Penuhi Panggilan Polisi, Sekretaris Umum FPI Munarman Bungkam soal Kasus Ninoy Karundeng

Kompas.com - 09/10/2019, 11:35 WIB
Munarman TRIBUNNEWS/BIAN HARNANSAMunarman

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Umum (Sekum) yang dulunya menjabat Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI),  Munarman memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (9/10/2019).

Munarman diagendakan untuk diperiksa sebagai saksi kasus penculikan dan penganiayaan terhadap pegiat media sosial yang juga relawan Joko Widodo saat Pilpres,  Ninoy Karundeng.

Pantauan Kompas.com, Munarman tiba di gedung Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya pukul 11.20 WIB. Dia tampak mengenakan kemeja berwarna hijau.

Munarman tak memberi pernyataan apapun kepada wartawan.

Baca juga: Jubir FPI Munarman Dipanggil Polisi Terkait Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng

Kuasa hukum yang mendampinginya, Samsul Bahri, hanya memberikan pernyataan bahwa Munarman akan memberikan klarifikasi terkait pernyataan salah satu tersangka tentang penganiayaan terhadap Ninoy.

"Prinsipnya kita kesini hanya memberikan klarifikasi, ada panggilan menyebutkan bahwa salah satu tersangka berkomunikasi dengan Bapak Haji Munarman," ujar Samsul.

Sebelumnya, polisi menyebut Munarman memerintahkan salah satu tersangka penganiayaan Ninoy Karundeng yang berinisial S untuk menghapus rekaman CCTV di lokasi penganiayaan Ninoy yakni Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat.

Baca juga: Rekam dan Sebar Video Penganiayaan Ninoy Karundeng, Tiga Perempuan Kena UU ITE

Tersangka S juga berperan menyalin data dari laptop milik Ninoy, lalu menyerahkan salinan itu ke Munarman.

Kronologi

Ninoy menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat pada 30 September lalu.

Dia dianiaya lantaran merekam aksi unjuk rasa dan demonstran yang sedang mendapatkan pertolongan karena terkena gas air mata di kawasan tersebut.

Baca juga: Cerita Penganiayaan Ninoy Karundeng hingga Penetapan 11 Tersangka

Mereka juga mengambil hingga menyalin data yang tersimpan dalam ponsel dan laptop Ninoy.

Tak sampai di situ, Ninoy juga sempat diinterogasi dan diancam dibunuh lalu mayatnya akan dibuang di tengah kerumunan massa aksi unjuk rasa.

Penganiayaan itu berakhir setelah mereka memesan jasa GoBox untuk memulangkan Ninoy beserta sepeda motor yang telah dirusak pada Selasa (1/10/2019).

Polisi telah menetapkan 13 tersangka terkait penganiayaan dan penculikan Ninoy.

Salah satu tersangka adalah Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212, Bernard Abdul Jabbar.

Sebanyak 12 tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya. Sementara itu, satu tersangka lainnya, yakni TR ditangguhkan penahanannya dengan alasan kondisi kesehatan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran di Belakang Senayan City, 25 Rumah Hangus Terbakar

Kebakaran di Belakang Senayan City, 25 Rumah Hangus Terbakar

Megapolitan
Kebakaran di Dekat Senayan City Hanguskan 25 Rumah dan Sejumlah Motor

Kebakaran di Dekat Senayan City Hanguskan 25 Rumah dan Sejumlah Motor

Megapolitan
Pemprov dan DPRD DKI Kembali Gelar Rapat KUPA-PPAS di Puncak, Hari Ini

Pemprov dan DPRD DKI Kembali Gelar Rapat KUPA-PPAS di Puncak, Hari Ini

Megapolitan
Terminal Kampung Rambutan Siap Hadapi Lonjakan Penumpang Saat Libur Panjang Akhir Oktober

Terminal Kampung Rambutan Siap Hadapi Lonjakan Penumpang Saat Libur Panjang Akhir Oktober

Megapolitan
WN Ghana Ditemukan Tewas Ditusuk di Apartemen Kawasan Kebon Jeruk, Polisi Buru Pelaku

WN Ghana Ditemukan Tewas Ditusuk di Apartemen Kawasan Kebon Jeruk, Polisi Buru Pelaku

Megapolitan
Pemkot Tangsel Belum Cabut Izin Operasi Tiga Griya Pijat di Bintaro yang Langgar PSBB

Pemkot Tangsel Belum Cabut Izin Operasi Tiga Griya Pijat di Bintaro yang Langgar PSBB

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Tembus 100.000 Saat PSBB Transisi Diperpanjang, Apa yang Terjadi dan Wajib Diketahui

Kasus Covid-19 di Jakarta Tembus 100.000 Saat PSBB Transisi Diperpanjang, Apa yang Terjadi dan Wajib Diketahui

Megapolitan
Jelang Libur Panjang, Belum Ada Lonjakan Penumpang di Terminal Kampung Rambutan

Jelang Libur Panjang, Belum Ada Lonjakan Penumpang di Terminal Kampung Rambutan

Megapolitan
Perda Covid-19 Belum Diundangkan, DPRD DKI Tak Ikut Bahas Perpanjangan PSBB Transisi

Perda Covid-19 Belum Diundangkan, DPRD DKI Tak Ikut Bahas Perpanjangan PSBB Transisi

Megapolitan
Operasi Zebra di Kota Tangerang, Ada 6 Jenis Pelanggaran yang Disasar

Operasi Zebra di Kota Tangerang, Ada 6 Jenis Pelanggaran yang Disasar

Megapolitan
Wali Kota Minta Masyarakat Tangerang Tetap di Rumah Saat Libur Panjang

Wali Kota Minta Masyarakat Tangerang Tetap di Rumah Saat Libur Panjang

Megapolitan
Ini Daftar 238 RW Pembatasan Sosial Kampung Siaga di Depok

Ini Daftar 238 RW Pembatasan Sosial Kampung Siaga di Depok

Megapolitan
Pemkot Tangsel Cabut Izin Operasi Delta Spa Serpong karena Langgar PSBB

Pemkot Tangsel Cabut Izin Operasi Delta Spa Serpong karena Langgar PSBB

Megapolitan
Pria Nekat Bakar Diri di Pinggir Kali Ciliwung, Diduga karena Masalah Ekonomi

Pria Nekat Bakar Diri di Pinggir Kali Ciliwung, Diduga karena Masalah Ekonomi

Megapolitan
PSBB Transisi Diperpanjang, Aturan Ganjil Genap Belum Diberlakukan

PSBB Transisi Diperpanjang, Aturan Ganjil Genap Belum Diberlakukan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X