Mandi dengan Rembesan Air Kali Cisalak, Warga di Tangsel Terkena Penyakit Kulit

Kompas.com - 08/10/2019, 21:18 WIB
Aliyah (47), warga Koceak, Keranggan, Setu, Tangerang Selatan sedang melakukan cuci baju dengan menggunakan air kali Cisalak, Selasa (8/10/2019). Ini dilakukan setelah mengalami kekeringan air bersih selama 4 bulan. KOMPAS.com/MUHAMAD ISA BUSTOMIAliyah (47), warga Koceak, Keranggan, Setu, Tangerang Selatan sedang melakukan cuci baju dengan menggunakan air kali Cisalak, Selasa (8/10/2019). Ini dilakukan setelah mengalami kekeringan air bersih selama 4 bulan.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Kekeringan air bersih membuat warga Koceak, Keranggan, Setu, Tangerang Selatan, mandi dan mencuci dengan air rembesan Kali Cisalak. Akibatnya, sebagian warga terkena penyakit kulit.

"Ada yang kemarin saya dengar yang kena penyakit kulit. Pada gatal-gatal katanya," ujar salah satu warga setempat, Suparman (40) saat ditemui di lokasi, Selasa (8/10/2019).

Suparman menjelaskan, semenjak mengalami kekeringan yang dialami sejak 4 bulan lalu, warga di sana banyak menggunakan aliran air kali.

Terlebih saat adanya sumur yang berdekatan dengan kali, banyak warga mengambil air untuk dikonsumsi di rumah masing-masing.

Baca juga: Kekeringan di Tangsel, Warga Rela Mandi dengan Air Rembesan Kali Cisalak

"Airnya enggak bau, tapi memang agak kuning. Jadi kalau pagi dan siang itu warga antre dah pada ngambil air di sumur ini," kata Suparman.

Semenjak kekeringan, warga Koceak sempat mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat. Namun, bantuan yang diberikan dinilai tak dapat menanggulangi krisis air bersih yang dirasakan.

"Seperti mesin air dari lurah itu enggak bisa digunain juga. Mesin hidup tapi nyedot airnya dari air kali, kotor juga. Bantuan air bersih dari BPBD juga enggak cukup," katanya.

Suparman berharap pemerintah setempat kembali lebih memperhatikan warga setempat. Salah satunya bantuan air bersih yang jumlahnya diperbanyak.

"Mungkin air bersih dapat diperbanyak. Selama ini kan hanya 4000 liter air bersih aja. Itu paling sampai warga depan aja, ke dalam itu sudah tinggal dikit," tutur dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut New Normal, Rumah Ibadah di Tangsel Akan Dibuka Bertahap Awal Juni 2020

Sambut New Normal, Rumah Ibadah di Tangsel Akan Dibuka Bertahap Awal Juni 2020

Megapolitan
Kota Bekasi Akan Terapkan New Normal Setelah 4 Juni 2020

Kota Bekasi Akan Terapkan New Normal Setelah 4 Juni 2020

Megapolitan
Depok Perpanjang PSBB dan Masa Tanggap Darurat Covid-19

Depok Perpanjang PSBB dan Masa Tanggap Darurat Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 Mei: Bertambah 124 Kasus, Total 7.053 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

UPDATE 29 Mei: Bertambah 124 Kasus, Total 7.053 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

Megapolitan
Hujan Deras dan Angin Kencang Akibatkan 2 Pohon Tumbang di Bogor

Hujan Deras dan Angin Kencang Akibatkan 2 Pohon Tumbang di Bogor

Megapolitan
Wali Kota Akui Kota Bekasi Belum Bebas Covid-19

Wali Kota Akui Kota Bekasi Belum Bebas Covid-19

Megapolitan
Masjid di Pancoran Gelar Shalat Jumat, Pemprov DKI: Semoga Tak Ada yang Terinfeksi

Masjid di Pancoran Gelar Shalat Jumat, Pemprov DKI: Semoga Tak Ada yang Terinfeksi

Megapolitan
Pemprov DKI Tak Pangkas TKD PNS yang Tangani Covid-19

Pemprov DKI Tak Pangkas TKD PNS yang Tangani Covid-19

Megapolitan
Pohon Tumbang di Cipayung Timpa Mobil dan Rusak Instalasi Listrik

Pohon Tumbang di Cipayung Timpa Mobil dan Rusak Instalasi Listrik

Megapolitan
Batal Ditutup, Layanan SIM, STNK, dan BPKB Dibuka Kembali dengan Protokol Pencegahan Covid-19

Batal Ditutup, Layanan SIM, STNK, dan BPKB Dibuka Kembali dengan Protokol Pencegahan Covid-19

Megapolitan
Banyak Pelanggaran Protokol Kesehatan, Pengawasan Pasar Tradisional Diperketat Saat New Normal

Banyak Pelanggaran Protokol Kesehatan, Pengawasan Pasar Tradisional Diperketat Saat New Normal

Megapolitan
Insentif Pemungutan Pajak PNS DKI Dipangkas, Tunjangan Transportasi Pejabat Dicoret

Insentif Pemungutan Pajak PNS DKI Dipangkas, Tunjangan Transportasi Pejabat Dicoret

Megapolitan
Era New Normal, Polisi Disiagakan Periksa Kedisiplinan terhadap Protokol Kesehatan Covid-19

Era New Normal, Polisi Disiagakan Periksa Kedisiplinan terhadap Protokol Kesehatan Covid-19

Megapolitan
Belum Ada Penumpang Bandara Soetta Tujuan Jakarta yang Tak Pegang SIKM

Belum Ada Penumpang Bandara Soetta Tujuan Jakarta yang Tak Pegang SIKM

Megapolitan
Semua Tempat Ibadah di DKI Akan Dibuka Saat New Normal Diterapkan

Semua Tempat Ibadah di DKI Akan Dibuka Saat New Normal Diterapkan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X