Munarman Bantah Suruh Tersangka Penganiayaan Ninoy Karundeng Hapus Rekaman CCTV Masjid

Kompas.com - 09/10/2019, 22:28 WIB
Pengacara Munarman, Aziz Yanuar (tengah) di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019). KOMPAS.COM/RINDI NURIS VELAROSDELAPengacara Munarman, Aziz Yanuar (tengah) di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Islam (FPI) Munarman membantah telah memerintahkan Supriyadi, salah satu tersangka penganiayaan Ninoy Karundeng, untuk menghapus rekaman CCTV Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat saat Ninoy dianiaya pada 30 September lalu.

Berdasarkan keterangan polisi, Ninoy Karundeng dianiaya di area masjid itu.

Bantahan tersebut disampaikan pengacara Munarman, Aziz Yanuar, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019).

Baca juga: Diperiksa Sejak Siang, Munarman Dicecar Terkait Chat dengan Tersangka Pengeroyokan Ninoy


Menurut Aziz, Munarman yang dulunya merupakan jurubicara FPI, hanya ingin mengetahui fakta yang terjadi terhadap Ninoy Karundeng di Masjid Al-Falah.

Saat ini, rekaman CCTV tersebut telah diamankan sebagai barang bukti oleh kepolisian.

"Bukan, bukan (meminta untuk menghapus rekaman CCTV), justru (Munarman) mau tahu faktanya (apa yang terjadi di Masjid Al-Falah) yang akan digunakan (sebagai barang bukti) oleh pihak Kepolisian," kata Aziz kepada wartawan.

Munarman dan Supriyadi berkomunikasi melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp untuk meminta konsultasi hukum apabila ada anggota kepolisian yang meminta rekaman CCTV masjid.

"Pihak S (Supriyadi) itu menanyakan apabila ada pihak-pihak yang mengaku (dari) Polda (Metro Jaya) bagaimana, lalu Bapak Munarman selaku penasehat hukum dan advokat juga memberikan saran konsultasi hukum," ungkap Aziz.

Munarman pun meminta Supriyadi untuk mengamankan rekaman CCTV itu terlebih dahulu.

"Lalu poin kedua terkait bahwa di dalam masjid itu ada (rekaman) CCTV. Nah, itu tolong diamankan kalau nanti ada hal-hal yang mungkin diperlukan," kata Aziz.

Munarman diperiksa


Polisi mengajukan 18 pertanyaan kepada Munarman saat dia diperiksa sebagai saksi terkait kasus penculikan dan penganiayaan Ninoy Karundeng pada hari ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fraksi PDI-P Dominasi Pimpinan Komisi dan Badan di DPRD DKI dengan 6 Jabatan

Fraksi PDI-P Dominasi Pimpinan Komisi dan Badan di DPRD DKI dengan 6 Jabatan

Megapolitan
Slankers Jawa Tengah yang Terlunta di Bekasi Hanya Bawa Rp 50.000 Saat Berangkat ke Jakarta

Slankers Jawa Tengah yang Terlunta di Bekasi Hanya Bawa Rp 50.000 Saat Berangkat ke Jakarta

Megapolitan
Lahan Penyimpanan Besi Tua di Mustikajaya Bekasi Terbakar

Lahan Penyimpanan Besi Tua di Mustikajaya Bekasi Terbakar

Megapolitan
64 Slankers Terlunta di Bekasi Kehabisan Ongkos Pulang ke Jawa Tengah

64 Slankers Terlunta di Bekasi Kehabisan Ongkos Pulang ke Jawa Tengah

Megapolitan
Istri Sopir Ambulans Jadi Otak Penggelapan Mobil Rental di Tangsel

Istri Sopir Ambulans Jadi Otak Penggelapan Mobil Rental di Tangsel

Megapolitan
Menunggak Iuran BPJS dan Terlilit Hutang, Alasan Pasutri Gelapkan Mobil Rental

Menunggak Iuran BPJS dan Terlilit Hutang, Alasan Pasutri Gelapkan Mobil Rental

Megapolitan
Ini Daftar Pimpinan dan Anggota Empat Badan di DPRD DKI

Ini Daftar Pimpinan dan Anggota Empat Badan di DPRD DKI

Megapolitan
Forum Mahasiswa Bersatu: Jokowi Hanya Umbar Janji Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM

Forum Mahasiswa Bersatu: Jokowi Hanya Umbar Janji Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM

Megapolitan
Grup Peluru Katapel Komunikasi melalui WhatsApp dengan Menggunakan Sandi Khusus

Grup Peluru Katapel Komunikasi melalui WhatsApp dengan Menggunakan Sandi Khusus

Megapolitan
Jokowi Bagi-bagi Kekuasaan, Mahasiswa: 5 Tahun ke Depan Tak Ada Parpol yang Kritik Pemerintah

Jokowi Bagi-bagi Kekuasaan, Mahasiswa: 5 Tahun ke Depan Tak Ada Parpol yang Kritik Pemerintah

Megapolitan
Jaksa Tuntut Jefri Nichol dengan Hukuman 10 Bulan Rehabilitasi

Jaksa Tuntut Jefri Nichol dengan Hukuman 10 Bulan Rehabilitasi

Megapolitan
Ini Penyebab Cuaca Jakarta Tembus 36,5 Derajat Celcius Siang Tadi

Ini Penyebab Cuaca Jakarta Tembus 36,5 Derajat Celcius Siang Tadi

Megapolitan
Ini Daftar Pimpinan dan Anggota Komisi di DPRD DKI Jakarta

Ini Daftar Pimpinan dan Anggota Komisi di DPRD DKI Jakarta

Megapolitan
Kelompok Peluru Katapel Juga Ingin Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Melepas Monyet

Kelompok Peluru Katapel Juga Ingin Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Melepas Monyet

Megapolitan
Polisi Ungkap Rencana Peledakan dengan Peluru Katapel Saat Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Polisi Ungkap Rencana Peledakan dengan Peluru Katapel Saat Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X