Pemkot Bekasi Akan Undang Peneliti Terkait Temuan Bunga Bangkai di Sekolah

Kompas.com - 04/10/2019, 17:08 WIB
Bunga bangkai tumbuh di SDN Kayuringin Jaya II, Bekasi Selatan, Jumat (4/10/2019). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANBunga bangkai tumbuh di SDN Kayuringin Jaya II, Bekasi Selatan, Jumat (4/10/2019).

BEKASI, KOMPAS.com - Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi berencana mengundang lembaga konservasi untuk meneliti temuan bunga bangkai amorphophallus paeoniifolius di SDN Kayuringin Jaya II, Bekasi Selatan.

Hal ini terkait bagaimana cara pemeliharaan bunga bangkai itu agar tidak salah urus, sehingga dapat tumbuh optimal.

"Untuk konservasinya, nanti akan kami koordinasikan dengan lembaga konservasi terkait. Nanti hal-hal itu akan saya pelajari dan sampaikan ke sekolah juga, karena memang tumbuhnya bunga ini kan di area sekolah," ucap Kepala Seksi Pemeliharaan Lingkungan Hidup Dinas LH Bekasi, Ricar Widadang ditemui Kompas.com, Jumat (4/10/2019) petang.

Konservasi bunga bangkai yang berangkat dari penelitian dinilai penting bagi kelangsungan hidup bunga langka tersebut. Pasalnya, bunga ini tidak dapat dipindahkan dari tempat tumbuhnya di halaman SDN Kayuringin Jaya II.

Pemindahan bunga tersebut ke tempat yang lebih layak, semisal di hutan kota, justru berisiko membuat bunga bangkai layu dan tak dapat tumbuh lagi.

Baca juga: Takut Mati, Bunga Bangkai di Sekolah Bekasi Tak Dipindahkan

"Saya lihat itu sudah layu atau memang seperti itu, kan tidak tahu. Makanya perlu koordinasi dengan lembaga konservasi, salah satu lah lembaga untuk meneliti bunga bangkai ini," kata Ricar.

Meski demikian, ia belum dapat memastikan kapan akan mengundang peneliti dari lembaga konservasi tadi. Ricar juga belum bisa menyebutkan lembaga konservasi yang akan ia undang.

"Secepatnya. Saya laporkan ke pimpinan untuk ditindaklanjuti, pasti," tutup Ricar.

Sebelumnya diberitakan, bunga bangkai langka tumbuh sejak Senin (30/9/2019) di halaman SDN Kayuringin Jaya II, Bekasi Selatan. Penjaga sekolah, Nana (56) awalnya tak menyadari bahwa kemunculan tunas yang serupa jantung itu bakal merekah jadi bunga bangkai.

"Waktu pertama lihat, kayak jantung begitu. Tadinya polos saja, tanah biasa saja, buat menaruh sisa bakaran sampah," kata Nana kepada Kompas.com, Jumat.

Nana berujar, ia membiarkan saja "jantung" tersebut tanpa memberinya perhatian khusus. Tiga hari berselang, tunas itu merekah menjadi bunga berukuran besar.

"Baunya sudah dua hari lalu muncul kalau sore ke malam, kayak bangkai tikus gitu. Nah ini banyak lalat karena disobek sama anak-anak," sebut Nana.

Baca juga: Bunga Bangkai di Bekasi, Ahli LIPI: Tidak Langka dan Kerabat Talas Bogor

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Megapolitan
Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Megapolitan
KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

Megapolitan
Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Megapolitan
Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Megapolitan
Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Megapolitan
Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Megapolitan
Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Megapolitan
Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Megapolitan
Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Megapolitan
Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Megapolitan
Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Megapolitan
Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Megapolitan
PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

Megapolitan
Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X