Kompas.com - 07/10/2019, 22:19 WIB
Ilustrasi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ShutterstockIlustrasi pencurian kendaraan bermotor (curanmor)

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Kapolsek Pondok Aren Kompol Afroni Sugiarto mengatakan pelaku CS (22) yang melakukan pencurian 86 aki berprofesi sebagai pencuci taksi di pool Blue Bird, Jalan Parigi Baru, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

"Jadi tersangka ini berprofesi yang mencuci taksi-taksi di pool taksi tersebut," kata Afroni saat dihubungi Kompas.com, Senin (7/10/2019).

Menurut Afroni, perusahaan taksi tersebut lalai dalam mempekerjakan seseorang. Pasalnya pelaku dengan mudah melakukan aksi selama pertengahan Agustus 2019 lalu.

"Jadi perusahaan tersebut seperti memudahkan pekerja seseorang. Itu yang membuat mudah tersangka melakukan aksinya," tuturnya.

Sebelumnya, Polsek Pondok Aren menangkap CS dan M, komplotan pencuri aki yang kerap beraksi di pool taksi Blue Bird.

Baca juga: Polisi Tangkap Komplotan yang Curi Puluhan Aki di Pool Taksi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penangkapan pelaku berawal adanya laporan dari pool taksi yang mengaku kehilangan 86 aki taksi pada pertengahan Agustus 2019.

Kehilangan itu diketahui saat salah satu karyawan taksi sedang melakukan pengecekan kendaraan yang tak kunjung hidup. Saat diperiksa, ternyata aki mobil sudah tidak ada.

"Dari laporan itu kita lakukan penyelidikan dan menangkap tersangka CS. Tersangka mengakui telah mengambil accu di pool Blue Bird Bintaro bersama tersangka B yang masih DPO," tutur Afroni

Saat itu polisi melakukan pengembangan terhadap pelaku lain di wilayah Serpong.

Di lokasi tersebut polisi berhasil mengamankan pelaku M yang merupakan penadah dari hasil pencurian CS.

Untuk kedua pelaku dikenakan pasal berbeda. Untuk pelaku CS disangkakan pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan, sedangkan M dikenakan pasal 480 tentang penadahan barang kejahatan.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Megapolitan
Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Megapolitan
Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Megapolitan
Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Megapolitan
Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Megapolitan
73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

Megapolitan
Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Megapolitan
Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Megapolitan
Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Megapolitan
Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Megapolitan
Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Megapolitan
Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Megapolitan
Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Megapolitan
Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.