Polisi Intimidasi Wartawan Saat Demo, Komnas HAM Mau Minta Penjelasan Irwasum Polri

Kompas.com - 25/09/2019, 13:46 WIB
Komisioner Komnas HAM Amirudin saat menyambangi RSPP, Jakarta Selatan, Rabu (25/9/2019). KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIKomisioner Komnas HAM Amirudin saat menyambangi RSPP, Jakarta Selatan, Rabu (25/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komnas HAM Amirudin mengatakan akan berkoordinasi dengan Irwasum Polri terkait pelarangan dan intimidasi terhadap wartawan yang dilakukan oknum kepolisian dalam demo mahasiswa di Gedung DPR, kemarin.

"Nanti akan saya sampaikan, apakah saya undang atau saya panggil ke Komnas, Irwasum Polri untuk menjelaskan ini semua," kata Amirudin saat menyambangi RSPP, Jakarta Selatan, Rabu (25/9/2019).

Amirudin mengatakan siapa pun yang menjadi kekerasan dari penegak hukum tentu harus menjadi perhatian.

"Wartawan juga meliput suasana seperti itu juga menjadi korban, polisi kan seharusnya bisa membedakan itu," ujar Amirudin

Ia mengingatkan aparat kepolisian untuk bisa lebih baik dalam menghadapi demonstrasi massa. Sebab, di negara demokrasi seperti Indonesia demonstrasi akan sering terjadi sebagai bentuk menyampaikan aspirasi bagi rakyat.

Salah satu wartawan yang mendapat intimidasi saat demo kemarin adalah jurnalis Kompas.com. Sebelumnya diberitakan salah seorang jurnalis Kompas.com mendapat intimidasi saat merekam pengeroyokan polisi terhadap seorang pria yang jatuh tersungkur di samping Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (24/9/2019).

Baca juga: Wartawan Kompas.com Diintimidasi Polisi, Polda Metro Jaya Koordinasi dengan Propam

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat merekam gambar tersebut, ada seorang pejabat polisi yang meminta untuk berhenti merekam.

Jurnalis kami pun sudah menjelaskan soal profesinya sebagai jurnalis sehingga berhak mengabadikan peristiwa tersebut. Polisi itu tak peduli dan marah.

Kompas.com kembali menimpali bahwa profesi jurnalis dilindungi oleh UU Pers. Namun, polisi itu tetap memaksa agar video dihapus.

Permintaan itu ditolak. Jurnalis Kompas.com langsung berjalan ke arah pintu kaca JCC.

Di sana Jurnalis melihat oknum polisi melakukan tendangan, pukulan, serta injakan dilakuan kepada seorang pria yang diamankan.

Baca juga: Jalan Gelora di Belakang DPR RI Masih Ditutup Usai Kerusuhan Semalam

Jurnalis kami spontan meneriaki polisi yang mulai beringas dan meminta mereka untuk berhenti. Teriakan ini langsung membuat polisi yang mengeroyok pria tadi sadar. Mereka memelototi jurnalis Kompas.com. Salah seorang komandannya meminta agar video itu dihapus. 

Ponsel yang digunakan untuk merekam video pun berusaha dirampas polisi. Namun, upaya mereka tak membuahkan hasil karena ponsel itu langsung diselipkan ke pakaian dalam.

"Tas saya ditarik, tangan saya ditarik, mereka nyaris menyerang sampai akhirnya komandannya itu melindungi saya dan membawa saya ke dalam JCC," tutur rekan kami itu.

Polisi yang menyelamatkan jurnalis kami itu menjelaskan bahwa pasukan Brimob sedang mengamuk. Jurnalis diminta mengerti kondisi polisi saat itu.

Setelah beberapa lama, jurnalis kami akhirnya diperkenankan untuk pulang. Tak ada luka fisik yang dialami jurnalis kami.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 4 di Jabodetabek, Klaim Penurunan Kasus di Jakarta, tapi Pendapatan Asli Daerah Bekasi Anjlok

PPKM Level 4 di Jabodetabek, Klaim Penurunan Kasus di Jakarta, tapi Pendapatan Asli Daerah Bekasi Anjlok

Megapolitan
PPKM Diperpanjang, Jakarta Masih Berstatus Level 4

PPKM Diperpanjang, Jakarta Masih Berstatus Level 4

Megapolitan
Bagaimana Teknik Swab PCR terhadap Harimau? Ini Penjelasan Dokter Hewan Ragunan

Bagaimana Teknik Swab PCR terhadap Harimau? Ini Penjelasan Dokter Hewan Ragunan

Megapolitan
UPDATE: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 129, Pasien Aktif Jadi 4.662 Orang

UPDATE: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 129, Pasien Aktif Jadi 4.662 Orang

Megapolitan
Kebakaran Gudang di Parakan Sawangan, Karyawan Nyaris Jadi Korkan dan Api Sulit Dikendalikan

Kebakaran Gudang di Parakan Sawangan, Karyawan Nyaris Jadi Korkan dan Api Sulit Dikendalikan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Perpanjangan PPKM Level 4 di Jakarta | Reaksi Anies Nonton Greysia/Apriyani Raih Emas Olimpiade

[POPULER JABODETABEK] Perpanjangan PPKM Level 4 di Jakarta | Reaksi Anies Nonton Greysia/Apriyani Raih Emas Olimpiade

Megapolitan
UPDATE: Hampir 1.000 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 15 Pasien Wafat

UPDATE: Hampir 1.000 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 15 Pasien Wafat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Jakarta Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Jakarta Hujan

Megapolitan
Marak Tawuran Antar-geng di Jakarta, Polisi Lakukan Patroli Siber

Marak Tawuran Antar-geng di Jakarta, Polisi Lakukan Patroli Siber

Megapolitan
UPDATE 2 Agustus: Pasien Covid-19 Meninggal di Kota Bogor Capai 436 Kasus

UPDATE 2 Agustus: Pasien Covid-19 Meninggal di Kota Bogor Capai 436 Kasus

Megapolitan
Pungli Bansos di Tangerang, Polisi Panggil Pendamping PKH dan Satu Saksi Lainnya

Pungli Bansos di Tangerang, Polisi Panggil Pendamping PKH dan Satu Saksi Lainnya

Megapolitan
Ketahuan Sembunyi di Hutan, Pembunuh Pemilik Warung Kopi di Bogor Akhirnya Diringkus Polisi

Ketahuan Sembunyi di Hutan, Pembunuh Pemilik Warung Kopi di Bogor Akhirnya Diringkus Polisi

Megapolitan
Polisi Tangkap 4 Anggota Geng Motor Pelaku Tawuran yang Bunuh Lawannya di Duren Sawit

Polisi Tangkap 4 Anggota Geng Motor Pelaku Tawuran yang Bunuh Lawannya di Duren Sawit

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Bakal Tindak Sekolah yang Terbukti Menggelar Pembelajaran Tatap Muka

Pemprov DKI Jakarta Bakal Tindak Sekolah yang Terbukti Menggelar Pembelajaran Tatap Muka

Megapolitan
Posko Vaksinasi Covid-19 Dibuka di Citra Garden City, Kuota Per Hari 2.000 Orang

Posko Vaksinasi Covid-19 Dibuka di Citra Garden City, Kuota Per Hari 2.000 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X