Pukul 16.10, Mahasiswa Masih Terus Bergerak ke Gedung DPR Lewat Jalan Gerbang Pemuda

Kompas.com - 01/10/2019, 16:36 WIB
Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dari berbagai universitas mendekati gedung DPR/MPR melalui jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (01/10/2019). KOMPAS.com/MUHAMAD ISA BUSTOMISejumlah Mahasiswa yang tergabung dari berbagai universitas mendekati gedung DPR/MPR melalui jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (01/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mahasiswa yang tergabung dari berbagai universitas masih berupaya mendekat ke Gedung DPR/MPR melalui Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019). 

Sejak pukul 16.01 WIB, mahasiswa yang menggunakan tanda pengenal lengkap dengan almamaternya terus berdatangan.

Mereka menggunakan berbagai kendaraan mulai dari bus hingga motor yang diparkir di sekitar Patal Senayan.

Dari sana, mereka berjalan kaki bersama dengan membentangkan bendera dan spanduk.

"Meski kedatangan kita kali ini adalah aksi damai, tapi takut ada provokasi aja yang menyebabkan kericuhan. Maka dari itu kami memarkirkan kendaraan cukup jauh," kata Deni salah satu mahasiswa.

Baca juga: Pemprov DKI Akan Cabut KJP Plus Pelajar yang Anarkistis Saat Demo

Massa terus berjalan menuju arah DPR melalui depan Kementerian Pemuda dan Olaharaga secara berkelompok. Hanya berselang beberapa menit, mereka memadati bahu Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat.

Dari spanduk, terlihat tuntutan yang ditujukan ke DPR masih sama. Mereka masih menutut dibatalkannya beberapa RUU bermasalah seperti RKUHP, RUU Pertanahan, dan RUU Pertanahan.

Selain tuntutan yang dilakukan sepekan terkahir, mereka juga menambahkan aspirasinya yakni terkait jatuhnya korban-korban sipil akibat kekerasan aparat selama gelombang aksi unjuk rasa.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X