Gas Air Mata Masih Terasa, Warga Pejompongan Bantu Siapkan Air untuk Pengendara

Kompas.com - 01/10/2019, 14:39 WIB
Warga menyediakan air bersih untuk membantu warga yang keperihan terkena sisa gas air mata di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019). TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRAWarga menyediakan air bersih untuk membantu warga yang keperihan terkena sisa gas air mata di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sisa gas air mata yang masih terasa di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat membuat warga berinisiatif untuk membantu pengendara yang melintas.

Beberapa warga yang juga pedagang mebel di Jalan Pejompongan arah Karet menyediakan air bersih untuk para pengendara yang ingin membasuh mukanya untuk mengurangi perihnya gas air mata.

"Yang matanya perih minggir dulu, ayo minggir dulu biar enggak macet," ujar warga menawarkan bantuan kepada pengendara yang melintas, Selasa (1/10/2019).

Pengendara yang merasa perih langsung menepi dan mengambil air dari selang itu.

"Saya dari Kebayoran Lama mau ke Senen, pas lewat perlintasan kereta itu terasa perih banget," kata Zacky, pengendara ojek online yang tengah membasuh mukanya.

Baca juga: Cegah Pelajar Berangkat Demo ke Gedung DPR, Polisi Jaga Ketat Stasiun Bekasi

Sementara itu, Dodo, salah satu warga yang menyediakan air bersih mengatakan, pihaknya spontan membantu pengendara karena sisa gas air mata masih sangat terasa di kawasan ini.

"Baru mulai pagi tadi saja, soalnya sisanya masih terasa banget kasihan pengendara yang melintas," kata Dodo.

Akibat kericuhan semalam, Dodo dan para pedagang di Jalan Pejompongan terpaksa menutup tokonya lebih cepat.

Beruntung, tokonya tak turut menjadi sasaran kericuhan.

Hanya jalanan di depannya saja yang dipenuhi batu dan bekas bakaran ban. Namun saat ini batu dan bekas ban itu sudah dibersihkan.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul "Warga Pejompongan Bantu Siapkan Air hilangkan Bekas Gas Air Mata Pengendara yang Melintas".



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Megapolitan
Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Megapolitan
Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Megapolitan
Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Megapolitan
57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

Megapolitan
Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Megapolitan
Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Megapolitan
Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Megapolitan
Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Megapolitan
Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

Megapolitan
Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X