancol Belum Kuat Dasar Hukumnya

Megapolitan
UPDATE 10 Juli: Tak Ada Penambahan Kasus, 8 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Sembuh

UPDATE 10 Juli: Tak Ada Penambahan Kasus, 8 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Sembuh

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X