Satu Pelajar yang Diamankan Polisi Saat Hendak ke Gedung DPR Dinyatakan Positif Sabu

Kompas.com - 01/10/2019, 18:24 WIB
Ratusan pelajar dijemur di trotoar oleh polisi. Mereka datang untuk demo di depan Gedung DPR, Rabu (25/9/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVARatusan pelajar dijemur di trotoar oleh polisi. Mereka datang untuk demo di depan Gedung DPR, Rabu (25/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dari sejumlah pelajar yang diamankan Polres Metro Jakarta Utara, polisi menemukan salah satu dari mereka positif mengunakan narkoba jenis sabu.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, pelajar yang positif sabu-sabu mengaku sebagai siswa salah satu SMP di Jakarta Utara.

Saat pelajar tersebut tiba di Mapolres Metro Jakarta Utara pada Senin (30/9/2019) siang, ia diminta Polisi untuk membuka pakaian.


Ternyata di punggung pemuda tersebut terdapat sebuah tato yang membuat Polisi curiga sehingga melakukan pendalaman.

"Ada pelajar yang ngakunya SMP, tapi umurnya 21 tahun. Karena kami curiga dengan gerak geriknya, dengan perilakunya, kemudian kami lakukan tes urine," ujar Budhi di Mapolsek Kelapa Gading, Selasa (1/10/2019).

Baca juga: Polisi Temukan Buron Saat Razia Pelajar yang Hendak Berdemo

Setelah dilakukan tes urine, ternyata pemuda tersebut positif mengonsumsi metafetamina atau yang biasa dikenal sebagai sabu-sabu.

"Akhirnya yang bersangkutan kami lakukan proses lebih lanjut. Kalau yang sabu-sabu (status pelajarnya) masih kami kroscek dengan SMP-nya. Karena dia ngakunya SMP, tapi umurnya 21," ucap Budhi.

Selain pemuda tersebut, Polres Metro Jakarta Utara mengamankan setidaknya 113 yang hendak menuju gedung DPR pada Senin sore.

Ratusan massa tersebut terdiri dari pelajar SMP, SMA dan sejumlah warga bukan pelajar namun menyamar menggunakamn seragam sekolah.

Bahkan beberapa di antaranya berasal dari sekolah-sekolah di luar Jakarta, yakni Cirebon, Kuningan, Cikampek dan Sumedang.

Budhi menyampaikan massa tersebut mendapat ajakan melalui aplikasi pesan singkat di ponsel mereka. Selain diajak untuk meramaikan gedung DPR, mereka juga diiming-imingi uang sebesar Rp 40.000.

Baca juga: Puluhan Pelajar Diamankan di Tanjung Priok, Berasal dari Cirebon, Tasikmalaya, hingga Karawang

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Modus Ojek Pangkalan Kelabui Penumpang di Terminal Kalideres, Tarif Rp 200.000 Disebut 20

Modus Ojek Pangkalan Kelabui Penumpang di Terminal Kalideres, Tarif Rp 200.000 Disebut 20

Megapolitan
 Fraksi PKS: Nurmansjah 12 Tahun Jadi Auditor, 10 Tahun Anggota Dewan, Pas dengan Anies

Fraksi PKS: Nurmansjah 12 Tahun Jadi Auditor, 10 Tahun Anggota Dewan, Pas dengan Anies

Megapolitan
Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Megapolitan
Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Megapolitan
Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Megapolitan
Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Megapolitan
Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

Megapolitan
Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Megapolitan
Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Megapolitan
Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Megapolitan
50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

Megapolitan
Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Megapolitan
Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X