Desak Hentikan Kasus Dandhy Laksono, AJI Aksi Jalan Mundur

Kompas.com - 29/09/2019, 13:58 WIB
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) saat aksi jalan mundur di Car Free Day (CFD), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (29/9/2019). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIAliansi Jurnalis Independen (AJI) saat aksi jalan mundur di Car Free Day (CFD), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (29/9/2019).
Penulis Dean Pahrevi
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Aliasi Jurnalis Independen ( AJI) melakukan aksi jalan mundur pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (29/9/2019).

Aksi itu dilakukaan sambil membawa poster bertuliskan "Stop Kriminalisasi Jurnalis dan Aktivis".

Koordintaor aksi tersebut Jackson Simanjuntak mengatakan, aksi jalan mundur sebagai bentuk desakan kepada polisi agar segera menghentikan kasus Dandhy Dwi Laksono.

Baca juga: Penangkapan Dandhy Laksono dan Ananda Badudu yang Mengejutkan Publik...

"Sebenarnya untuk menuntut atau mendesak polisi segera menghentikan kasus yang dialami oleh anggita AJI Dandhy Dwi Laksono karena kita merasa bahwa apa yang dilakukan terhadap Dandhy ini sangat jauh dari apa yang kita harapkan dari demokrasi kita," kata Jackson di lokasi, Minggu.

Dia menambahkan, aksi jalan mundur dilakukan sebagai simbol mundurnya demokrasi di Indonesia.

"Kita merasa bahwa ini ancaman kebebasan berekspresi kawan-kawan ancaman terhadap kita untuk mencoba memyuarakan sebuah kebenaran . Dan kita merasa bahwa penangkapan Dandhy ini sebagai bentuk sebuah kemunduran demokrasi yang terjadi saat ini," ujar Jackson.

Sementara itu, Ketua Bidang Advokasi AJI Indonesia Sasmito mengatakan, dalam sepekan terakhir, tercatat 14 kasus kekerasan pada jurnalis di Indonesia.

Baca juga: Kata Polda Metro Jaya soal Pelapor Dandhy Dwi Laksono yang Diduga Anggota Polri

Dia mengungkapkan, sembilan dari 14 kasus tersebut merupakan kekerasan yang diduga dilakukan oknum kepolisian.

"Kita juga mendorong kasus-kasus kekerasan yang diduga dilakukan polisi ada 9 kasus yang kita lihat pelakunya itu diduga dari kepolisian. Kita berharap pihak kepolisian mengusut kasus ini tanpa ada laporan pun itu harus diusut. Karena kekerasan terhadap jurnalis bukan delik aduan jadi teman-teman kepolisian bisa langsung mengusut tanpa adanya laporan," ujar Sasmito.

Dandhy ditangkap di rumahnya di Bekasi, Kamis (27/9/2019) pukul 22:45 WIB, selang 15 menit setelah ia tiba selepas bekerja.

Pendiri Watchdog ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian terkait cuitannya di Twitter mengenai kondisi kemanusiaan di Papua. Polisi menjeratnya dengan UU ITE. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Damkar Turun Tangan Bantu Ambilkan Ponsel Pengemudi Ojol yang Tercebur ke Selokan

Damkar Turun Tangan Bantu Ambilkan Ponsel Pengemudi Ojol yang Tercebur ke Selokan

Megapolitan
DKI Jakarta Olah Air Laut Jadi Air Bersih di Pulau Payung

DKI Jakarta Olah Air Laut Jadi Air Bersih di Pulau Payung

Megapolitan
12 Anggota Satpol PP yang Bobol ATM Terancam Dipecat

12 Anggota Satpol PP yang Bobol ATM Terancam Dipecat

Megapolitan
Panik Ada Razia Polisi, Pengendara Putar Balik dan Lawan Arus di Jalan I Gusti Ngurah Rai

Panik Ada Razia Polisi, Pengendara Putar Balik dan Lawan Arus di Jalan I Gusti Ngurah Rai

Megapolitan
 52 Usulan Raperda DKI Jakarta Dibahas, Mulai dari Penataan Kawasan BKT hingga Jalan Berbayar

52 Usulan Raperda DKI Jakarta Dibahas, Mulai dari Penataan Kawasan BKT hingga Jalan Berbayar

Megapolitan
Pemprov DKI Anggarkan Rp 100 M Bangun Instalasi Pengolahan Air Laut di Kepulauan Seribu

Pemprov DKI Anggarkan Rp 100 M Bangun Instalasi Pengolahan Air Laut di Kepulauan Seribu

Megapolitan
Dinas Pendidikan Sulit Bujuk Warga yang Terdampak Penggusuran untuk Daftar Sekolah

Dinas Pendidikan Sulit Bujuk Warga yang Terdampak Penggusuran untuk Daftar Sekolah

Megapolitan
Puslabfor Polri Periksa Gedung SMK Yadika 6 yang Terbakar

Puslabfor Polri Periksa Gedung SMK Yadika 6 yang Terbakar

Megapolitan
Beredar Kabar Putaran Poltangan dan Universitas Pancasila Ditutup, Dishub Pastikan Hoaks

Beredar Kabar Putaran Poltangan dan Universitas Pancasila Ditutup, Dishub Pastikan Hoaks

Megapolitan
Ade Armando Dicecar 16 Pertanyaan Terkait Kasus Meme Joker Anies Baswedan

Ade Armando Dicecar 16 Pertanyaan Terkait Kasus Meme Joker Anies Baswedan

Megapolitan
Pengemudi Ojek hingga Tukang Pijat, 9 Orang Ini Buktikan Siapa Saja Bisa Berbuat Baik

Pengemudi Ojek hingga Tukang Pijat, 9 Orang Ini Buktikan Siapa Saja Bisa Berbuat Baik

BrandzView
Motor Tabrakan dengan Mobil Boks di Perempatan TMP Taruna, Satu Meninggal Dunia

Motor Tabrakan dengan Mobil Boks di Perempatan TMP Taruna, Satu Meninggal Dunia

Megapolitan
Hasil Pembahasan di DPRD, Rancangan Anggaran DKI 2020 Defisit Rp 10 Triliun

Hasil Pembahasan di DPRD, Rancangan Anggaran DKI 2020 Defisit Rp 10 Triliun

Megapolitan
Pascakebakaran SMK Yadika 6, Wali Kota Bekasi Akan Cek Gedung-gedung Tinggi

Pascakebakaran SMK Yadika 6, Wali Kota Bekasi Akan Cek Gedung-gedung Tinggi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Gelontorkan Dana Tak Terduga untuk Pemulihan SMK Yadika 6

Pemkot Bekasi Akan Gelontorkan Dana Tak Terduga untuk Pemulihan SMK Yadika 6

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X