Dua Mahasiswa Ditangkap karena Ambil Barang Milik Polisi Saat Demo di Gedung DPR

Kompas.com - 27/09/2019, 22:02 WIB
Mahasiswa perguruan tinggi negeri di Bandung bernama Hatif (tiga dari sebelah kiri) dan mahasiswa perguruan tinggi asal Jakarta bernam Nabil (dua dari sebelah kanan) di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELAMahasiswa perguruan tinggi negeri di Bandung bernama Hatif (tiga dari sebelah kiri) dan mahasiswa perguruan tinggi asal Jakarta bernam Nabil (dua dari sebelah kanan) di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menangkap seorang mahasiswa perguruan tinggi negeri di Bandung bernama Hatif yang diduga membawa tameng milik polisi.

Hanif sebelumnya diketahui mengikuti aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI pada 24 September lalu. Foto Hatif saat berpose membawa tameng polisi pun viral di media sosial.

Oleh karena itu, Hatif ditangkap di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (26/9/2019).

"Saya ditangkap karena saya temukan tameng milik polisi, saya bawa dan foto saya bersama tameng itu viral di media sosial," kata Hatif kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019).

Baca juga: Polisi Tetapkan 12 Pelajar dan 24 Mahasiswa sebagai Tersangka Aksi Kerusuhan di Kompleks Parlemen Senayan

Selain Hatif, polisi juga menangkap mahasiswa perguruan tinggi asal Jakarta bernam Nabil. Dia ditangkap atas dugaan pencurian handy talkie milik polisi saat aksi unjuk rasa. Nabil pun sempat merekam handy talkie yang diambilnya dalam sebuah video.

"Saya mohon maaf kepada kepolisian atas tingkah laku saya dalam video yang viral," kata Nabil.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Rovan Richard Mahenu mengatakan, polisi tidak melanjutkan proses hukum keduanya dengan alasan subjektivitas penyidik.

Saat ini, keduanya dikembalikan ke orangtua untuk menjalani pembinaan.

Baca juga: Bantah Polisi, Kontras Ungkap Masih Ada Sekitar 30 Mahasiswa Ditahan

"Untuk kasus ini akan kami lakukan pembinaan. Karena dari hasil diskusi, mereka sudah minta maaf dan mengakui kalah. Kami lihat juga usia-usia mereka masih produktif. Jadi, kami kembalikan ke orangtua," ujar Rovan.

Seperti diketahui, aksi unjuk rasa dilakukan oleh aliansi mahasiswa, pelakar, dan masyarakat sipil di berbagai daerah pada Selasa (24/9/2019) dan Rabu (25/9/2019) sehingga berujung ricuh dengan aparat keamanan di Kompleks Parlemen Senayan.

Demo tersebut digelar karena menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Peserta Laporkan Ketua Arisan Lebaran ke Polisi, Berawal Pengakuan Uang Rp 950 Juta Dicuri

Fakta Peserta Laporkan Ketua Arisan Lebaran ke Polisi, Berawal Pengakuan Uang Rp 950 Juta Dicuri

Megapolitan
Warga Kampung Kebun Bayam Belum Pindah, Pengangkatan Atap JIS Ditunda

Warga Kampung Kebun Bayam Belum Pindah, Pengangkatan Atap JIS Ditunda

Megapolitan
Beragam Modus demi Lolos Penyekatan Mudik: Naik Ambulans hingga Nekat Terobos Pembatas Jalan

Beragam Modus demi Lolos Penyekatan Mudik: Naik Ambulans hingga Nekat Terobos Pembatas Jalan

Megapolitan
UPDATE 7 Mei: Kasus Baru Covid-19 di Depok Bertambah 115 Orang, 6 Meninggal

UPDATE 7 Mei: Kasus Baru Covid-19 di Depok Bertambah 115 Orang, 6 Meninggal

Megapolitan
30 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 316 Pasien Masih Dirawat dan Isolasi

30 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 316 Pasien Masih Dirawat dan Isolasi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Hujan

Megapolitan
Larangan Mudik Lokal Jabodetabek: Warga dan Pemerintah Daerah Sama-sama Bingung

Larangan Mudik Lokal Jabodetabek: Warga dan Pemerintah Daerah Sama-sama Bingung

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Ini, 8 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Ini, 8 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Depok Hari Ini, 8 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Depok Hari Ini, 8 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 8 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 8 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 8 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 8 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 8 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 8 Mei 2021

Megapolitan
Pasar Tanah Abang Tutup 12-18 Mei, Pengelola: Libur Lebaran dan Perawatan

Pasar Tanah Abang Tutup 12-18 Mei, Pengelola: Libur Lebaran dan Perawatan

Megapolitan
UPDATE 7 Mei: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 204 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 7 Mei: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 204 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Kasus Pria Pukul Bocah Berujung Damai, Kejari Kota Tangerang Terapkan Restorative Justice

Kasus Pria Pukul Bocah Berujung Damai, Kejari Kota Tangerang Terapkan Restorative Justice

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X