Kompas.com - 08/10/2019, 16:15 WIB
Wakil Walikota Jakarta Barat, M. Zen saat meninjau lokasi kebakaran di Kelurahan Maphar, Tamansari Jakarta Barat, Selasa (8/10/2019) Kompas.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARWakil Walikota Jakarta Barat, M. Zen saat meninjau lokasi kebakaran di Kelurahan Maphar, Tamansari Jakarta Barat, Selasa (8/10/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Jakarta Barat M. Zen meninjau dan memberikan bantuan bagi ratusan korban kebakaran di Jalan Kebon Jeruk, Kelurahan Maphar, Tamansari, Jakarta Barat.

"Untuk penanganan tentunya Pemda berupaya seoptimal mungkin. Bantuan sudah kita berikan untuk penampungan sementara," ucap Zen saat meninjau posko pengungsi di RPTRA Matahari, Jl. Kp. Jawa No 18 B, Kelurahan Maphar, Selasa (8/10/2019).

Baca juga: Kebakaran di Taman Sari Diduga karena Bocah Main Korek Api, 70 Rumah Terbakar

Zen memastikan ketersediaan air dan WC darurat di sekitar lokasi. Begitu juga dengan bantuan mekanan berupa nasi box yang diberikan pada pengungsi sehari dua kali.

"Air bersih kita siapkan, mau mandi mau BAB nggak ada masalah. Kemudian makan sehari 2 kali siang dan malam kita siap secukupnya," tambah Zen.

Dalam kesempatan tersebut, Zen juga memberikan bantuan kepada pengungsi berupa makanan, pakaian, perlengkapan bayi dan peralatan sekolah.

Pantuan Kompas.com pada Selasa siang, para petugas PPSU sudah mulai membersihkan puing-puing sisa kebakaran di sekitar RT 004/ RW007 Kelurahan Maphar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karung-karung berisi sisa barang yang terbakar juga sudah terisi penuh dan siap diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Kebon Jeruk 13 RT 001, 002, 003 dan 004/07 Kel. Mapar dan RT. 012/05 Kel. Tamansari pada Minggu (6/10/2019).

Dugaan sementara penyebab kebakaran karena ada anak kecil bermain korek api dan mengenai kasur. Sebanyak 134 Kepala Keluarga dan 536 jiwa terdampak dari kebakaran ini.

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI: Sekalipun Sudah Vaksin, Bukan Berarti Bebas Tak Jalankan Prokes

Wagub DKI: Sekalipun Sudah Vaksin, Bukan Berarti Bebas Tak Jalankan Prokes

Megapolitan
Bagaimana Harimau Tino dan Hari di Ragunan Tertular Covid-19? Ini Kata Dokter Hewan

Bagaimana Harimau Tino dan Hari di Ragunan Tertular Covid-19? Ini Kata Dokter Hewan

Megapolitan
Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Megapolitan
Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Megapolitan
Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Megapolitan
UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

Megapolitan
Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Megapolitan
Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Megapolitan
Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Megapolitan
Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Megapolitan
Sejak Awal Pandemi, Ada 13.912 Anak Terpapar Covid-19 di Kota Bekasi

Sejak Awal Pandemi, Ada 13.912 Anak Terpapar Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
Anies Paparkan Bukti PPKM Darurat di Jakarta Berhasil Turunkan Kasus Covid-19

Anies Paparkan Bukti PPKM Darurat di Jakarta Berhasil Turunkan Kasus Covid-19

Megapolitan
Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Cisadane

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Cisadane

Megapolitan
Pengendara Moge Tabrak Pemotor Honda Beat hingga Tewas, Polisi: Itu Konvoi, Mereka Sunmori...

Pengendara Moge Tabrak Pemotor Honda Beat hingga Tewas, Polisi: Itu Konvoi, Mereka Sunmori...

Megapolitan
Anies: Alasan Tidak Bisa Vaksin di Jakarta Sulit Diterima, Anda Bisa Akses di Mana Saja

Anies: Alasan Tidak Bisa Vaksin di Jakarta Sulit Diterima, Anda Bisa Akses di Mana Saja

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X