Kompas.com - 01/10/2019, 17:34 WIB
Selasa (1/10/2019), Aliansi Mahasiswa Indonesia yang terdiri dari BEM-BEM kampus menggelar aksi teatrikal di dekat gedung DPR/MPR berupa adegan melayat KPK dan dua mahasiswa Universitas Haluoleo Kendari yang tewas ditembak pada 26 September 2019 lalu. KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANSelasa (1/10/2019), Aliansi Mahasiswa Indonesia yang terdiri dari BEM-BEM kampus menggelar aksi teatrikal di dekat gedung DPR/MPR berupa adegan melayat KPK dan dua mahasiswa Universitas Haluoleo Kendari yang tewas ditembak pada 26 September 2019 lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga Ketua Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia (SI), Muhammad Nurdiansyah menegaskan, aksi kerusuhan yang dilakukan oknum pelajar di depan Gedung DPR/MPR RI tidak berkaitan dengan aksi demonstrasi mahasiswa.

Nurdiansyah menegaskan, pihaknya tidak pernah mengajak para pelajar untuk ikut serta dalam setiap aksi demonstrasi.

"Kami mahasiswa, khususnya aliansi BEM SI, kami tidak pernah sedikit pun dan sama sekali (tidak) menarasikan untuk mengajak, mendiskusikan, membuat konsolidasi bersama adik - adik pelajar," kata dia di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019).

Baca juga: Ricuh Demo Pelajar, Pengamat Pandang Perlu Adanya Mitigasi Demo

"Jadi kami tidak mengetahui dan tidak ingin menanggapi apapun aksi pelajar beberapa waktu lalu," tambah dia.

Aksi demonstrasi yang dilakukan oknum pelajar sudah terjadi sejak 24 September lalu. Namun demonstrasi yang dilakukan siswa sekolah menengah atas itu selalu berujung kerusuhan.

Para pelajar umumnya ternyata tidak tahu apa tuntutan yang mau mereka sampaikan dalam aksi demonstrasi. Mereka tampak hanya menikmati momen kerusuhan dan bentrok dengan polisi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Megapolitan
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Megapolitan
Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Megapolitan
Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

Megapolitan
RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Megapolitan
Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Megapolitan
Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.