Kompas.com - 06/10/2019, 12:41 WIB
Sebanyak 139 pengungsi Wamena asal Sumbar sampai di Makassar dan selanjutnya diterbangkan ke Padang Dok: Pemprov SumbarSebanyak 139 pengungsi Wamena asal Sumbar sampai di Makassar dan selanjutnya diterbangkan ke Padang

PADANG, KOMPAS.com - Sebanyak 70 pengungsi Wamena asal Sumatera Barat (Sumbar) dipulangkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar, hari Minggu (6/10/2019) ini.

Mereka diterbangkan dari Makassar menuju Padang, Ibu Kota Sumbar, dengan menggunakan pesawat dalam empat gelombang kedatangan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Gelombang pertama datang pada pukul 13.40 WIB dengan jumlah 21 orang. Gelombang kedua pukul 14.55 WIB dengan jumlah 10 orang. Gelombang ketiga pukul 17.10 WIB berjumlah 28 orang, dan gelombang terakhir berjumlah 11 orang pukul 19.45 WIB.

"Hari ini ada 70 orang pengungsi Wamena asal Sumbar yang diberangkatkan dari Makassar ke Padang. Mereka dibagi dalam empat gelombang kedatangan di BIM," ujar Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Minggu (6/10/2019).

Baca juga: 139 Pengungsi Wamena asal Sumbar Tiba di Makassar

Nasrul menjelaskan, sebanyak 70 pengungsi Wamena asal Sumbar itu semula diberangkatkan dari Jayapura, Papua, dengan Kapal Laut KM Ceremai pada 1 Oktober 2019.

Karena ada pengungsi yang sakit, mereka diturunkan di Makassar, Sabtu kemarin. Mereka lalu dipulangkan dengan pesawat dari Makassar ke Padang pada hari ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Totalnya mereka yang di Makassar ada 139 orang. Namun karena persoalan tiket, sementara baru bisa 70 orang dipulangkan hari ini. Sisanya segera menyusul," kata Nasrul Abit.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebagian Lampu PJU di Kota Tangerang Mulai Dinyalakan

Sebagian Lampu PJU di Kota Tangerang Mulai Dinyalakan

Megapolitan
Korban Pungli Bansos di Kota Tangerang Dapat Layangkan Pengaduan ke Nomor 08111500293

Korban Pungli Bansos di Kota Tangerang Dapat Layangkan Pengaduan ke Nomor 08111500293

Megapolitan
Wagub DKI Minta Warga Berdiam di Rumah demi Cegah Penularan Virus Corona Varian Delta Plus

Wagub DKI Minta Warga Berdiam di Rumah demi Cegah Penularan Virus Corona Varian Delta Plus

Megapolitan
Gudang Onderdil di  Sunter Terbakar, Api Berasal dari Obat Nyamuk yang Jatuh ke Kasur

Gudang Onderdil di Sunter Terbakar, Api Berasal dari Obat Nyamuk yang Jatuh ke Kasur

Megapolitan
Kecamatan Cakung Kekurangan Nakes, Capaian Vaksinasi Baru 40 Persen

Kecamatan Cakung Kekurangan Nakes, Capaian Vaksinasi Baru 40 Persen

Megapolitan
Anies: Beras Bansos di Jakarta Berupa Beras Premium dari Gapoktan

Anies: Beras Bansos di Jakarta Berupa Beras Premium dari Gapoktan

Megapolitan
Mau Gelar Pernikahan, Keluarga dan Tamu Kini Wajib Sudah Divaksinasi Covid-19

Mau Gelar Pernikahan, Keluarga dan Tamu Kini Wajib Sudah Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Wagub DKI: Keterisian Tempat Tidur di Jakarta Sudah di Bawah 70 Persen, Ini Pertanda Baik

Wagub DKI: Keterisian Tempat Tidur di Jakarta Sudah di Bawah 70 Persen, Ini Pertanda Baik

Megapolitan
Polisi Periksa CCTV pada Kasus Pencurian Uang 20 Juta di Sebuah Truk di Cengkareng

Polisi Periksa CCTV pada Kasus Pencurian Uang 20 Juta di Sebuah Truk di Cengkareng

Megapolitan
Pemprov DKI Wajibkan Pekerja Sektor Esensial dan Kritikal yang WFO Sudah Divaksin

Pemprov DKI Wajibkan Pekerja Sektor Esensial dan Kritikal yang WFO Sudah Divaksin

Megapolitan
Sekwan Pastikan Tak Ada Kegiatan Vaksinasi Dosis Ketiga di Gedung DPRD DKI

Sekwan Pastikan Tak Ada Kegiatan Vaksinasi Dosis Ketiga di Gedung DPRD DKI

Megapolitan
Pada 1-29 Juli, Imigrasi Soekarno-Hatta Tolak Masuk 63 WNA

Pada 1-29 Juli, Imigrasi Soekarno-Hatta Tolak Masuk 63 WNA

Megapolitan
Jual Obat Terapi Covid-19 hingga 8 Kali Lipat Lebih Mahal, 4 Pegawai Apotek di Cikarang Ditangkap Polisi

Jual Obat Terapi Covid-19 hingga 8 Kali Lipat Lebih Mahal, 4 Pegawai Apotek di Cikarang Ditangkap Polisi

Megapolitan
Satpol PP Gadungan Manfaatkan Operasi Yustisi Saat PPKM sebagai Kesempatan untuk Menipu

Satpol PP Gadungan Manfaatkan Operasi Yustisi Saat PPKM sebagai Kesempatan untuk Menipu

Megapolitan
Dokter Anak: Sembarangan Jadi Donor ASI Bisa Jadi Tanpa Sadar Tularkan Penyakit

Dokter Anak: Sembarangan Jadi Donor ASI Bisa Jadi Tanpa Sadar Tularkan Penyakit

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X