Diteriaki Demonstran Lain, Mahasiswa: Hati-hati Provokasi!

Kompas.com - 01/10/2019, 18:03 WIB
Mahasiswa teriaki massa di atas flyover Ladokgi, Jakarta Pusat  dengan seruan Hati-hati provokasi, Selasa (1/10/2019). KOMPAS.COM/WALDA MARISONMahasiswa teriaki massa di atas flyover Ladokgi, Jakarta Pusat dengan seruan Hati-hati provokasi, Selasa (1/10/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan mahasiswa yang berada di bawah kolong flyover Ladokgi, Senayan, Jakarta Pusat mulai membubarkan diri setelah menggelar demonstrasi, Selasa (1/10/2019).

Mereka membubarkan diri dengan tertib. Bahkan mahasiswa sempat bersalaman dengan polisi yang berbaris membentuk barikade.

Tepat pukul 17.19 WIB, ketika mereka bersalam-salaman, kelompok massa lain yang menggunakan dua bus melewati flyover yang melintang tepat di atas mahasiswa.


Mereka melaju dari arah Senayan menuju Semanggi.

Massa yang mengibarkan bendera Himpunan Mahasiwa Islam (HMI) ini berteriak dari atas flyover kepada mahasiswa yang ada di bawah dengan polisi.

Baca juga: Mahasiswa: Kami Tak Pernah Ajak Pelajar Ikut Demo

"Hati-hati dengan mereka yang berseragam, yang mencitrakan diri mereka baik," kata kelompok massa di atas flyover.

Seketika, kelompok mahasiswa yang ada di bawah secara bersama sama meneriakan seruan "Hati-hati provokasi".

"Hati-hati, hati-hati, hati-hati provokasi. Hati-hati, hati-hati, hati-hati provokasi," teriak mahasiswa.

Kelompok massa yang ada di atas flyover pun lalu melanjutkan perjalananya ke arah Semanggi, Jakarta Selatan.

Hingga saat ini, situasi di lokasi terpantau aman dan belum menunjukkan potensi kerusuhan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AJI Minta Polisi Usut Kasus Pemerasan oleh Wartawan Gadungan di Kota Tangerang

AJI Minta Polisi Usut Kasus Pemerasan oleh Wartawan Gadungan di Kota Tangerang

Megapolitan
Data KPAD, Ada 89 Kasus Pencabulan Anak di Bekasi Sepanjang 2019

Data KPAD, Ada 89 Kasus Pencabulan Anak di Bekasi Sepanjang 2019

Megapolitan
Polisi Selidiki Kasus Penjambretan Penumpang Ojol

Polisi Selidiki Kasus Penjambretan Penumpang Ojol

Megapolitan
Pemilihan Wagub DKI Harus Dihadiri Minimal 54 Anggota DPRD

Pemilihan Wagub DKI Harus Dihadiri Minimal 54 Anggota DPRD

Megapolitan
Air Semakin Tinggi, Korban Banjir Kebon Pala Mengungsi

Air Semakin Tinggi, Korban Banjir Kebon Pala Mengungsi

Megapolitan
Suami yang Tusuk Istri di Serpong Tak Mau Minum Obat meski Gangguan Jiwa

Suami yang Tusuk Istri di Serpong Tak Mau Minum Obat meski Gangguan Jiwa

Megapolitan
Pelajar SMA yang Dicabuli Teman Ayahnya di Bekasi Alami Trauma

Pelajar SMA yang Dicabuli Teman Ayahnya di Bekasi Alami Trauma

Megapolitan
Anggota Polres Jaksel yang Curi Baterai BTS di Halim Terancam Dipecat

Anggota Polres Jaksel yang Curi Baterai BTS di Halim Terancam Dipecat

Megapolitan
Siska Trauma dan Minta Kasus Penusukan oleh Suaminya Dilanjutkan

Siska Trauma dan Minta Kasus Penusukan oleh Suaminya Dilanjutkan

Megapolitan
Dua Pemuda Nyaris Diamuk Massa Setelah Gagal Menjambret Ponsel Perempuan

Dua Pemuda Nyaris Diamuk Massa Setelah Gagal Menjambret Ponsel Perempuan

Megapolitan
Camat Pastikan Bantuan Logistik Korban Banjir Kebon Pala Aman

Camat Pastikan Bantuan Logistik Korban Banjir Kebon Pala Aman

Megapolitan
Aetra Pastikan Gangguan Air Bersih 4 Kelurahan di Jakarta Timur Kembali Normal Minggu

Aetra Pastikan Gangguan Air Bersih 4 Kelurahan di Jakarta Timur Kembali Normal Minggu

Megapolitan
Wartawan Gadungan yang Ditangkap Satpol PP Tangerang Kabur Saat Hendak Diserahkan ke Polisi

Wartawan Gadungan yang Ditangkap Satpol PP Tangerang Kabur Saat Hendak Diserahkan ke Polisi

Megapolitan
Bunuh Pupung dan Anaknya, Dua Eksekutor Suruhan Aulia Kesuma Hanya Dibayar Rp 2 juta

Bunuh Pupung dan Anaknya, Dua Eksekutor Suruhan Aulia Kesuma Hanya Dibayar Rp 2 juta

Megapolitan
Tata Tertib Disahkan, Anggota DPR yang Jadi Cawagub DKI Harus Mundur

Tata Tertib Disahkan, Anggota DPR yang Jadi Cawagub DKI Harus Mundur

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X