PA 212 Bantah Sekjennya Terlibat Penganiayaan Ninoy Karundeng, Ini Kronologi Versi Mereka

Kompas.com - 09/10/2019, 16:38 WIB
DPP PA 212 saat konferensi pers di Kantor Sekretariat DPP PA 212, Jalan Raya Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (9/10/2019), soal kasus penganiayaan Ninoy Karundeng. KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIDPP PA 212 saat konferensi pers di Kantor Sekretariat DPP PA 212, Jalan Raya Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (9/10/2019), soal kasus penganiayaan Ninoy Karundeng.
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persaudaraan Alumni (PA) 212 membantah bahwa Sekretaris Jenderal PA 212 Bernard Abdul Jabbar terlibat dalam penganiayaan relawan Joko Widodo, Ninoy Karundeng.

Ketua Umum DPP PA 212 Slamet Ma'arif menceritakan kronologi keberadaan Bernard di Masjid Al Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat, yang disebut menjadi lokasi penganiayaan terhadap Ninoy pada Senin (30/9/2019).

Pada Senin pukul 13.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, kata Slamet, Bernard berobat ke Klinik dr Solihin di daerah Rawalumbu, Kota Bekasi. Usai berobat, Bernard pulang ke rumahnya.


Tiba di rumah, Bernard mendengar kabar bahwa anaknya ikut aksi bersama mahasiswa. Kemudian, pada pukul 19.00 WIB, Bernard beserta istri pergi ke arah Senayan untuk mencari anaknya.

Baca juga: Sekjen PA 212 Bernard Abdul Jabbar Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya

"Di tengah jalan ada info banyak korban mahasiswa dan pelajar di Masjid Al Falah. Sehingga ustadz Bernard dan istrinya menuju Masjid Al Falah," kata Slamet di Kantor Sekretariat DPP PA 212, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (9/10/2019).

Tiba di masjid, Bernard dan istrinya langsung membantu mengobati korban yang ada dengan P3K yang disimpannya di dalam mobilnya. Ketika sedang membantu para korban, Bernard mendengar keributan karena diduga ada penyusup yang dihakimi massa.

"Spontan ustadz Bernard menyelamatkan dan melindungi yang diduga penyusup bernama 'Ninoy' dari amukan massa. Bahkan menasehati untuk jangan keluar dulu karena berbahaya sebab di luar massa masih marah," ujar Slamet.

Setelah kondisi aman, Bernard kembali pulang ke rumahnya pada pukul 03.00 WIB.

Slamet menambahkan, pihaknya menyebut bahwa Bernard justru menyelamatkan Ninoy dari amukan massa, bukan menganiayanya.

Baca juga: Novel Bamukmin Dipanggil Polisi Terkait Penganiayaan Ninoy Karundeng

"Jadi ustadz Bernard menyelamatkan Ninoy bukan mempersekusi Ninoy," ujar Slamet.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Bekasi, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Bekasi, Tak Berpotensi Tsunami

Megapolitan
Begini Cara Pembuatan SIM Berbasis E-Drives di Satpas SIM Daan Mogot

Begini Cara Pembuatan SIM Berbasis E-Drives di Satpas SIM Daan Mogot

Megapolitan
DPRD DKI Pangkas Jumlah Anggota TGUPP, Ini Komentar Anies

DPRD DKI Pangkas Jumlah Anggota TGUPP, Ini Komentar Anies

Megapolitan
Dua Tentara Korban Ledakan Monas Masih Dirawat di RSPAD

Dua Tentara Korban Ledakan Monas Masih Dirawat di RSPAD

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Minta Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Kembalikan Gaji

Ketua DPRD DKI Minta Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Kembalikan Gaji

Megapolitan
BPOM Gerebek Gudang Berisi Ratusan Ribu Obat, Kosmetik, dan Makanan Ilegal di Tanjung Priok

BPOM Gerebek Gudang Berisi Ratusan Ribu Obat, Kosmetik, dan Makanan Ilegal di Tanjung Priok

Megapolitan
Jelang Natal dan Tahun Baru, Bandara Soekarno-Hatta Siapkan 14 Pos Kesehatan

Jelang Natal dan Tahun Baru, Bandara Soekarno-Hatta Siapkan 14 Pos Kesehatan

Megapolitan
Jelang Libur Akhir Tahun, KKP Bandara Soetta Waspadai Penyebaran Penyakit Menular

Jelang Libur Akhir Tahun, KKP Bandara Soetta Waspadai Penyebaran Penyakit Menular

Megapolitan
Ustaz Beben Tewas dalam Kecelakaan Saat Menghindari Jalanan Berlubang di GDC Depok

Ustaz Beben Tewas dalam Kecelakaan Saat Menghindari Jalanan Berlubang di GDC Depok

Megapolitan
Korsleting Listrik, Mobil Peugeot Terbakar di Depan Plaza Senayan

Korsleting Listrik, Mobil Peugeot Terbakar di Depan Plaza Senayan

Megapolitan
Rawannya Bangunan Retak dan Tanah Longsor di Tangsel Saat Pergantian Musim...

Rawannya Bangunan Retak dan Tanah Longsor di Tangsel Saat Pergantian Musim...

Megapolitan
Hotel Bintang Lima di Epicentrum Tunggak Pajak Rp 2,9 Miliar

Hotel Bintang Lima di Epicentrum Tunggak Pajak Rp 2,9 Miliar

Megapolitan
Begal di Bekasi Bacok Tangan Korban hingga Nyaris Putus

Begal di Bekasi Bacok Tangan Korban hingga Nyaris Putus

Megapolitan
Yuk, Main Permainan Khas Betawi di Taman Tomang Rawa Kepa!

Yuk, Main Permainan Khas Betawi di Taman Tomang Rawa Kepa!

Megapolitan
Bus Apron Terbakar di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Bus Apron Terbakar di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X